KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Penemuan Vaksin Bebentuk Bubuk

 
KESEHATAN

Penemuan Vaksin Bebentuk Bubuk
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 23-Des-2007, 15:12:45 WIB

KabarIndonesia - Senjata ampuh melawan epidemi flu.

Vaksin flu dalam bentuk bubuk bisa menyelamatkan jutaan nyawa, kalau terjadi epidemi flu. Jean Pierre Amorij, seorang peneliti muda di Universitas Groningen berhasil mengembangkan vaksin bubuk tersebut. Sejak Jumat lalu Belanda memberlakukan lagi kewajiban mengandangkan ungkas.

Di Jerman dan Polandia juga muncul virus flu burung H5N1. Flu burung versi ini memang bisa membuat orang sakit, tapi tidak akan terjadi penularan dari manusia ke manusia.

Flu Spanyol

Sejak beberapa tahun diketahui bahwa Flu Spanyol, yang abad lalu menelan nyawa puluhan juta orang, cikal bakalnya adalah virus flu burung. Ketika virus itu berubah menjadi semacam flu baru yang bisa menular antar manusia, bencana pun menjadi kenyataan.
 
Para ilmuwan sependapat bahwa pandemi seperti itu lambat laun akan datang kembali. Ini adalah fenomena alamiyah. Jadi, masalahnya bukan masalah ya atau tidak, tapi masalah kapan datangnya. Karena pesatnya peningkatan jumlah penduduk dunia dan meningkatnya jumlah perjalanan internasional, para pakar virus memperhitungkan, korbannya bisa mencapai 81 juta orang. Sembilan puluh persen korban dari negara ketiga.

Bubuk

Vaksin flu dalam bentuk bubuk ini mungkin satu-satunya cara untuk mencegah bencana dunia sebesar itu. Drs Amorij, 29, penemu vaksin baru itu, menjelaskan kenapa penting bahwa virus itu justru berbentuk bubuk.

Amorij: "Ini ada kaitannya terutama dengan transpor dan penyimpanan vaksin flu itu. Temperaturnya tidak perlu begitu dingin. Vaksin flu yang ada sekarang berbentuk cairan. Kelemahannya vaksin cairan ini hanya bisa disimpan dan diangkut dalam temperatur dingin. Dan ini bisa jadi masalah bagi negara ketiga."

Menghambat pandemi

Vaksin flu berbentuk bubuk yang tidak gampang rusak ini juga jauh lebih murah dan lebih mudah untuk disimpan dan didistribusi. Malah bisa menumpuk cadangan sebagai persiapan menghadapi bencana. Karena satu-satunya cara untuk menghambat proses pandemi adalah sebanyak mungkin menyuntik orang. Oleh karena itu cadangan vaksin yang banyak adalah sangat penting.

Masih banyak lagi kelebihan vaksin berbentuk bubuk ini. Karena bubuknya sangat halus, maka cocok sekali untuk dihirup sehingga vaksin mudah masuk ke bawah paru-paru. Dan bubuk halus gampang dibuat vaksin hirupan yang bisa dibuang setelah dipakai, yang mengandung sedikit vaksin kering. Jadi masa depan vaknsi ini cemerlang.

Amorij: "Vaksin hirupan ini gampang disebar di seluruh dunia dengan disertai pedoman. Jarum suntikan tidak diperlukan lagi. Malah petugas medis pun tidak diperlukan. Orang bisa memvaksinasi diri sendiri di mana saja dan kapan saja."

Resep

Drs. Amorij membuat vaksin bubuk ini dengan mencampur vaksin flu dengan gula yang berbentuk tertentu dan kemudian mengeringkan campuran itu. Vaksin ini tidak hanya dikeringkan, tapi juga difiksasi. Dengan demikian vaksin ini bisa tahan bertahun-tahun. Bentuknya seperti bubuk gula yang sangat halus.

Manusia dan tikus

Efektifitas vaksin flu baru ini sudah terbukti dalam ujicoba yang disebut "Model tikus". Tikus dan manusia memang tidak sama, tapi cara paru-paru bekerja hampir sama. Cara menghirup bubuk halus, itu juga sama. Oleh karena itu, ujicoba dengan manusia - yang sekarang sudah dimulai- dipastikan akan berhasil.

Kalau pandemi virus terjadi, cara kerjanya pertama-tama sama dengan vaksin flu lain. Vaksin 'dipanen' dan produksi vaksin pun dimulai. Saat ini caranya persis seperti injeksi flu tahunan. Tapi vaksin bubuk ini akan membawa perubahan besar. Apa yang selama ini dianggap sebagai vaksin 'biasa' akan berubah menjadi senjata ampuh melawan flu.

Jean Pierre Amorij berani mengatakan, bahwa vaksin bubuk ini dalam waktu sepuluh tahun akan siap untuk didistribusi. Sidang desertasi Amorij digelar Januari mendatang. Setelah itu dia berhak menyandang gelar Doktor.

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia