KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalMendagri Tjahjo Kumolo Himbau Masyarakat Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa oleh : Danny Melani Butarbutar
16-Okt-2019, 10:13 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Mengutip Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor111/11285/SJ tanggal15 Oktober 2019, dikabarkan bahwa Komunitas Lintas Agama dan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan menggelar Doa Bersama. Doa bersama tersebut akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Aksi Damai STKS Sampaikan Petisi Tolak Pengrusakan Hutan dan Lingkungan di Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Mei-2019, 15:59:00 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Dalam lima bulan terakhir ini kabupaten Samosir diterpa peristiwa bencana alam banjir yang menyebabkan kerusakan lahan pertanian, kebun, pemukiman, sekolah, juga infrastruktur jalan dan jaringan listrik. Dari catatan dan pemberitaan berbagai media cetak dan online, dikabarkan bahwa pada Kamis (13/12/2018), akibat hujan deras yang mengguyur desa Ambarita dan sekitarnya (terletak di pulau Samosir, mengakibatkan sungai kecil di dusun Tambun dan dusun 3 Pasar Dolok meluap dan membawa lumpur. Aliran air yang meluncur dari pebukitan desa Ambarita menerjang sejumlah kebun rakyat, 6 ruangan belajar di SMA negeri 1 Ambarita, dan 3 rumah warga tergenang air bercampur endapan lumpur dan batu, juga kompleks gereja HKBP. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Dua bulan berikutnya, pada Kamis (21/3/2019) sekitar pukul 16.00 WIB di Sianjurmula (daratan Sumatera), kejadian banjir bandang juga telah merusak 5 (lima) hektar lahan atau areal pertanian di tiga desa, yakni desa Sarimarrihit, Habeahan Naburahan, dan Aek Sipitudai, kecamatan Sianjur Mulamula, kabupaten Samosir. Pada waktu itu, tidak ada korban jiwa tetapi banjir telah merusak irigasi, sawah tertimbun batu dan petani gagal panen. Beberapa hari yang lalu, bencana banjir terjadi lagi, kali ini lebih besar lagi. Banjir bandang pada Jumat,(3/5/2019) telah menerjang dan meluluh-lantakkan 5 (lima) rumah di dusun Ransang Bosi desa Buntu Mauli, kecamatan Sitiotio (wilayah kabupaten Samosir di daratan Sumatera pinggiran danau dibawah kawasan pebukitan hutan. Akibat banjir ini, satu orang perempuan ditemukan tewas tertimpa lumpur, dua jembatan hancur diterjang banjir di desa Buntu Mauli, sehingga akses jalan kabupaten putus dan tidak bisa dilalui. Pasca banjir, hingga Minggu malam (4/5/2019), aliran listrik putus di lokasi bencana sehingga suasana malam semakin mencekam ditambah hujan deras yang tak kunjung reda. Sebagaimana biasa, pihak pemerintah daerah hanya melakukan kegiatan kebencanaan melalui pemberian bantuan alat berat, normalisasi sungai, bantuan sosial kepada para korban. Menyikapi rentetan kejadian bencana alam tersebut, petani Samosir yang tergabung dalam STKS (Serikat Tani Kabupaten Samosir) bersama beberapa elemen masyarakat seperti KSPPM (Kelompok Study Pengembangan Prakarsa Masyarakat), Ikatan Wartawan Online (IWO) Samosir, Komunitas Green Samosir, melakukan aksi damai pada hari Kamis (8/5) di simpang empat depan Gereja bolon HKBP Pangururan. Gelar aksi damai bertujuan untuk menyampaikan keprihatinan serta beberapa dugaan penyebab bencana banjir bandang di Samosir terutama di kecamatan Sitiotio yang telah terjadi sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pada tahun 1994, tahun 2010 serta tanggal 3 Mei 2019 lalu. Selain melakukan Aksi Damai dan Keprihatinan serta beberapa orasi, aksi ini juga akan memberikan selebaran-selebaran yang merupakan edukasi dan pencerahan kepada rakyat Samosir tentang kerusakan yang telah terjadi dengan hutan dan lingkungan di seluruh kabupaten Samosir. Diperoleh kabar sebelumnya rencana kegiatan aksi ini merupakan hasil rapat koordinasi seluruh elemen yang menyatakan diri sukarela sebagai peserta pada Selasa, (6/5/2019) di Sopo STKS. Tepat pada pukul 08.00 WIB, hari Rabu (8/5), Aksi damai dan pernyataan keprihatinan pun disampaikan Ketua STKS Samosir Esbon Siringoringo. Kertas karton bertuliskan tuntutan aksi juga dipajang, sedang selebaran dibagikan kepada warga masyarakat yang melintas di lokasi aksi. Seiring dengan berlangsungnya penyampaian orasi dari perwakilan elemen peserta, warga masyarakat dihimbau untuk membubuhkan tanda tangan pada spanduk putih. Tanda tangan tersebut nantinya sebagai wujud dukungan warga atas tuntutan dan keprihatinan aksi. Pantauan media, kendati aksi damai ini digelar ditengah kesibukan lalu lintas warga (hari pekan atau pasar tradisional kota Pangururan), namun tetap berlangsung dengan aman dan lancar. Pihak Polres Samosir menurunkan petugas untuk menjaga ketertiban. Saat gelar aksi damai berakhir, awak media yang hadir menyambangi ketua STKS Esbon Siringoringo. "Benar, kita melakukan aksi damai berupa aksi damai dan orasi serta memberikan petisi tolak pengrusakan hutan dan lingkungan di seluruh kabupaten Samosir. Hal ini terjadi karena eksploitasi hutan di wilayah hulu, daerah tangkapan air selama bertahun-tahun baik secara legal maupun ilegal dan kini mengancam kelestarian Danau Toba, salah satu di antaranya menyebabkan pasokan air terganggu, hutan tidak lagi mampu menyerap maupun menyimpan air," ujar Esbon Siringoringo pada Ranto Limbong, matalensa.co.id. Menurut Esbon, pengrusakan hutan dan lingkungan ini mengakibatkan keresahan bagi petani yang tinggal, hidup dan bekerja di sekitaran sumber air. Petani merasa dirinya terancam saat bertani, rusaknya lahan pertanian yang merupakan satu-satunya sumber ekonomi dan hilangnya sumber penghidupan yang selaras dengan alam. "Karenanya,untuk mencegah terjadinya bencana alam susulan di kabupaten yang kita cinta ini., pengrusakan hutan yang telah terjadi baik oleh perusahaan Ilegal logging maupun legal logging seperti PT. TPL dan perusahaan perorangan lainnya harus segera ditutup," pungkas Esbon Siringoringo, seraya menambahkan bahwa kedepannya aksi damai Petisi tolak pengrusakan hutan dan lingkungan di Samosir ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Sementara itu Pdt Rein Justin Gultom, mantan Direktur Pengembangan Masyarakat HKBP, yang juga mengalami terjangan banjir di kompleks tinggalnya gereja HKBP Ambarita pada tanggal 13/22/2018 yang lalu. Melalui akun facebooknya dia menyampaikan dukungan atas digelarnya aksi ini. "Seruan. Hentikan Penghianatan Alam. Telah banyak korban Berjatuhan. Selamat berjuang saudaraku STKS, KSPPM, Samosir Green dan IWO," tulisnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia