KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanBantu Upaya Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19, Joyday Hadir Mendukung Vaksinasi di Jakarta oleh : Wahyu Ari Wicaksono
21-Jun-2021, 12:29 WIB


 
 
KabarIndonesia - Grup Yili dan Green Asia Food Indonesia (GAFI), produsen es krim Joyday (Pemenang Brand Choice Award 2021) membagikan lebih dari 5.000 produk es krim sebagai bentuk insentif kepada para penduduk Jakarta agar bersedia divaksinasi. Es krim tersebut didistribusikan di
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB


 
 
KESEHATAN

Produk Darah Bermasalah, Jepang Minta Maaf
Oleh : Denny Sitohang | 31-Des-2007, 16:18:32 WIB

KabarIndonesia - Ratusan warga Jepang yang terinfeksi hepatitis C akibat produk darah tercemar, Jumat (30/12), menyusun kesepakatan dengan dewan legislatif menyangkut permintaan maaf dari pemerintah dan uang kompensasi. Kesepakatan tersebut merupakan kemenangan besar bagi sekitar 200 penderita hepatitis C yang telah memperjuangkan kasus ini selama 5 tahun dan telah mengajukan gugatan di beberapa pengadilan. Mereka menuding pemerintah menyetujui produk darah tercemar meski telah menyadari bahayanya.

Zat penggumpal darah yang diberikan untuk menghentikan pendarahan saat operasi dan proses persalinan sejak 1970-an hingga awal 1990-an itu, diduga telah menginfeksi hingga ribuan orang dengan virus hepatitis C,virus berbahaya dalam darah yang dapat menyebabkan penyakit liver, termasuk kanker dan gagal liver.
Pemerintah dicurigai secara tak bertanggung-jawab menyetujui produk-produk tersebut di Jepang, meski AS sudah menghentikannya pada 1977 karena dianggap berbahaya. Wabah hepatitis C di Jepang akibat pemberian obat-obatan itu pertama kali dilaporkan pada pertengahan 1980-an, sementara bahayanya diyakini telah luas diketahui pihak-pihak kesehatan.

Sesuai kesepakatan baru antara para pengacara penuntut dan kelompok anggota dewan, sekitar 1.000 penderita hepatitis C akan mendapat kompensasi mulai dari US$ 106.000 hingga US$ 345.000 per orang, tergantung tingkat keparahan penyakit mereka, sebut seorang pegawai Kementerian Kesehatan.Para penggugat awalnya menolak usulan penyelesaian di luar pengadilan tersebut, karena pengakuan tanggung-jawab pemerintah yang merupakan tuntutan pokok mereka tidak disertakan di dalamnya.

Pada awal bulan ini, Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda telah meminta maaf kepada para penggugat.Meski Jepang mengaku menerapkan peraturan ketat terhadap produk makanan, farmasi dan lainnya, namun negara itu juga menyimpan skandal yang menguak kesemberonoan dan sikap tidak bertanggung jawab para petinggi mereka.

Jepang pernah diterpa skandal serupa berkenaan produk darah pada 1990-an. Saat itu, Pemerintah Jepang disebutkan menyetujui produk darah yang tercemar virus HIV untuk digunakan secara rutin bagi penderita hemofilia meski setelah muncul laporan tentang bahaya produk itu. Sekitar 1.800 orang terinfeksi, dan ratusan lainnya tewas.
Sebanyak 10.000 warga Jepang diyakini terinfeksi hepatitis C akibat produk tercemar tersebut, namun jumlahnya bisa saja mencapai 2 juta jiwa, lapor media Jepang. (glob/agencies)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB


 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia