KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA MERAH PUTIH LAINNYA






 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
MERAH PUTIH

Danjen Sesko TNI Beri Pencerahan Tentang Upaya Asing Mengganggu Keamanan NKRI
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 16-Mar-2019, 09:06:16 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana dikabarkan media Nusantaranesw.co dan MediaPatriotBhayangkara, bahwa pada (29/12/2016) yang lalu di Batam, Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Agoes Sutomu menegaskan bahwa TNI tetap setia kepada NKRI dan rakyat.

“Masyarakat harus yakin. TNI tetap setia pada NKRI dan rakyat. TNI tahu kapan saatnya mengambil sikap kalau negara memang dalam keadaan genting,” tegas Agoes Sutomo kepada media.

Pada kesempatan tersebut Letjen Agoes menyampaikan pernyataan pencerahan, dalam rangkuman materi paparannya tentang Geopolitik dan Geostrategi Indonesia dalam kaca mata intelijen. “Kalau kita mendengar presentasi Panglima TNI tentang perspektif ancaman pada ILC (Indonesian Lawyer Club) yang lalu maka kita akan paham kenapa Indonesia menjadi sasaran target incaran negara maju di dunia,” papar Agoes.

Menurut Dansesko Letjen TNI ini, kekuatan asing yang mengincar Indonesia sangat berharap Indonesia rusuh, perang saudara seperti Suriah sekarang. “Untuk itu mereka telah melakukan skenario (ibarat lingkar obat nyamuk) secara sistematis melakukan proxy war pelemahan Ketahanan Nasional Indonesia dari masa ke masa secara bertahap dan halus,” ungkapnya.

“Pelemahan sistem pertahanan kita itu meliputi semua bidang. Mulai dari ekonomi, politik, hukum, peraturan perundangan, sejarah, media informasi, pergeseran watak prilaku bangsa, gaya hidup, institusi pemerintah, termasuk pelemahan TNI baik secara fungsi dan wewenang,” sambung Dansesko.

Lebih lanjut Agoes menjelaskan, pelemahan sistem pertahanan ini dilakukan melalui operasi intelijen masive dan terstruktur. Ada User (negara/kelompok elit)), ada Agent Handle, di bawahnya Agent Action dan di bawahnya lagi ada Informan berlapis. Menurutnya, tiap struktur dan bahagian ini bergerak menurut tupoksinya masing masing, namun diantara sesama merekapun tidak saling mengenal, yang tahu hanya Sang "User”.

"Mereka dibayar, dilatih untuk melakukan operasi-operasi cipta kondisi bahkan sabotase dengan bantuan dana tanpa batas serta dukungan power politik yang kuat,” ungkapnya. Masing-masing agent ini, lanjut Agoes, masuk melebur ke dalam sendi-sendi kehidupan bernegara kita. Ada yang masuk dan menjadi tokoh negarawan, dosen, pengamat, pejabat publik, institusi pemerintahan (eksekutif, legislatif, judicatif), dunia perbankan, dunia perfilman, bahkan sampai ke istana dan tubuh TNI-POLRI sekalipun.

“Agent handle sebagai pengendali, Agent action sebagai eksekutor, informan sebagai pengumpul informasi lapangan. Masing-masing agent ada yang bergerak sebagai pendukung kontra pihak ketiga dari pemerintahan,” jelasnya.

Kemudian, Agoes menjelaskan bahwa semua bergerak dalam rangka mengamankan setiap kepentingan "User" di Indonesia.
Salah satu contoh yang marak sekarang adalah bagimana merekayasa terjadi gejolak kerusuhan di Indonesia.

“Untuk menciptakan gejolak masing-masing agent bergerak untuk menanamkan rasa saling benci, saling curiga, saling buruk sangka, diantara sesama anak bangsa. Baik antar suku, antar agama, antar ormas, antar ulama antar pengamat, antar kampus, antar parpol, antar tokoh bangsa.
Termasuk antar institusi kita. Semua seolah dipaksa dan digiring kepada satu titik yaitu Perang. Sekecil apapun masalah akan diperuncing dan diprovokasi secara timbal balik,” ungkap Agoes.
"Tujuannya hanya satu, yaitu menjadikan anak bangsa menjadi bangsa yang sinis, egois, ambisius, sadis, anti kebersamaan. Kita dijauhkan dari sifat asli bangsa Indonesia seperti: Pejuang, militan, pemberani, kuat, kompak, suka bermusyawarah, dan gotong royong,” ujar Agoes. Jadi, kalau ada kejadian di sekitar kita yang di luar kewajaran itu adalah salah satu bentuk hasil kerja para agent tersebut.

“Perang saudara adalah hal yang sangat diinginkan User asing terhadap indonesia. Agar kita akhirnya terpecah belah, hancur lebur, lemah untuk kemudian mereka kuasai,” ungkapnya.

Terkait dengan upaya terstrutur dan masif tersebut, Dansesko Letjen TNI Agoes Sutomo menawarkan solusi sebagai pencerahan bagi semua warga dan masyarakat Indonesia.

Berikut 7 solusi yang disampaikan Letjen Agoes dalam mengantisipasi upaya mengganggu keamanan dan pertahanan NKRI:

"1. Jadilah kita kembali menjadi jati dirinya orang Indonesia. Sebuah kesadaran kolektif senasib, satu bangsa dan satu rasa cinta tanah air. Tak ada pandang SARA. Kita adalah sebuah bangsa yang kuat dan bersaudara.

2. Jangan mau terpancing untuk menjadi “tidak waras” (sesuai keinginan User), untuk punya keinginan saling bunuh, saling memerangi, saling menghabisi antar sesama anak bangsa. Persoalan politik diselesaikan dengan cara politik yang moderat.

3. Kalau Indonesia pecah perang saudara, banyak negara sekitar kita yang tepuk tangan dan bahagia.

4. Secara politik konstitusional, tidak ada sebaik kembali lagi kepada UUD 1945 dan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Karena itu dibuat oleh para 'Founding Father' kita melalui sebuah perenungan, pemikiran, dan penghayatan yang sangat dalam sesuai dengan kondisi bangsa.

5. Ikat kembali rasa persatuan sesama anak bangsa. BUNUH segala bentuk skenario para USER tersebut dengan tidak mudah terpancing, dan justru merekat kembali rasa persaudaraan.

6. Bagi pemuda pemuda idealis dan nasionalis. Mari ikut berjuang mengambil peran dan posisi strategis negara untuk melakukan perbaikan moral dan cita cita bangsa.

7. Percayalah TNI tetap solid dan setia terhadap NKRI. Bersama Rakyat TNI Kuat. TNI tahu kapan saat yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan disaat negara genting."

Sumber: Nusantaranews.co atas investigasi MPB/Serma Dalimun,Babinsa Jakasetia 71/kranji/MediaPatriotBhayangkara.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia