KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Novel

 
KESEHATAN

Novel "Dari Kamar Nomor Tiga" Sadarkan Bupati Herin Tentang Ibu dan Anak
Oleh : Balawala Mansetus | 05-Mei-2016, 20:06:14 WIB

KabarIndonesia - Larantuka – Novel Wijaya Kusuma berjudul “Dari Kamar Nomor 3” telah memicu kesadaran Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos atau biasa disapa Yosni Herin tentang pentingnya keselamatan ibu dan anak sebagai awal sebuah kehidupan baru. Demikian pengakuan Yosni ketika membuka kegiatan Evaluasi Pekan Keselamatan Ibu Anak tahun 2015 dan Sosialisasi Pekan Keselamatan Ibu anak tahun 2016 di aula gedung Orang Muda Katolik (OMK) Keusukupan Larantuka, Selasa (26/4).

“Saya baru menyadari bahwa betapa mulia dan mahal kehidupan itu. Ibu adalah awal sebuah kehidupan baru, karena itu tugas kita untuk menyelamatkannya. Hal itu saya temukan ketika membaca novel Wijaya Kusuma beberapa tahun lalu. Dalam novel itu diuraikan dengan jelas betapa pentingnya kesehatan ibu dan anak” kisah Herin. Dalam kesempatan tersebut, Yosni Herin mengajak semua peserta terutama para bidan, perawat dan dokter untuk membaca Novel Wijaya Kusuma agar dapat mengambil hikmah serta pesan dari Novel tersebut. "Novel Wijaya Kusuma mengangkat realitas yang terjadi di Kabupaten Ende. Dalam novel tersebut digambarkan pula tentang ego petugas kesehatan yakni seorang bidan yang telah berinisiatif baik menolong persalinan seorang ibu. Bidan lain datang dan melakukan protes kepada bidan yang tengah menolong persalinan karena bukan merupakan wilayah kerjanya.Selain itu,  digambarkan pula di satu waktu ada dua pasien, seorang ibu yang hendak melahirkan dan seorang bapak yang sudah tua menderita batuk. Di saat itu sang ibu yang sedang menghadapi kelahiran emergensi mereka membutuhkan oksigen, sementara oksigen yang tersedia terbatas dan hanya satu tabung yang sedang digunakan oleh bapak yang menderita batuk. Ketika oksigen itu diminta petugas dari kamar bersalin untuk digunakan oleh ibu yang melahirkan, petugas dari kamar perawatan bapak yang menderita batuk tadi tidak memberikannya. Akibatnya, nyawa ibu yang hendak melahirkan tidak dapat tertolong (meninggal dunia), Herin bercerita.

“Dari ceritera ini saya mau katakan bahwa sebagai petugas kesehatan harus membuang ego masing-masing. Jangan karena ego petugas, orang lain menjadi korban” kata Yosni.

Lebih lanjut dia menambahkan, upaya menyelamatkan ibu dan anak dari kematian saat melahirkan menjadi hal yang penting dan dijadikan salah satu tolok ukur pembangunan. Hal tersebut termuat dalam Millennium Development Goals (MDGs) yang merupakan kesepakatan negara-negara di dunia. Karena itu, Yosni menghimbau kepada semua peserta yang hadir dan merupakan utusan dari semua elemen masyarakat di Flores Timur,    untuk bahu membahu dan bekerjasama menyelamatkan ibu dan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesahatan Flores Timur, dr.Yoseph Usen Aman, menjelaskan bahwa Flores Timur merupakan kabupaten di NTT dengan angka kematian ibu/anak terendah. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang peduli terhadap ibu dan anak melalui program 2H2 center. Program 2H2 Center merupakan program inovasi yang mampu menurunkan kasus kematian ibu dan anak dan telah pula direplikasi di semua kabupaten di NTT bahkan di luar NTT. Karena itu, program ini telah mendapat apresiasi baik nasional maupun internasional termasuk apresiasi dari MDGs tahun 2012 lalu. Dijelaskan pada tahun 2015 hanya terdapat 2 kasus kematian ibu di Flores Timur dari 4 kasus sebelumnya di tahun 2014. *) Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini..!!!.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia