KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalMantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Pada Usia 91 Tahun oleh : Danny Melani Butarbutar
25-Feb-2020, 15:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak, tutup usia pada Selasa, 25 Februari 2020. Politikus 91 tahun itu meninggal di rumah sakit El Galaa Kairo. Dia menghembuskan napas terakhir usai perawatan intensif pascaoperasi.

Sebagaimana dikutip BBC, informasi meninggalnya Hosni
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 
Menu Aceh Sie Asap Localeco 20 Feb 2020 04:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
KESEHATAN

Puluhan Jerigen Tuak Oplosan Terkena OTT Polsek Parapat
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 30-Apr-2018, 13:56:45 WIB

KabarIndonesia - Parapat, Dikabarkan dari kawasan Danau Toba, Kapolsek Parapat AKP Raymond Hutagalung SH bersama timnya melakukan razia dan OTT puluhan jerigen tuak oplosan yang diduga dicampur dengan “Autan” jenis anti nyamuk oles, tepung bir, gula, susu kaleng, air bekas cucian beras dan putih telur, Jumat (27/4/2018).

Pada waktu itu Kapolsek dan timnya langsung mengamankan puluhan jeregen diduga berisikan ribuan liter tuak oplosan yang akan didistribusikan ke kedai tuak di berbagai daerah di kawasan Danau Toba. Penangkapan ini langsung dipimpin oleh Kapolsek Parapat AKP Raymond M Hutagalung bersama, Kanit Intel Aiptu M. Nababan, Kanit Lantas Iptu M. Matondang bersama personil Polsek Parapat.

Pantauan masyarakat dan media bahwa Tuak oplosan ini sebenarnya sudah lama beroperasi dan biangkeroknya oleh para pengecer dan distributor (panggalas) tuak (getah air pohon nira/enau dan kelapa).

Kapolsek Parapat, AKP Raymond Hutagalung usai melakukan pengamanan mobil Pickup berisi puluhan jerigan berisi tuak (oplosan) di Mapolsek Parapat, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pembinaan dan mengembalikan tuak-tuak itu kepada tokenya, sambil mengamankan serbuk yang dicampurkan ke dalam jeregen.

"Jadi razia ini kita lakukan demi mengantisipasi miras oplosan, terlebih jelang bulan Ramadhan yang berpotensi dapat menganggu keamanan dan juga mengganggu kesehatan para pelanggan tuak ini. Mereka juga tidak memiliki izin yang resmi dari Depkes/POM. Yang disita danndiamankan dalam razia ini adalah tepung karbonat aja, dan pelakunya membuat surat pernyataan agar tidak melakukannya lagi, " ujar AKP Raymond.

Informasi yang diperoleh, Tuak Oplosan ini direncanakan akan diedarkan ke sejumlah Warung tuak di berbagai daerah, seperti Parapat, Porsea, Balige, Siborongborong, Samosir,. Tuak oplosan itu hampir seluruhnya memakai serbuk, yang menurut pengakuan pengoplos adalah sebagai penghilang rasa asam minuman tuak.

Hal itu diakui pemilik tuak yang di OTT bermarga Sijabat beralamat di Pansur Onom kecamatan Jorlang Hataran bersama marga Sinaga dari Simpang Siatasan, kecamatan Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun. "Tepung bir, memang sengaja dicampur dengan tuak supaya rasa asam bisa agak hilang" sebutnya.

Sementara itu, dalam pemeriksaan di Polsek Parapat, ditemukan tiga unit mobil Pikcup jenis L300, satu unit mobil angkutan umum CV. Sinar Murni, 4 unit sepeda motor dengan ratusan jerigen berisikan tuak berikut beberapa Ons serbuk tepung bir, gula pasir.

Menurut pengakuan distributor bermarga Sijabat, Sinaga, dan Hutahaean kepada pemeriksa Polsek Parapat, tepung bir dibeli dari Balata, sementara tuak dikumpulkan dari Sihaporas, Bukit Dua, Pansur Onom, Simpang Siatasan, kecamatan Jorlang Hataran; juga dari Tigadolok, Pondok Bulu, Naga Hulambu, kecamatan Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun.

Salah seorang warga dan penikmat tuak bermarga Sirait (54) menyampaikan rasa kecewanya dengan temuan oplosan Tuak itu, sebab sebagai konsumen dia mengaku sudah puluhan tahun minum tuak. "Beberapa tahun terakhir ini saya merasa heran, sebab bisa ratusan jerigen tiap hari tuak lintas ke arah Toba sana, dan belum lagi ke Pematangsiantar dan Medan." katanya.

Senada dengan Sirait, bebeberapa orang tokoh masyarakat di Ambarita, Simanindo, Pangururan kabupaten Samosir menyampaikan keprihatinan dan kekecewaannya atas peredaran Tuak yang diduga merupakan hasil oplosan dari kabupaten tetangga Mereka mengaku banyak warung/kedai yang menyediakan tuak (oplosan) berasal dari luar Samosir, sebab di kabupaten Samosir sendiri sangat jarang ditemukan pohon enau/nira dan kelapa.

"Bagaimana mungkin tiap hari warung/kedai tuak menjual ribuan gelas/botol tuak, sementara di Samosir kita ini sedikit saja pohon enau (bagot). Perhatikan saja di pelabuhan kapal Simanindo, Tomok, Nainggolan, pagi hari sudah ada puluhan jerigen yang dibawa dari daerah tetangga. Perkiraan saya ratusan jerigen tuak yang masuk ke Samosir" kata Naibaho, tokoh masyarakat di Pangururan.

Terkait razia dan OTT yang dilakukan Polsek Parapat, Ketua FKTM Samosir Obin Naibaho mengapresiasinya seraya mengharapkan agar Kapolres Samosir juga melakukan hal yang sama. "Polres bisa merazia tuak yang dibawa dari luar daerah, di pelabuhan atau dermaga kapal/ferry di Samosir seperti Tomok, Simanindo, Palipi, Nainggolan, Onanrunggu" ujarnya seraya menambahkan bahwa operasi tuak ini pernah dilakukan beberapa tahun lalu.

Disampaikannya, pihak FKTM Samosir sendiri sudah pernah melakukan diskusi tentang "Tuak" ditinjau dari sisi adat, kesehatan. Pada waktu itu pertemuan diskusi merekomendasi dan mengusulkan agar Pemerintah Daerah menerbitkan Peraturan Daerah.

Lebih lanjut, Kapolsek Parapat menyampaikan bahwa razia ini dilakukan terkait adanya kejadian di daerah lain, akibat minuman oplosan (miras) menghilangkan beberapa nyawa menjadi korban

"Kita memeriksa bahan apa saja yang dicampurkan ke minuman tuak yang akan didistribusikan kepada konsumennya. Apakah benar ada yang membahayakan, jadi kita ambil langkah sebelum ada korban nyawa seperti dibenerapa daerah lain. Kalau memang membahayakan dan beresiko tinggi bagi konsumen yah akan kita ambil langkah sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Kapolsek, mantan personil Brimob ini.

Menurut Hutagalung, bahwa Tuak itu adalah minuman khas suku Batak bahkan sudah menjadi tradisi. "Tetapi itu harus utuh tuak atau nira dan campurannya hanyalah kulit kayu yang disebut raru, namun kali ini sudah janggal jika dicampur dengan bahan-bahan berbahaya."tutupnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 
 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia