KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA KONSULTASI LAINNYA





 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
KONSULTASI

Dialog Publik Pasca Banjir Bandang Menerjang Areal Persawahan di Desa Hutagurgur dan Siboro Kabupaten Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 06-Jun-2018, 14:33:10 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Pada hari Senin (4/6/2018), bertempat di desa Hutagurgur, kecamatan Sianjur Mulamula, kabupaten Samosir, Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS) bekerjasama dengan Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) serta Radio Samosir Green, menyelenggarakan dialog publik tentang "Dampak kerusakan Hutan terhadap Lingkungan dan pemenuhan Hak ekonomi, sosial dan budaya (Ekosob) masyarakat. Acara Dialog ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan hidup yang jatuh pada setiap tanggal 5 Juni.

Hadir dalam dialog publik ini, Pejabat pemerintah kabupaten Samosir antara lain Ir. Juang Sinaga Wakil Bupati Samosir, Marang Situmorang Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP), Kabid Perkebunan Dinas Pertanian, Mahler Tamba, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan staf kantor Camat Sianjur Mulamula.

Acara diawali dengan Ibadah bersama dan penanaman pohon di lahan masyarakat yang ada di desa tersebut.

Ketua Serikat Tani Kabupaten Samosir, Parsaoran Sianturi dalam sambutannya menyatakan bahwa, perayaan Hari Lingkungan Hidup ini dilaksanakan di Hutagurgur sekaligus untuk memberikan dukungan moril kepada anggota Serikat Tani yang ada di desa tersebut dan masyarakat Desa Hutagurgur secara umum, yang mengalami bencana banjir bandang pada bulan Februari 2018 lalu.

Angela Manihuruk, Staf KSPPM wilayah Samosir menjelaskan bahwa acara penanaman pohon ini rutin setiap tahun dilakukan oleh KSPPM dan STKS dilahan-lahan kritis masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki rasa tanggungjawab untuk merawat dan menjaga agar pohon yang ditanam tumbuh dengan baik.

Pada acara dialog yang dimoderatori oleh Doharta Sirait tersebut mengetengahkan narasumber yakni Ir. Juang SInaga (wakil bupati Samosir), Delima Silalahi (direktur program KSPPM), Drs. Mahler Tamba (Badan Penanggulangan Bencana Daerah/BPBD), J. Banjarnahor dan SM Manik (Dinas Pertanian).

Drs Mahler Tamba menjelaskan bahwa bencana merupakan kehendak Tuhan yang tidak bisa dicegah oleh manusia. Namun manusia hanya bisa meminimalisir dampak bencana dengan melakukan beberapa hal antara lain menghindari tinggal di daerah rawan bencana seperti bantaran kali dan rajin menanam pohon.

Mahler juga menjelaskan bahwa BPBD kabupaten Samosir memiliki anggaran yang sangat terbatas sehingga mereka hanya bisa membantu korban bencana yang rumah tinggalnya hanyut atau terbakar. Sedangkan untuk areal persawahan yang dilanda banjir mereka tidak memiliki anggaran sebagai bantuan.

Sementara itu, Delima Silalahi dalam paparannya mengatakan bahwa masalah kerusakan hutan sangat berdampak terhadap pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Setiap warga negara berhak hidup dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar kawasan Danau Toba adalah persoalan sistemik yang harus ditangani juga secara sistem.

Dikatakannya, bencana seperti banjir bandang yang sering terjadi belakangan ini bukanlah bencana alam yang tak bisa dicegah, namun merupakan bencana lingkungan yang muncul karena ulah manusia dan kebijakan yang tidak berpihak pada keberlangsungan lingkungan. Ada lebih dari 180.000 hektar hutan di kawasan Danau Toba milik perusahaan di hulu Danau Toba yang berkontribusi terhadap munculnya berbagai bencana lingkungan.

"Harusnya pemerintah mengevaluasi pemberian-pemberian izin yang merusak lingkungan tersebut. Di samping itu masyarakat harus berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dnegan menanam pohon untuk generasi yang akan datang." jelas Delima.

Terkait lingkungan hidup, Ir. Juang Sinaga berpendapat bahwa di satu sisi lingkungan harus dilestarikan namun di sisi lain juga harus dimanfaatkan. "Bencana adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua pihak dan kerusakan lingkungan pastinya akan menimbulkan bencana. Namun Pemkab Samosir memiliki komitmen yang serius dalam pencegahan terjadinya bencana akibat kerusakan lingkungan tersebut," jelasnya.

Juang Sinaga menegaskan kepada peserta dialog, bahwa saat ini pemerintah mengajak semua pihak khususnya masyarakat untuk berperan aktif menanam pohon. Pemerintah bersedia memberikan bibit-bibit pohon kepada masyarakat untuk ditanam dilahan-lahan masyarakat.

Selanjutnya, SM Manik dari Dinas Pertanian Samosir menyampaikan bahwa dampak bencana lingkungan yang terjadi juga merupakan bagian dari pekerjaan mereka. Areal pertanian sawah yang terkena dampak sedikit banyak mengganggu keberhasilan pekerjaan mereka selama ini. Oleh karena itu mereka siap membantu masyarakat memberikan pendidikan bagi petani untuk pengembangan pertanian lainnya seperti pengembangan padi darat dan tanaman kopi.

Menurut Delima Silalahi (KSPPM) dan Fernando Sitanggang (Radio Samosir Green), dalam dialog tersebut antusias masyarakat untuk bertanya dan menyampaikan keluhan kepada pemerintah cukup tinggi. Namun karena waktu dari Wakil Bupati yang sangat singkat, dari tiga ratusan petani yang hadir hanya enam orang yang mendapat kesempatan untuk bertanya.

Pada umumnya petani menyampaikan kekecewaan mereka terhadap lambannya pemerintah Samosir merespon kerusakan areal persawahan mereka yang akibat banjir bandang Februari yang lalu. Mereka juga berharap agar pemkab Samosir segera mengambil tindakan pemulihan sawah-sawah mereka yang tertimbun pasir dan bebatuan besar yang hingga saat ini tidak lagi bisa dikelola menjadi sawah.

Masalah lain yang dikemukakan warga adalah masalah ketersediaan air bersih di beberapa desa di kabupaten Samosir harus menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah juga diminta lebih serius melakukan penyelamatan lingkungan dan mencegah penebangan pohon di hulu Danau Toba.

Menanggapi pertanyaan dan harapan masyarakat, wakil Bupati Juang Sinaga berjanji akan segera menurunkan tim untuk melakukan kajian kerusakan lingkungan akibat bencana tersebut, sehingga pemkab bisa memutuskan tindakan yang paling tepat terhadap areal persawahan mereka.

Setelah dialog selesai, Koordinator panitia penyelenggara Freddy Simanungkalit, melanjutkan acara dengan pagelaran tarian (tortor) diiringi musik gondang Batak yang dipersembahkan oleh kelompok tani Beta Hita.

Demikian berita ini diterima pewarta kabarindonesia.com yang dirilis panitia yakni Freddy Simanungkalit dan Angela Chiyo Manihuruk.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia