KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit dan Tol Media (Sebuah Kesaksian Untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA MERAH PUTIH LAINNYA







 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
MERAH PUTIH

Peluncuran Buku "Meyakini Menghargai dan Merayakan Keragaman di Indonesia"
Oleh : Zohiri Kadir | 31-Jan-2019, 17:19:37 WIB

KabarIndonesia - Peluncuran dua buku Meyakini Menghargai dan Merayakan Keragaman di Indonesia,  merupakan puncak dari rangkaian acara Festival Keragaman yang dilakukan di Bandung (14 Desember 2018), Jogjakarta (15 Januari 2019), dan Padang (26 Januari 2019). Kedua buku ini merupakan Seri Literasi Agama untuk Remaja dalam rangka mengedukasi nilai-nilai keragaman Indonesia bagi generasi milenial. Acara ini berlangsung di Perpustakaan Nasional, Jakarta (28/1/ 2019) ) dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan Yudi Latief.

Indonesia saat ini  "diberkahi" 90 juta milenial. Artinya generasi milenial memiliki peran penting untuk masa depan negeri ini. Wajah masa depan Indonesia tergantung dari pandangan, interaksi, dan nilai-nilai yang diserap generasi milenial negeri ini. Sayangnya, generasi milenial negeri ini masih rentan dengan pertarungan hoaks, isu intoleransi, sikap-sikap antikeragaman, dan riuhnya ujaran kebencian. Terlebih lagi, dinamika di media sosial turut memengaruhi persepsi generasi milenial dalam membangun cara pandang serta melihat masa depan negeri ini.

Dengan latar belakang yang masih rentan tersebut, kami selaku Penerbit Exposé (Mizan Group) bersama PPIM Universitas Islam Negeri Jakarta, dan Convey Indonesia terpanggil untuk menerbitkan buku bernutrisi keragaman Indonesia untuk generasi muda (milenial) Indonesia. Kami sekadar mengingatkan generasi muda bahwa Bangsa Indonesia sebetulnya telah memiliki "DNA Keragaman" dengan budaya dan sejarah keragaman dan kerukunannya yang begitu panjang. Indonesia adalah negeri paling majemuk, paling toleran, tapi juga dengan keunikannya menyimpan potensi disharmoni.

Faktanya, Indonesia dihuni 1340 suku bangsa, memiliki 742 bahasa, ada 6 Agama Resmi dan 187 Penghayat Kepercayaan atau agama lokal. Terlalu majemuk bukan? Wajarlah jika ada yang berpikir bahwa keragaman yang sangat tinggi ini menyimpan potensi disintegrasi yang juga sangat tinggi. Apalagi Indonesia bukan negara daratan, melainkan negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan yang luas. 

Namun, kekuatiran itu menjelma ketakjuban ketika Anda membaca dua buku terbaru kami, yakni Meyakini Menghargai dan Merayakan Keragaman terbitan Exposé (Mizan Group), PPIM UIN Jakarta, dan Convey Indonesia. Seperti apa bukunya? Persisnya Teman-teman Pers akan mendapatkan informasi lebih banyak saat menghadiri acara Launching kami. 
Ketika membaca kedua buku  ini, kita akan menemukan keajaiban dari kemajemukan Indonesia pada halaman-halaman awal buku Meyakini Menghargai. Kita disajikan banyak fakta yang semuanya menyimpulkan betapa ajaibnya Indonesia.

Bayangkan, Eropa merupakan daratan, tetapi mereka "terpecah" menjadi 50 negara. Di belahan lain, mereka hidup di satu daratan yang luas, dengan satu bahasa, satu agama, tapi terus bertikai dan berperang sampai hari ini. Timur Tengah salah satu contohnya. Menariknya, dibandingkan Eropa dan Timur Tengah, kemajemukan Indonesia lebih kompleks, tetapi negeri ini tetap bertahan dan nyaris tidak ada ancaman disintegrasi yang serius. Artinya keragaman atau kemajemukan itu bukan pemecah, malahan pemersatu. Ibarat orkestra, kemajemukan itu menciptakan simfoni yang indah, yang bisa dinikmati kemerduannya bersama-sama. Itulah message besar yang hendak disampaikan kedua buku yang dikemas secara menarik dan popular ini.

Buku ini ditujukan untuk pembaca milenial, sehingga kemasannya pun sengaja dibikin ringan, baik bahasa maupun artistik lay out-nya. Kedua buku ini hadir di saat yang tepat, mengisi kerinduan publik akan buku-buku toleransi dan kerukunan umat beragama yang cocok dan friendly bagi kalangan milenial. Menguatnya budaya hoax dan pemikiran radikal yang antikemajemukan, dapat menjadikan kedua buku ini sebagai media edukasi alternatif.Pendekatan narator dengan "melibatkan" karakter setiap pemeluk agama membuat penyajian materi dalam buku ini terasa unik, menarik, dan mudah dimengerti.

Pembaca akan mengetahui ajaran, konsep ketuhanan, kitab suci, hari raya masing-masing agama dan aliran kepercayaan. Buku ini dilengkapi ilustrasi, foto dan aplikasi virtual reality UID360 yang berisi wisata religi dan bisa diunduh di Google Playstore secara gratis sehingga membuat buku ini semakin asyik dinikmati.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia