KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilLita Tamzil Ingin Berbagi dengan Ilmu Gaul oleh : Redaksi-kabarindonesia
09-Feb-2010, 05:53 WIB


 
 
Lita Tamzil Ingin Berbagi dengan Ilmu Gaul
KabarIndonesia - Nama Lita Tamzil semakin banyak dibicarakan setelah buku pertamanya "Belajar Gaul, Jadi Manusia Unggul" terbit. Buku setebal 218 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini, merupakan bukti kesuksesan Lita Tamzil, yang atas prakarsa suaminya, Paulus Tamzil,
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Best Jobs from Kawanku Magazine 07 Feb 2010 15:30 WIB


 

 
LOMBA PUISI: Jelas Sudah 09 Feb 2010 13:48 WIB

 
1500 Orang Preman Ancam Pendemo 06 Feb 2010 19:39 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

Ayat-ayat Cinta Merusak Bangunan Bersejarah | HOKI | Harian Online KabarIndonesia
 

Ayat-ayat Cinta Merusak Bangunan Bersejarah

 
LINGKUNGAN HIDUP

Ayat-ayat Cinta Merusak Bangunan Bersejarah
Oleh : E. Widiyati | 26-Mar-2008, 06:34:35 WIB

KabarIndonesia - Film produksi dalam negeri yang kabarnya mampu menarik dua juta penonton pada minggu pertama  ini, ternyata menimbulkan dampak negatif pada proses pembuatannya.

Seperti kita ketahui, film laris besutan Hanung Bramantyo ini menggunakan setting di Lawang Sewu - Semarang yang disulap menjadi lokasi seperti di Mesir tempat tokoh Fahri menuntut ilmu.

Pada proses pembuatan setting inilah terjadi perusakan pada bangunan bersejarah Lawang Sewu. Tembok-tembok kuno dipaku, daun pintu dilepas, diganti kacanya dan dicat ulang adalah sebagian dari daftar ‘dosa’ yang dilakukan kru film ini. “Tindakan tersebut jelas-jelas merusak orisinalitas Lawang Sewu. Jika tindakan tersebut dilakukan di luar negeri, pelakunya akan langsung didenda dan dipenjara!” kata Ir. Rizal Syahrial, seorang pemerhati bangunan bersejarah yang berdomisili di Semarang.

Lawang Sewu yang dibangun sejak 1908 adalah karya JF Klinkhamer dan BJ Quendag dari Belanda. Bangunan ini memiliki nilai historis, desain arsitektur maupun interior yang amat tinggi. Awalnya gedung ini adalah kantor pusat Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri pada 1864. Setelah kemerdekaan, kemudian dimanfaatkan sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia. Pada saat pertempuran lima hari meletus di Semarang tahun 1945, Lawang Sewu dan sekitarnya digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembantaian. Karena itu, hingga kini kesan angker masih melekat pada gedung tua ini.

Tak hanya Ayat-ayat Cinta yang pernah menggunakan Lawang Sewu sebagai lokasi shooting filmnya. Film horor berjudul sama: Lawang Sewu – Dendam Kuntilanak yang juga diproduksi oleh MD Pictures telah turut andil pula pada kerusakan yang terjadi pada bangunan kuno ini. Padahal menurut UU no 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya disebutkan bahwa tindakan merusak benda cagar budaya, termasuk mengubah warna atau bentuknya, akan dikenai sanksi pidana. Pihak Pemkot Semarang sendiri juga sudah memperkuatnya dengan SK Wali Kota 650/50/1992, bahwa Lawang Sewu adalah salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang dilindungi.

Ir. Rizal Syahrial selaku aktifis di Komunitas Inisiatif Telaah Arsitektur (KITA), amat menyayangkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap bangunan-bangunan bersejarah di kota Semarang. Padahal kota ini dikenal hingga manca negara antara lain karena sejarah dan bangunan-bangunan kunonya yang bernilai tinggi. Sebut saja seperti Sam Po Kong yang dikenal lewat legenda Ceng Ho, maupun pasar Johar yang merupakan karya arsitek terkenal Thomas Karsten.

Dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang ini juga berpendapat: “Bangsa yang besar, adalah bangsa yang mengingat sejarahnya. Kita semua ada karena sejarah masa lalu. Sejarah ini bisa dipelajari antara lain dari bangunan-bangunan bersejarah yang ada. Jika bangunan bersejarah itu kita rusak sendiri, bagaimana tanggung jawab kita kepada keturunan kita nanti?”


*Penulis asli adalah Mien Setiawan seorang pemuda yang berjiwa artistik asal Semarang, dan penggemar benda-benda bersejarah.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Tumpukan Sampaholeh : James P Pardede
05-Feb-2010, 09:36 WIB


 
  Tumpukan Sampah Sejumlah turis asing dan lokal tidak menghiraukan tumpukan sampah yang ada di sepanjang Pantai Kuta Bali beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya mengatasi permasalahan sampah kiriman tersebut agar tidak merusak citra pariwisata Pulau Bali. Peran serta semua elemen
selengkapnya....
 
 

 
BERITA LAINNYA
 
"Mantra" Losari 09 Feb 2010 14:09 WIB


 

 
Ledakan Bom di Athena 10 Jan 2010 04:03 WIB

 
Menulislah dan Ayo Angkat Pena! 09 Feb 2010 05:31 WIB


 

 

 
Gus Dur dan Kebebasan Beragama 21 Jan 2010 12:51 WIB

 

 

 
Air Minum yang Aman Tanpa Direbus 08 Feb 2010 20:00 WIB


 

 
Rasa Ingin Tahu 08 Feb 2010 19:16 WIB

Mesjid Dipindah, Warga Resah 06 Feb 2010 15:44 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia