KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupJokowi Blusukan Asap: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Nov-2014, 15:09 WIB


 
 
Jokowi Blusukan Asap: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap
KabarIndonesia - Pekanbaru, 27 November 2014 – Kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Blusukan Asap ke Riau melihat lokasi kebakaran lahan gambut dan hutan menumbuhkan harapan Indonesia bisa bebas tanpa asap pada tahun depan. Ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi menjadikan penyelesaian
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Maaf dan Terimakasih untuk Ibu 28 Nov 2014 13:58 WIB


 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Eksplorasi Pemanfaatan Pekarangan secara Konseptual
Oleh : Zoer'aini Djamal Irwan | 24-Nov-2008, 09:25:49 WIB

KabarIndonesia - Pekarangan adalah lingkungan kita sehari-hari, jika ditata dengan baik; bakal menjadi taman. Pun jika kuasa dipelihara dengan baik, akan memberikan lingkungan menarik, nyaman dan sehat serta menyenangkan dan membuat kita betah berlama-lama tinggal di rumah.

Dengan menanam tanaman yang berproduktif, taman pekarangan dapat memberikan kesehatan yang memenuhi kepuasan jasmaniah dan rohaniah. Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif seperti tanaman holtikultura (tanaman buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman hias), rempah-rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan dan lainnya akan memberikan keuntungan yang berlipat ganda.

Pada tahun 1980-an terutama di DKI Jakarta, pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif dalam bentuk apotik hidup dan warung hidup sudah merupakan program pemerintah, sampai pada saat hasil holtikultura impor, obat-obatan impor, membanjiri negara kita.

Pada saat buah-buahan atau sayuran segar di impor dari luar negeri, telah menyebabkan orang sudah kurang memperhatikan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif. Hal ini tidak mengherankan karena siapa saja dapat membelinya dengan mudah dan murah di mana saja, dengan kualitas yang lebih bagus, termasuk dipasar tradisional.     

Saat krisis yang berkepanjan melanda bangsa kita, mulai pertengahan tahun 1997, yang diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari sehingga menjadi serba mahal ada hikmahnya. Kita harus bangkit dari keterlenaan itu, mari kembali menggali potensi di lingkungan yang kita miliki dengan menata dan memanfaatkan pekarangan secara konseptual antara lain dengan apotik hidup dan warung hidup.     

Kekhasan pekarangan yang ada di Indonesia dengan keanekaragaman flora dan fauna yang mengisi pekarangan merupakan suatu kekayaan yang tidak ternilai. Biasanya keluarga itu memelihara ternak, dimana kotoran ternak itu dapat pula menjadi pupuk untuk tanaman.

Pekarangan adalah sebidang tanah disekitar rumah yang terbatas sering dipagari ada juga yang tidak dipagari, biasanya ditanami dengan beranekaragam jenis ada yang berumur panjang, berumur pendek, menjalar, memanjat, semak, pohon rendah dan tinggi serta terdapat ternak. Dalam hal ini pekarangan merupakan sebuah ekosistem buatan.
 
Pekarangan jika dimanfaatkan secara konseptual dan dipelihara secara benar dan baik akan memberikan hasil tidak ternilai. Artinya kita manfaatkan dengan pendekatan ekosistem dan memperhatikan semua kepentingan yang ada di rumah kita, seperti kepentingan ibu, bapak, anak-anak, bahkan pembantu.

Selain ditanami dengan tanaman kita juga dapat memelihara ternak. Kotoran ternak itu dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk. Begitu pula sampah atau daun-daunan bisa dijadikan kompos. Di samping memberikan hasil bersifat kebendaan yang dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah, pekarangan juga memberikan hasil yang abstrak yaitu ketenangan, keindahan dan kedamaian yang dapat memenuhi kebutuhan untuk kesehatan rohaniah.

Pekarangan dapat merupakan tempat selingan pekerjaan, menyalurkan hobi, dapat menjadi pengikat yang baik bagi anggota keluarga, sehingga kebiasaan ibu-ibu bertandang ketetangga, atau menonton "gosip" di TV, maupun pergi ke mal dapat dikurangi. Demikian pula pengorbanan atau biaya untuk menanami pekarangan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil yang diberikannya, bahkan hasilnyapun berkualitas tinggi. 

Di pekarangan kita tanam dengan beraneka jenis tanaman yang menghasilkan yang dibutuhkan sehari-hari seperti tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, bunga-bungaan, tanaman obat-obatan, bumbu-bumbuan, rempah-rempah, kelapa dll. Hasil pekarangan banyak variasinya yang dapat menghasilkan sepanjang tahun, dengan hasil yang segar.

Bercocok tanam di pekarangan dan pemeliharaannya dapat dilakukan setiap saat, tentu saja mudah dijangkau, menghemat waktu, ekonomis, efisien dan efektif. Hasilnya dapat dipanen dengan hati-hati sehingga tidak rusak, pada saat yang diinginkan dengan kualitas yang tinggi. Tidak memerlukan penyimpanan khusus, karena dipetik secukupnya saja.     

Suatu taman dikatakan baik dan menarik, jika taman tersebut mengandung nilai keindahan, bermanfaat dan sehat. Banyak orang mengartikan taman hanyalah sebidang tanah dalam kota misalnya taman Monas, taman Puring, taman Ria, atau taman sekitar rumah atau hotel, atau bangunan besar lainnya dimana disitu terdapat rumput peking, palm botol, cycas dan tanaman lain yang mahal-mahal.

Taman sebenarnya bukan hanya itu. Taman  mempunyai pengertian yang luas sekali, dan setiap orang dapat mempunyai pengertian sendiri-sendiri. Menurut seorang ahli hortikultura, taman adalah kebun tempat tanamannya tumbuh.

Menurut seorang penyair, taman adalah tempat dimana dia dapat mengasingkan diri, bersistirahat merenung untuk mendapatkan inspirsi dan kegembiraan. Bagi seorang arsitek taman terbatas pada suatu perancangan dari segi estetika dan fungsional. Disini terlihat bahwa pengertian taman itu sangat relatif. Pengertian modern taman didasarkan kepada:

1. Adanya hubungan erat antara manusia dan aktifitasnya serta kesenangannnya, yang dapat memenuhi kebutuhan jasmaniahnya.2. Adanya hubungan erat dengan keindahan yang memberikan kesenangan pancaindera dan perasaannya, yang dapat memenuhi kebutuhn rohaniah.
Taman secara umum dapat dikatakan suatu daerah luas atau sempit dimana terdapat keselarasan dan kesatuan dari unsur-unsur tanaman hias dan benda-benda lainnya yang terdapat di dalamya sehingga memberikan suatu pemandangan. Daerah itu dapat berarti pegunungan, taman rekreasi, kota, kampung, pekarangan dan lainnya. Tentang luas atau sempitnya daerah itu tidak menjadi persoalan.     

Berbagai keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan pekarangan secara konseptual antara lain:
1. Banyak yang tidak menyadari akan potensi pekarangan sebagai penghasil (tambahan), seperti bahan pangan atau bahan obat-obatan bahkan ternak untuk kebutuhan hidup sehari-hari dalam rangka hidup sehat, murah dan mudah.
2. Pemanfaatan pekarangan merupakan bagian dari pembangunan hutan kota, guna lingkungan yang nyaman, sehat dan indah, sangat mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development), karena pemanfaatan pekarangan merupakan pelestarian ekosistem yang sangat baik.
3. Jika setiap rumah mempunyai pekarangan yang indah serta terpelihara, sekaligus akan meningkatkan pembangunan hutan kota yang berbentuk menyebar dengan struktur yang berstrata akan meningkatkan kualitas lingkungan yang sejuk, sehat dan indah.


4. Dengan membuat taman pekarangan, ini berarti akan dapat menyalurkan segala kreatifitas dan kesenangan ataupun hobi semua anggota keluarga.
5. Unsur utama dalam pemanfaatan pekarangan adalah tanaman, apakah itu tanaman hortikultura, obat-obatan, bumbu-bumbuan, rempah-rempah dan lainnya.
6. Pemanfaatan pekarangan dengan taman pekarangan yang konseptual akan memberikan kenyamanan serta dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah dan rohaniah terutama anggota keluarga, maupun siapa saja yang lewat disekitar rumah kita.
7. Pemanfaatan pekarangan mengandung nilai pendidikan khususnya dapat mendidik anggota keluarga cinta lingkungan, juga pekarangan dapat menjadi laboratorium hidup.


Desain Taman Pekarangan Cantik!    
Rasanya senang sekali mempunyai rumah yang besar dan halaman atau pekarangan yang luas. Tetapi kenyataannya tidak demikian, karena tumah yang besar akan membuat kita sibuk dan menhabisin waktu untuk mengurus rumah, begitu pula akan embutuhkan biaya yang besar untuk perawatan dan pemeliharaannya.

Akan lebih baik dan nyaman, bila kita punya rumah sedang atau lebih kecil dengan pekarangan yang luas. Dengan demikian penghuni rumah akan lebih banyak dapat berkreasi dalam pemanfaatan pekarangan, bahkan akan memberikan penghasilan tambahan yang tidak disengaja atau tidak diduga, karena dipekarangan setiap penghuni rumah dapat melakukan apa saja.
Secara garis besar area atau daerah taman pekarangan pada umumnya dapat dibagi menjadi:

1. Daerah umum (public area). Taman yang kita buat dimaksudkan pada area ini selain dilihat dan dinikmati oleh penghuni rumah juga oleh siapa saja yang lewat di depan atau disekitar rumah kita.
2. Daerah kesibukan (service area). Taman yag kita buat pada area ini adalah untuk kesibukan penghuni rumah, misalnya tempat mencuci pakaian, mencuci piring atau lainnya. Pada area inipun dapat ditanam tanaman bumbu-bumbuan, sayur-sayuran atau tempat menanam tanaman obat-obatan. Begitu pula tempat anak-anak bermain.

Biasanya daerah ini diletakkan dekat dapur, dengan maksud bila mau ambil tanaman bumbu pada saat sedang memasak mudah dan dekat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, jadi masakannya tidak menjadi hangus. Begitupula tempat anak-anak bermain diletakkan didaerah ini, dengan maksud ibu atau pembantu rumah tangga atau penghuni rumah yang lainnya sambil bekerja, setiap saat dapat mengawasi anak-anak yang sedang bermain. Apalagi tiba-tiba ada anggota keluarga memerlukan tanaman obat-obatan, terutama pada malam hari dapat dengan mudah dan aman mengambilnya.


3. Daerah pribadi (private area). Daerah ini kita buat taman yang khusus untuk pribadi, misalnya tempat ibu atau bapak menanam tanaman hobbinyam trmpat"bertukang", melakukan penelitian yang paling hemat, aman, setiap saat dapat diamati. Daerah pribadi ini biasanya disediakan disamping rumah.
4. Daerah famili (family area). Daerah ini dapat dibuat taman untuk kepentingan keluarga, atau tempat berolah raga, atau tempat keluarga berkumpul, camping dan lainnya. Jangan lupa memikirkan tempat anak-anak dikala remaja bersantai. Taman untuk keluarga ini diberi tempat yang strategis dipekarangan bila pekarangannya luas.


Apotek dan Warung Hidup    
Prinsip utama apotek hidup dan warung hidup adalah pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif. Tanaman produktif itu adalah tanaman yang menghasilkan baik buah, bunga, biji dan daun yang berguna untuk dimakan, maupun untuk obat yang dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah.

Apotek hidup, sebenarnya bermakna tanaman obat-obatan yang ditanam di pekarangan. Sedangkan warung hidup berasal dari kata warung, yaitu hasil pekarangan apa saja yang dapat dijual di warung, artinya dapat menjadi uang.

Dalam hal ini apotik hidup dan warung hidup juga mempunyai fungsi sosial, yaitu jika tetangga memerlukan obat, dapat kita diberikan, atau jika hasil buah banyak, sebagian diberikan ke tetangga atau ke kerabat lainnya. Jenis tanaman untuk apotik hidup dan warung hidup sangat banyak dan perlu dikembangkan.     

Apotek hidup dan warung hidup ditanam di pekarangan, jika pekarangannya memadai, jika pekarangannya kecil dapat ditanam di dalam pot. Teknologinya dapat secara tradisional, atau hidroponik maupun melalui media lainnya. Penanaman secara tradisional yaitu kita menanam dengan media tanah, tentunya jika halaman kita cukup memadai secara relatif.

Sedangkan budidaya secara hidroponik, kita dapat menanamnya dalam pot, plastik, bambu, maupun menggunakan bekas-bekas apa saja yang dapat menampung air, atau krikil dan bahan nutrisi yang kita berikan. Bila pemanfaatan pekarangan semakin berkembang, dengan diikuti kreativitas ibu-ibu pada suatu saat dapat menjadi industri pekarangan, sehingga dapat menjadi usaha tersendiri. Hal ini sudah banyak contohnya ibu-ibu yang berhasil dimulai dari pemanfaatan pekarangan.     

Dari pengertian sederhana tentang pekarangan dan taman, maka sudah saatnya setiap keluarga membuat taman pekarangan secara konseptual. Dengan membuat taman pekarangan banyak sekali manfaatnya yang dapat dinikmati dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan bagi kesejahteraan keluarga yang memenuhi kebutuhan jasmaniah dan rohaniah anggota keluarga antara lain karena:


1. Taman dibuat oleh keluarga, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anggota keluarga2. Pemeliharaan dapat lebih teliti, sepanjang waktu oleh anggota keluarga 3. Dapat menyalurkan hobbi anggota keluarga, misalnya koleksi tanaman obat-obatan4. Dapat dipetik sepanjang tahun, berkualitas tinggi dan dapat dinikmati sepanjang tahun. 5. Dapat dipetik sepanjang waktu, disaat diperlukan seperti tanaman obat-obatan atau bumbu.

6. Dapat memetik hasil dalam keadaan segar dan masak di pohon. 7. Dapat memberikan pendapatan tambahan, dan hubungan baik dengan tetangga.8. Dapat memberikan pekerjaan selingan bagi ibu-ibu dan seluruh anggota keluarga. 9. Tempat menyalurkan kreatifitas terutama anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

10. Mengandung unsur pendidikan, penelitian-penelitian, mendidik anak-anak mencintai tanaman dan lingkungan, latihan disiplin, belajar bertanggung jawab dengan memberikan tugas menyiram, memupuk dll. Dalam hal ini, pekarangan dapat menjadi laboratorium hidup. 11. Dapat pula memelihara ternak, kotorannya dapat menjadi pupuk. 12. Pekarangan dapat menjadi ekosistem yang lengkap. Taman pekarangan termasuk hutan kota yang berbentuk menyebar dan berstara banyak.

Hutan kota yang berbentuk menyebar dan berstrata banyak merupakan hutan kota yang paling efektif dalam menanggulangi perubahan suhu, terutama di daerah Tropis. Bisa kita bayangkan bila setiap pekarangan dimanfaatkan secara konseptual, tentu akan terbangun hutan kota berbentuk menyebar dan berstrata banyak di mana-mana, tentu akan dapat menanggulangi masalah perubahan iklim karena kenaikan panas bumi.
Pemanfaatan pekarangan itu sangat menguntungkan, karena di pekarangan kita dapat:

1. Menciptakan lingkungan hidup nyaman, sehat dan estetis, dengan taman pekarangan akan dapat mengkreasikan seluruh aktivitas secara maksimal setiap anggota keluarga.2. Menciptakan taman pekarangan yang menarik akan membuat penghuni betah dirumah, dapat dinikmati setiap saat 3. Jika setiap pekarangan dimanfaatkan menjadi taman pekarangan dengan apotik dan warung hidup, akan memberikan keuntungan yang luar biasa. 4. Pemanfaatan pekarangan dengan apotik hidup dan warung hidup dilengkapi ternak akan menunjang lingkungan yang nyaman, sehat dan estetis.

5. Mengingat taman pekarangan mempunyai banyak fungsi, pemanfaatan pekarangan dengan apotik hidup dan warung hidup perlu dikembangkan secara intensif, terutama dalam menggali potensi pekarangan, sehingga dapat merupakan usaha yang menguntungkan. Oleh karena itu perlu ada penyuluhan dan bantuan dana bagi keluarga yang berpotensi untuk mengembangkannya.

6. Melihat kenyataan pada dewasa ini, harga obat maupun harga buah-buhan sangat tingggi. Begitu pula sayur-sayuran yang bagus harganya juga tinggi dan bahkan untuk mendapatkan buah-buahan dan sayur-sayuran yang berkualitas, di pasar tradisional jarang ada yang bagus.

Oleh karena itu bila kita membuat taman pekarangan dapat memanfaatkan menjadi apotik hidup dan warung hidup akan membantu mengatasi masalah krisis yang berkepanjangan. (*)


* Penulis, Guru Besar Jurusan Arsitektur Lansekap pada FALTL Universitas Trisakti, Jakarta.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Crowne Plaza Semarangoleh : Kabarindonesia
20-Nov-2014, 19:12 WIB


 
  Crowne Plaza Semarang Crowne Plaza adalah sebuah hotel Internasional terbaru di Semarang. Hotel ini merupakan bagian dari Grup Hotel InterContinental, sebuah hotel baru yang dinamik dan terdapat di hampir 60 Negara di dunia.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ketika Nyerobot Menjadi Budaya 28 Nov 2014 13:53 WIB

Jangan Sepelekan Sampah 25 Nov 2014 19:19 WIB

 

 

 
Pemkab Bakal Poles Kota Kasongan 27 Nov 2014 13:07 WIB

 
1795 RTS Pulpis Terima Dana PSKS 26 Nov 2014 15:05 WIB

 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 

 

 
Biasakan Tidur Siang Secukupnya 27 Nov 2014 12:46 WIB

Tawas Ampuh Hilangkan Bau Badan 26 Nov 2014 17:31 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia