KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalBusa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan oleh : Dedi Sugiri
25-Jun-2016, 09:45 WIB


 
 
Busa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan
KabarIndonesia - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus diatasi secara cepat.  Karenanya, Korem 044/Gapo selalu melaksanakan pemantauan secara terus menerus di wilayah yang disinyalir rawan kebakaran. Dengan begitu, apabila terjadi kebakaran akan cepat diatasi.

Selain melaksanakan
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Apa Kabar Waduk
Oleh : Muhammad Ilyas | 30-Jun-2012, 12:19:45 WIB

KabarIndonesia - Kota Lhokseumawe adalah kota langganan banjir, hal ini terus terjadi setiap tahun sehingga membuat masyarakat resah dan meradang kepada pemerintahnya. Tapi impian buruk warga kota Lhokseumawe tentang banjir dipastikan akan pupus oleh masa.

Dengan adanya pembangunan waduk di teluk pusong sebagai kolam besar yang berfungsi untuk menampung aliran air diharapkan agar bisa membuat kota Lhokseumawe jauh dari kebanjiran. Namun sangat disayangkan, hal ini masih jauh dari tujuan pemerintah.

Waduk yang dibangun dengan program badan rehabilitasi dan rekostruksi (BRR) Nad dan Nias dengan dana multi dana fund (MDF) dan APBN yang dilakukan dalam tiga tahun anggaran pada tahun 2008, 2009 dan 2010 yang berasal ini ternyata berbalik dari tujuan. Tempat yang menghabiskan biaya  senilai Rp 107 miliar ini, ternyata kerap digunakan oleh sebagian remaja yang sedang dimabuk asmara.

Bukan rahasia lagi, waduk yang menjorok ke tengah laut itu sudah lama dijadikan sebagai tempat memadu kasih melepas rindu oknum kawula muda. Sehingga, tiap malam sabtu dan minggu kelihatan ramai dengan bunga-bunga desa dan kota menikmati hembusan angin malam yang semilir. Dengan banyaknya bunga-bunga merasa iri datang ke lokasi itu dari berbagai daerah, membuat kumbang-kumbang pun mencium aroma  malam.

Tempat yang berhiaskan lampu di pinggiran jalan ini ternyata menjadi tempat yang mengasyikkan bagi kaula muda untuk merajut benang-benang asmara, apalagi ditambah dengan suasana angin laut malam dan keadaan yang gelap yang sangat mendukung untuk para muda mudi ini. Namun yang perlu dipertanyakan apa kabarnya lampu diwaduk yang selama ini tak pernah hidup lagi?.

Lampu yang dibangun di lokasi waduk ternyata tidak berfungsi dengan baik selama ini. Hanya  lampu yang berada didekat jalan masuk area waduk saja yang dihidupkan dari jam 18.00 wib, tetapi lampu dikawasan dekat penjual dan para muda-mudi bermangkal ternyata tidak berfungsi sebagai mana layaknya. Tentu hal ini sangat mendukung untuk kegiatan non islami dikawasan ini.
Sangat disayangkan dengan kondisi seperti ini membuat lampu waduk yang berfungsi sebagai penerangan tempat penampungan air dan mungkin bisa dijadikan tempat wisatawan bahari tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah. Padahal tempat ini memiliki sarana penerangan yang sangat mewah, namun tidak pernah difungsikan. Sehingga waduk ini kerap menjadi tempat "meuwa-wa sira duk-duk"(berpelukan sambil duduk) para kaula muda.



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB


 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia