KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Perusakan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil
Oleh : Didi Permana | 27-Nov-2012, 19:03:42 WIB

KabarIndonesia - Kerusakan hutan cagar biosfer Giam Siak kecil luar biasa saat ini. Ratusan kubik kayu hutan Giam Siak kecil ini ditebangi oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab terhadap kelestarian hutan alam. Bahkan hutan tersebut telah di kavling-kavling, dijual kepada kaum durban/pendatang sebanyak 5.000 hektar. Hal ini adalah hasil survei tim kami ke lapangan beberapa bulan lalu.

Ironis, cagar Biosfer Giam Siak kecil selama ini digadang-gadangkan sebagai sumber karbon, flora dan fauna dari lapisan hayati tanah gambut beberapa tahun lagi hanya tinggal nama saja.

Modus operandinya, kata sumber yang warga tempat ini, perambahan dilakukan dari arah Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu menuju bagian belakang Dusun Pulai Bungkuk, tetangga Dusun Bagan Benio tadi. Setelah digunduli bak lapangan sepak bola, tanah itu kemudian diperjualbelikan untuk disulap menjadi kebun kelapa sawit.

"Ada alat berat yang dimasukkan ke dalam kawasan. Uniknya, hutan dibiarkan tumbuh 500 meter dari bibir tasik. Jadi seakan-akan nampak hutan semua. padahal di bagian dalam, sudah gundul," katanya.

Tak hanya di kawasan Tasik Serai, di Desa Tasik Serai Timur- pecahan desa Tasik Serai- hal yang sama juga terjadi. Modusnya sama, hasil hutan diambil tanah diperjual belikan kepada kaum urban yang kemudian dibangun perkebunan kelapa sawit.

"Saya tak habis pikir dengan pemerintah. Di tingkat yang lebih tinggi, cagar biosfer ini diagung-agungkan. Saya tak tahu apa mereka sudah tahu atau pura-pura tak tahu cagar biosfer itu sudah hancur," omel  seorang warga yang mengaku bernama Samsudintis. .

Warga cuma berharap, pemerintah segera turun tangan untuk menyelamatkan hutan Giam Siak kecil  Kalau tidak, kawasan Biosfer Giam Siak Kecil di dua Desa terpelosok di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis tadi akan tinggal cerita. Hutan yang lebat akan jadi kenangan. Sebab ekosistim aneka hayati di dalamnya perlahan akan segera punah.

Pengamat lingkungan Kehutanan Nusantara  (PLKN) Ajisutisyoso mengatakan ,Kementrian lingkungan hidup tak ada responnya.selama ini kementrian Lingkungan hidup  kerjanya tumpah tindih dengan kementrian Kehutanan,Perkebunan. Mengapa di satu sisi kementrian lingkungan hidup ini mempunyai tugas pokoknya (Tupoksi)  memberikan nasihat, penghambat pembangunan.agar roda ekonomi berputar maka orang membabat ribuan hectare lahan  hutan untuk perkebunan.

Begitu juga Kementerian Kimpraswil/Pekerjaan Umum membuka akses jalan ke daerah terisolir juga membuka lahan hutan.saya meminta tolong kepada dunia usaha internasional memboikot produk asal Indonesia tidak ramah lingkungan seperti CPO (Crued palm Oil), pulp and paper, dll.

"Siapa yang salah enthalah tanyakan kepada rumput yang bergoyang," pungkas Ajisutisyoso. (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB

 

 

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia