KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Di Gubuk Sesal 30 Jun 2016 17:36 WIB

Ayah 30 Jun 2016 17:22 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 

Limbah Pabrik Cemari Sungai, Populasi Ikan Berkurang

 
LINGKUNGAN HIDUP

Limbah Pabrik Cemari Sungai, Populasi Ikan Berkurang
Oleh : Teguh Trianton | 13-Sep-2007, 21:22:09 WIB

KabarIndonesia - PURBALINGGA, Banyaknya limbah pabrik di Purbalingga yang dibuang langsung ke sungai, menyebabkan pencemaran dan penurunan kualitas air. Akibatnya perkembangan populasi ikan terhambat. Jika kondisi seperti dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan mengganggu keseimbangan alam. Selain karena pencemaran, penurunan kualitas air juga disebabkan semakin tingginya tingkat erosi di hulu.

Menurut Afif Hani, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan kantor Dinas Perikanann dan Peternakan (Disnakan) Purbalingga, selain dua faktor tersebut, penangkapan ikan yang tidak sesuai prosedur, seperti disetrum, diracun, atau dengan bahan peledak juga telah menghambat perkembangan populasi ikan. Padahal penangkapan ikan dengan cara tersebut, jelas-jelas melanggar pasal 84 UU N0. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.

Dalam UU disebutkan bahwa penangkapan ikan dengan cara yang merusak lingkungan dikenakan denda Rp1,2 miliar dan kurungan 6 tahun penjara untuk pelaku perorangan, serta denda Rp1,6 miliar untuk pelaku teroganisir dalam bentuk lembaga atau badan."Untuk itu, dinas akan melakukan sosialisasi UU No 31 Tahun 2004, sekaligus menyadarkan perilaku masyarakat. Saat ini dinas sudah memasang papan pengumuman berisi larangan dan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang berdekatan dengan sungai," katanya.

Sementara itu, untuk meningkatkan produksi ikan sungai, pihaknya  menebarkan 300.000 ekor benih ikan dari berbagai jenis, seperti tawes, nila, karper melem dan lele, ukuran 3 hingga 7 cm. Penebaran benih mengambil lokasi di pertemuan antara Sungai Gintung dengan Sungai Tambra, Dukuh Mlayang Desa Sinduraja Kecamatan Kaligondang, beberapa waktu lalu. Ke depan pihaknya juga akan menebar benih ikan sebanyak 150 ribu ekor, pada lokasi yang berbeda. "Ini merupakan program peningkatan produksi hasil ikan sungai. Tahun sebelumnya kita ditarget sebanyak 240 ton per tahun, sedangkan tahun ini kita ditarget 360 ton per tahunnya," ujarnya.

Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB

 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia