KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
KESEHATAN

Puluhan Jerigen Tuak Oplosan Terkena OTT Polsek Parapat
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 30-Apr-2018, 13:56:45 WIB

KabarIndonesia - Parapat, Dikabarkan dari kawasan Danau Toba, Kapolsek Parapat AKP Raymond Hutagalung SH bersama timnya melakukan razia dan OTT puluhan jerigen tuak oplosan yang diduga dicampur dengan “Autan” jenis anti nyamuk oles, tepung bir, gula, susu kaleng, air bekas cucian beras dan putih telur, Jumat (27/4/2018).

Pada waktu itu Kapolsek dan timnya langsung mengamankan puluhan jeregen diduga berisikan ribuan liter tuak oplosan yang akan didistribusikan ke kedai tuak di berbagai daerah di kawasan Danau Toba. Penangkapan ini langsung dipimpin oleh Kapolsek Parapat AKP Raymond M Hutagalung bersama, Kanit Intel Aiptu M. Nababan, Kanit Lantas Iptu M. Matondang bersama personil Polsek Parapat.

Pantauan masyarakat dan media bahwa Tuak oplosan ini sebenarnya sudah lama beroperasi dan biangkeroknya oleh para pengecer dan distributor (panggalas) tuak (getah air pohon nira/enau dan kelapa).

Kapolsek Parapat, AKP Raymond Hutagalung usai melakukan pengamanan mobil Pickup berisi puluhan jerigan berisi tuak (oplosan) di Mapolsek Parapat, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pembinaan dan mengembalikan tuak-tuak itu kepada tokenya, sambil mengamankan serbuk yang dicampurkan ke dalam jeregen.

"Jadi razia ini kita lakukan demi mengantisipasi miras oplosan, terlebih jelang bulan Ramadhan yang berpotensi dapat menganggu keamanan dan juga mengganggu kesehatan para pelanggan tuak ini. Mereka juga tidak memiliki izin yang resmi dari Depkes/POM. Yang disita danndiamankan dalam razia ini adalah tepung karbonat aja, dan pelakunya membuat surat pernyataan agar tidak melakukannya lagi, " ujar AKP Raymond.

Informasi yang diperoleh, Tuak Oplosan ini direncanakan akan diedarkan ke sejumlah Warung tuak di berbagai daerah, seperti Parapat, Porsea, Balige, Siborongborong, Samosir,. Tuak oplosan itu hampir seluruhnya memakai serbuk, yang menurut pengakuan pengoplos adalah sebagai penghilang rasa asam minuman tuak.

Hal itu diakui pemilik tuak yang di OTT bermarga Sijabat beralamat di Pansur Onom kecamatan Jorlang Hataran bersama marga Sinaga dari Simpang Siatasan, kecamatan Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun. "Tepung bir, memang sengaja dicampur dengan tuak supaya rasa asam bisa agak hilang" sebutnya.

Sementara itu, dalam pemeriksaan di Polsek Parapat, ditemukan tiga unit mobil Pikcup jenis L300, satu unit mobil angkutan umum CV. Sinar Murni, 4 unit sepeda motor dengan ratusan jerigen berisikan tuak berikut beberapa Ons serbuk tepung bir, gula pasir.

Menurut pengakuan distributor bermarga Sijabat, Sinaga, dan Hutahaean kepada pemeriksa Polsek Parapat, tepung bir dibeli dari Balata, sementara tuak dikumpulkan dari Sihaporas, Bukit Dua, Pansur Onom, Simpang Siatasan, kecamatan Jorlang Hataran; juga dari Tigadolok, Pondok Bulu, Naga Hulambu, kecamatan Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun.

Salah seorang warga dan penikmat tuak bermarga Sirait (54) menyampaikan rasa kecewanya dengan temuan oplosan Tuak itu, sebab sebagai konsumen dia mengaku sudah puluhan tahun minum tuak. "Beberapa tahun terakhir ini saya merasa heran, sebab bisa ratusan jerigen tiap hari tuak lintas ke arah Toba sana, dan belum lagi ke Pematangsiantar dan Medan." katanya.

Senada dengan Sirait, bebeberapa orang tokoh masyarakat di Ambarita, Simanindo, Pangururan kabupaten Samosir menyampaikan keprihatinan dan kekecewaannya atas peredaran Tuak yang diduga merupakan hasil oplosan dari kabupaten tetangga Mereka mengaku banyak warung/kedai yang menyediakan tuak (oplosan) berasal dari luar Samosir, sebab di kabupaten Samosir sendiri sangat jarang ditemukan pohon enau/nira dan kelapa.

"Bagaimana mungkin tiap hari warung/kedai tuak menjual ribuan gelas/botol tuak, sementara di Samosir kita ini sedikit saja pohon enau (bagot). Perhatikan saja di pelabuhan kapal Simanindo, Tomok, Nainggolan, pagi hari sudah ada puluhan jerigen yang dibawa dari daerah tetangga. Perkiraan saya ratusan jerigen tuak yang masuk ke Samosir" kata Naibaho, tokoh masyarakat di Pangururan.

Terkait razia dan OTT yang dilakukan Polsek Parapat, Ketua FKTM Samosir Obin Naibaho mengapresiasinya seraya mengharapkan agar Kapolres Samosir juga melakukan hal yang sama. "Polres bisa merazia tuak yang dibawa dari luar daerah, di pelabuhan atau dermaga kapal/ferry di Samosir seperti Tomok, Simanindo, Palipi, Nainggolan, Onanrunggu" ujarnya seraya menambahkan bahwa operasi tuak ini pernah dilakukan beberapa tahun lalu.

Disampaikannya, pihak FKTM Samosir sendiri sudah pernah melakukan diskusi tentang "Tuak" ditinjau dari sisi adat, kesehatan. Pada waktu itu pertemuan diskusi merekomendasi dan mengusulkan agar Pemerintah Daerah menerbitkan Peraturan Daerah.

Lebih lanjut, Kapolsek Parapat menyampaikan bahwa razia ini dilakukan terkait adanya kejadian di daerah lain, akibat minuman oplosan (miras) menghilangkan beberapa nyawa menjadi korban

"Kita memeriksa bahan apa saja yang dicampurkan ke minuman tuak yang akan didistribusikan kepada konsumennya. Apakah benar ada yang membahayakan, jadi kita ambil langkah sebelum ada korban nyawa seperti dibenerapa daerah lain. Kalau memang membahayakan dan beresiko tinggi bagi konsumen yah akan kita ambil langkah sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Kapolsek, mantan personil Brimob ini.

Menurut Hutagalung, bahwa Tuak itu adalah minuman khas suku Batak bahkan sudah menjadi tradisi. "Tetapi itu harus utuh tuak atau nira dan campurannya hanyalah kulit kayu yang disebut raru, namun kali ini sudah janggal jika dicampur dengan bahan-bahan berbahaya."tutupnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia