KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniMasa Isolasi Itu Adalah Anugerah Dari Tuhan oleh : Kabarindonesia
01-Apr-2020, 10:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Rasa kuatir dan takut umat manusia di bumi melanda semua negara akibat pandemik covid-19. Banyak negara mengambil keputusan untuk lockdown, kebijakan social distancing bahkan meminta setiap orang untuk karantina sendiri di rumah.Di tengah masyarakat yang demikian, timbul pro
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUK LAWAN WABAH KESEPIAN ! 21 Mar 2020 12:41 WIB


 
 
LINGKUNGAN HIDUP

12 Kelompok Masyarakat Adat di Sumut Inginkan Tanah Ulayatnya Dibebaskan
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 02-Mei-2018, 11:28:12 WIB

KabarIndonesia - Elemen masyarakat dari Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat di Sumatera Utara (Bakumsu), Kelompok Studi dan Pengembangan Masyarakat (KSPPM), dan Hutan Rakyat Institut (HaRI) menyambangi redaksi Tribun-Medan.com. Demikian disampaikan Suryati Simanjuntak, pengurus KSPPM kepada kabarindonesia.com, Senin (1/5) melalui japri.

Ketiga elemen masyarakat yang hadir di antaranya Fachrizal Sinaga, Riando Purba (HaRI), Suryati Simanjuntak, Angela Manihuruk, Delima Silalahi (KSPPM), Saurlin Siagian, Manambus P, Juniaty Aritonang (Bakumsu).

Dikatakannya, mereka berkunjung untuk berdiskusi mengenai bagaimana membantu (advokasi) masyarakat adat yang 'terpinggirkan' di Sumatera Utara. Masyarakat ini tergabung dalam 12 kelompok masyarakat adat yang ingin tanah ulayatnya dibebaskan dari Toba Pulp Lestari (TPL), Porsea.

Dalam pertemuan disebutkan, sulitnya memperjuangkan tanah adat di Sumatera Utara, padahal di Sumatera Utara dikenal dengan adat istiadat yang kental dan kuat. Juga disinggung tentang perjuangan warga Panduman-Sipituhuta, labupaten Humbang Hasundutan.

Mereka juga membahas SK yang dikeluarkan Presiden Jokowi, yang hingga saat ini belum diimplementasikan dengan baik walaupun sudah status quo, karena belum adanya Perda Adat. Saat Presiden Joko Widodo mengeluarkan SK tersebut, ada satu poin pasal yang dihilangkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab setelah diserahkan ke masyarakat.

"SK yang dihilangkan pasalnya itulah diberikan kepada masyarakat, aslinya mereka simpan. Makanya dalam hal ini ada indikasi mafia-mafia bermain. Presiden Jokowi bahkan sudah menindak itu oknum yang terlibat," ujar Juniaty Aritonang.

Berikut Ini 12 Lahan Masyarakat Adat di Sumatera Utara yang akan diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan:

1). Tombak Haminjon Pandumaan-Sipituhuta, Masyarakat Adat Pandumaan-Sipituhuta, subjek hukum Bius Marbun Lumban Gaol dan Lumban Batu, desa Pandumaan-Sipituhuta, kecamatan Pollung, Tapanuli Utara luas wilayah adat 5172 ha jumlah 700 KK.

2). Sitakkubak, Masyarakat Adat Keturunan Ama Raja Medang Simamora, subjek hukum Marga Simamora keturunan Ama Raja Medang, desa Aek Lung, kecamatan Dolok-Sanggul-Humbang Hasundutan, luas wilayah adat 153 ha jumlah warga 35 KK.

3). Huta Aek Nafa, Masyarakat Adat Keturunan Op. Bolus Simanjuntak dan Op. Ronggur Simanjunak, subjek hukum Simanjuntak keturunan Op. Bolus Simanjuntak dan Oppu Ronggur Simanjuntak, desa Sabungan Ni Huta IV, kecamatan Sipahutar- Tapanuli Utara, luas wilayah adat 2604 ha, jumlah penduduk 240 KK.

4). Nagahulambu, Masyarakat Adat Keturunan Tuan Nagahulmbu, subjek hukum Marga Sinaga Keturunan Tuan Nagahulambu, dusun Nagahulambu, desa Pondok Bulu, kecamatan Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun, luas wilayah adat 399 hektar, jumlah penduduk 44 KK.

5). Matio, Masyarakat Adat Matio, subjek hukum Siagian, desa Parsoburan Barat, kec. Habinsaran, luas wilayah adat 1434,32 ha jumlah penduduk 160 KK.

6). Nagasaribu Siharbangan, Masyarakat Adat Onan Harbangan, subjek hukum Simanjuntak, desa Pohan Jae, kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara luas wilayah adat 1.085 hektar jumlah penduduk 76 KK.

7). Pargamanan-Parlilitan, Masyarakat Adat Bintang Matia-Pargamanan, subjek jukum Sitanggang dan Simbolon, desa Simataniari, kecamatan Parlilitan kabupaten Humbang Hasundutan, luas wilayah adat, 1.782 hektar, jumlah penduduk 110 KK.

8). Sionom Hudon Timur, Masyarakat Adat Sionom Hudon Timur, subjek hukum Tinambunan, Desa Sion Timur 2, kecamatan Parlilitan Humbang Hasundutan luas wilayah adat 3.200 hektar, jumlah penduduk 120 KK (masih dalam proses Pemetaan).

9). Sionom Hudon Utara, Masyarakat Adat Sinom Hudon Utara, subjek hukum Tinambunan, desa Sion utara, kecamatan Parlilitan Humbang Hasundutan, luas wilayah hukum 4.200 hektar, jumlah penduduk 120 KK (Masih prosses pemetaan).

10). Tungkot Ni Solu, masyarakat adat Tungkot, subjek hukum Rajagukguk, desa Parsoburan Barat, kec. Habinsaran, Kab. Tobasa, luas wilayah hukum 785 Ha, jumlah penduduk 102 KK.

11). Parlombuan, masyarakat adat Op. Pagar Batu/Op. Diharbangan Pardede, Raja Pangumban Bosi Simanjuntak, subjek hukum Pardede, SImanjuntak, luas wilayah adat 1.145 ha, jumlah penduduk 125 kk (ada konflik antar kelompok).

12). Sihaporas, masyarakat adat Lamtoras (Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas), subjek hukum Ambarita, Nagori/Desa Sihaproas, kecamatan Pematang Sidamanik, kabuaten Simalungun, luas wilayah adat 2.000 hektare, jumlah penduduk 200 KK (masih proses pemetaan). (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia