KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
EkonomiMenjadi Milenial Produktif Masa Pandemi Covid-19 oleh : Setyo Sudirman
09-Sep-2020, 16:35 WIB


 
 
KabarIndonesia - Salah satu kepiawaian generasi milenial dibandingkan generasi sebelumnya adalah kemahiran dalam teknologi. Boleh dikata, generasi memang sudah terpapar teknologi sudah sejak lahir.

Kalau generasi sebelum milenial biasa menikmati teknologi dengan gegap gempita televisi, milenial sudah beda arahnya dengan
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Program Berobat Gratis Muba Tidak Didukung Dinas Kesehatan

 
KESEHATAN

Program Berobat Gratis Muba Tidak Didukung Dinas Kesehatan
Oleh : Adriyaneka | 20-Des-2007, 14:21:26 WIB

KabarIndonesia -
Slogan yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) tentang berobat gratis dan menjadi jargon untuk mengenalkan kemajuan pembangunan kabupaten tersebut dibidang kesehatan dengan kalimat berobat gratis tidak mendapat dukungan dari satffnya dalam jajaran Dinas Kesehatan Muba dan terkesan hanya celoteh belaka.

Hal ini membuat beberapa lapisan masyarakat Muba terutama dari Sanak Beroyot Keluarga (Sabarke) Muba kecewa melihat Muba yang begitu perkasa didunia pembangunan ternyata hanya sekedar dongeng pengantar lelap si buyung yang susah tidur tanpa mendengar dongeng dari ibunya.

Bukti terkini yang diperoleh kabarindonesia di Rumah Sakit Muhamad Husien Palembang sunggu menggenaskan, sehingga Rohasan harus merelakan kakinya sebelah kiri diamputasi karen tidak diberikan pengobatan gratis disesanya Bandar Agung Parit 16 Karang Agung tengah Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera selatan.

Pekan lalu Rohasan tiba menggunakan perahu jukung bermesin bahan bakar solar dengan menempuh perjalanan selama dua belas jam untuk sampai di Palembang dengan diantar pamannya Salam.

Kedatangan Rohasan dan Salam hanya dibekali surat keterangan miskin dari kadesnya dan surat rujukan dari puskesmas setempat dan berbekal uang Rp 60.000.- untuk ongkos perjalanan, ternyata uang tersebut kurang Rp 40.000.- untuk biaya perjalanan dan dengan terpaksa Salam berhutang dengan pengemudi perahu jukung nantinya akan dibayar sepulang mereka dari Palembang.

Sesampai mereka dipelabuhan pasar 16 Ilir Rohasan dengan dibopong pamanya disambut oleh kerabat mereka yang kebetulan berdomisili di Palembang Asmi dan Ketua LSM Masyarakat Miskin Pedesaan dan Kota (LSM MMPK) Aripin Kalender.

Mereka berdua langsung menuju ke RSMH dengan mengendarai kendaraan umum akan tetapi karena derita Rohasan yang telah mengeluarkan aroma busuk tidak ada penumpang yang mau satu kendaraan dengan mereka, maka terpaksa Aripin membayar lebih pada sopir kendaraan umum tersebut.

Sesampai di IRD RSMH mereka telah ditunggu oleh Wakil Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumsel dr Najma dan staff Humas Pemprop Sumsel Iskandar, lalu mereka dilayani dengan sungguh sungguh bahkan Staff Humas sempat memberikan uang pada Salam untuk makan selama dua hari dan membeli keperluan yang tidak sempat mereka bawa dari desa.

Keesokan harinya Sabtu (1/12) Rohasan langsong diberikan pertolongan dengan masuk ke ruang operasi sekitar pukul 10.00 wib ternyata derita Rohasan sudah parah terpaksa kaki kirinya di Amputasi sebatas paha.

Menurut penuturan paman Rohasan Salam kronologi kejadian penderitaan Rohasan sampai kakinya diamputasi diceritakan dengan memakai bahasa dan dialek Pelambang yakni bermula ketika pemuda berasal dari keluarga tidak mampu ini mengadu nasib ke Provinsi Bangka Belitung untuk mencari pekerjaan membantu meringankan orang tua yang sehari-hari hidup sebagai buruh tani di desa Bandar Agung Dusun IV RT 15 Karang Agung Kabupaten Musi Basiasin (Muba). Namun, nasib keberuntungan belum berpihak kepada pemuda yang menjadi tumpuan harapan keluarga.

Awal dari Pristiwa tragasi Rohasan, sesampainya di Pulau Bangka, sepeda motor ojek yang ditumpanginya mengalami kecelakaan, yang bersangkutan ditolong oleh masyarakat setempat dan diantarkan ke Rumah Sakit Umum Bangka. Untuk dirawat, karena lengan kanan dan kaki kiri bagian diperkirakan patah, sedangkan bagian kaki kiri bagian bawah (betis) membengkak.

Mengingat di provinsi yang kaya akan hasil lada dan timah ini Rohasan tidak mempunyai kerabat dan sanak keluarga, Maka atas inisiatif Pamannya Salam, pemuda yang pendiam ini. dibawa ke desa kelahirannya di Muba, lalu dirawat di Puskesmas Rawat Inap Agung Jaya yang terletak sekitar 400 meter dari rumah korban.

Menurut Paman Rohasan, yang kelihatan selalu murung memikirkan nasib kemenakannya ini mengatakan, selama dirawat di Puskesmas pasien dirawat semaksimal mungkin oleh pegawainya. Akhirnya setelah 15 hari dirawat pasien dibawa pulang ke rumah atas anjuran pegawai puskesmas, papar Salam.

Selama dirawat saya sempat bingung kemana harus mencari uang untuk membeli obat yang dimintaka beberapa kali oleh pegawai puskemas, “nyebut nama obatnya saja saya susah silin-silin kalu idak salah’ katanya dengan mata berbinar.

Ditambahkan Salam, pada hari ke 20 setelah setelah pasien di desa, kaki Rohasan yang membengkak tersebut pecah dengan luka terbuka hampir sepanjang mistar yang sering dibawa anak siswa SD dan mengeluarkan bau tidak sedap yang tercium sampai sekitar 10 meter dari tempatnya berbaring.

Hari demi hari paman korban merawat pasien dirumahnya yang terletak sekitar 200 meter dari Kantor Camat Kecamatan Lalan Kabupaten Muba, Dengan tenang Salam mengungkapkan, selama hamper 1 bulan ini “tidak kurang dari 200 ulet sudah aku tarik dari luko dikaki dio (sambil menunjuk pasien yang terbaring)”. Selain itu saya juga mengundang dukun kampung untuk mengurut bagian tangan dan kaki sampai sembuh.

Berkat usaha dan doa keluarga, ungkap Salam, akhirnya salah satu keluarga (Asmi) pasien bertemu temannya yang aktif di LSM Masyarakat Miskin Pedesaan dan Kota (MMPK) bernama Arifin Kalender lalu terjalin hubungan yang baik, Akirnya keponakan ku kubawa ke Pelembang bersama sepupu yang berkawan dengan wong lsm itu.”

“Kami beempat naik motor sungai ke Pelembang dengan ongkos 100 ribu” papar Salam Seraya menambahkan, “ itu pun masing ngutang 40 ribu, entah mak mano nak bayarnyo, kageklah urusan belakang, yang penting ponakan ku pacak sembuh”.

Sesampainya di Palembang (malam Sabtu 1/11)) Rohasan dan pamannya disambut oleh Arifin Kalender Ketua LSM MMPK. Saya telah menghubungi Musyrif Suwardi (Sekda Prov Sumsel - red), selanjutnya Pak Musyarif memerintahkan Wakadin Kesehatan Sumsel dr Najmah Nasyir S untuk mengurusi dan membantu keperluan pasien selama di rawat di RSMH Palembang, ungkap Artifin.

Sampe di rumah sakit ini, kami disambut oleh ibuk yang gemuk itu, kata Salam sambil menunjuk Wakadiskes Sumsel (dr Najma). Dio ngurusi segalonya malam itu, kami dak pacak bebuat apo-apo, duet bae untuk makan malem ini dak ketek. Kata Salam dengan mata yang berbinar.

Disamping Salam ada serang pemuda yang berkulit sawo mateng, rambut ikal, tinggi seiktar 160 cm memberikan uang Rp 100.000,- kepada Salam. seraya berkata, terimalah ini pak, alakadarnya untuk biaya makan malam ini, ketika ditanyanya siapa nama pemuda tersebut, orang yang mem beri uang tersebut hanya tersenyum saja.

Malam Sabtu Wakadiskes Sumsel mengurus semua keperluan perawatan pasien hingga Pukul 24.00 WIB lalu pamit kepada pasein dan keluarga serta Arifin Kalender untuk pulang. “Tenang saja pak, semua biaya pengobatan dan perawatan kemenakan bapak hingga sembuh di jamin Bapak Gubernur” kata Najma kepada Salam, Secara sepontan Paman Rohasan mengucapkan terima kasih, dengan mata yang masih berkaca-kaca, “tolong sampeke dengan gubernur, bu, kami terimo kase nian.

Keesokan harinya Sabtu (1/12) sekitar Jam 14.00 WIB pemuda malang ini, harus mengalami kenyataan yang pahit, kaki kirnya yang menjadi tempat bersarang ratusan ulat belatung diamputasi. Proses medis amputasi kaki Rohanan sekira satu jam berlangung tanpa hambatan, selanjutnya dibawa kembali ke Ruang ICU.

Pada Sabtu Malam (1/12) setelah dironsen, pemuda malang ini dibawa ke Ruang Rawat Inip klas II RSUP M Hoesin Palembang untuk perawatan proses penyembuhan. Sekitar Pukul 09.00 WIB, Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumsel dr Syahrul Muhammad MARS menjenguk pasien Rohasan.

Sekitar Pukul 10.00 WIB hadir pula Sekda Prov Sumsel H. Musyrif Suwardi untuk melihat kondisi terakhir Rohanan pemuda malang yang baru diamputasi kakinya, “Nak kau harus tabah dan tawakal atas musibah ini, Insyah Allah, Alllah akan melimpahkan rahmat dan karunia Nya kepada mu, kata Muyrif.

Menurut Musyrif kepada wartawan yang menanyakan masalah biaya pengobatan hingga sembuh, mengatakan “ semua biaya akan dijamin oleh Gubernur Sumsel, Selain itu, Gubernur juga akan memberikan alat bantu agar Rohasan dapat berjalan.

Menanggapi pertanyaan adanya pihak lain yang membiayai pengobatan Rohasan. Sekda Prov Sumsel ini, mengatakan “ terserah, yang penting pasien sembuh dulu. Tapi untuk diketahui keluarga pasien kemarin malam (30/11) menghubungi saya minta bantuan pengobatan Rohasan, karena pasein sudah hampir dua bulan terlantar di Desa Bandar Agung Muba,. tegas Musyrif.

Rohanan berasal dari keluarga tidak mampu yang tinggal di Sumatera Selatan, dia membutuhkan pertolongan dan perhatian, maka pemerintah setempat berkewajiban untuk membantu dan melindungi. Jangankan warga Sumsel orang dari luar yang membutuhkan pertolongan wajib kita Bantu, ungkap Musrif seraya menambahkan, “petugas kita akan terus memantau perkembangan kondisi fisik dan mental Rohasan pasca amputasi. (adriyaneka)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia