KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupGunakan Rantang sebagai Pembungkus Makanan oleh : Irma Susilawati Dana
03-Sep-2010, 01:33 WIB


 
 
Gunakan Rantang sebagai Pembungkus Makanan
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.

Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap
selengkapnya....


 

Enthusiasm by Fida R. Abbott

 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Jurnalis 25 Jul 2010 19:29 WIB

Lowongan Desainer Grafis 19 Mei 2010 14:56 WIB

 
Tim Pencari Fakta Insiden Biau 02 Sep 2010 02:14 WIB

Polda Kepri Bekuk Jambret 29 Aug 2010 21:06 WIB

 
Seleramu yang Puitis 01 Sep 2010 00:37 WIB

Pekarangan Tubuh 30 Aug 2010 02:19 WIB

 
Floriade, Festival Bunga 20 Aug 2010 12:47 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Meneguhkan KeIndonesiaan Kita 29 Aug 2010 21:03 WIB

Purnama Theatre, Nasibmu Kini 19 Aug 2010 04:04 WIB

 

Andil KB dalam Penanggulangan Perubahan Iklim

 
LINGKUNGAN HIDUP

Andil KB dalam Penanggulangan Perubahan Iklim
Oleh : Redaksi Kabarindonesia | 22-Nov-2009, 01:54:27 WIB

Para pakar kependudukan PBB menilai, Keluarga Berencana dan pengendalian pertumbuhan penduduk, terutama di negara miskin, memberi sumbangan penting bagi perlindungan iklim.

KabarIndonesia - Perubahan iklim tidaklah adil. Negara-negara industri maju menghembuskan gas rumah kaca ke udara, namun negara-negara miskinlah yang terutama merasakan akibatnya. Ini sebenarnya sudah rahasia umum. Tapi ada tambahan dari Bettina Maas dari dana populasi PBB, UNFPA yang menyebutkan: "Perempuan miskin di negara miskinlah yang paling menderita, walaupun kontribusi mereka dalam perubahan iklim sedikit sekali.“

"Terutama kaum perempuan di negara miskin yang bekerja di pertanian, atau pekerjaan yang butuh air dan kayu bakar. Tugas mereka akan semakin berat, karena perubahan iklim menyebabkan kekeringan dan badai. Kaum perempuanlah yang terutama harus mengurus anak dan anggota keluarga berusia lanjut. Karena itu, situasi yang mereka hadapi seringkali tidak semudah kaum lelaki. Negara-negara miskin seringkali juga memiliki pertumbuhan penduduk paling cepat. Fatal jika dilihat dalam konteks perubahan iklim," kata Bettina Maas yang terbang dari New York ke Berlin untuk menjelaskan laporan PBB tentang populasi dunia.

Laporan menyebutkan, pertumbuhan penduduk yang lebih lambat membantu negara-negara untuk menyesuaikan diri dengan perubahan iklim, jangka pendek dan menengah. Sementara untuk jangka panjang, berkontribusi bagi pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Karena itu, tuntutan laporan tersebut sekilas mengherankan, yaitu lebih banyak dana bagi keluarga berencana dalam perang melawan perubahan iklim. Cara ini lima kali lebih murah daripada pengurangan karbondioksida dengan peralatan teknis," kata Renate Bähr dari Yayasan Penduduk Dunia Jerman.

Ratusan juta perempuan ingin mencegah kehamilan, tetapi tak didukung pengadaan alat kontrasepsi. Apa yang disampaikan dana populasi PBB UNFPA ditanggapi dengan tangan terbuka oleh Wakil Menteri Urusan Pembangunan Jerman, Gudrun Kopp.

"Saya dapat berkata kepada Anda bahwa pemerintah Jerman yang baru meletakkan tuntutan akan kesehatan dan keluarga berencana sebagai titik perhatian," lanjutnya.

Namun Kopp menegaskan, "Penyediaan pil KB dan kondom saja tidak cukup untuk memerangi perubahan iklim. Tidak adanya akses pada pendidikan menyulitkan orang untuk menentukan hidupnya sendiri.  Jika kita bicara tentang Keluarga Berencana secara sukarela, jelas orang yang melakukannya punya akses pada pendidikan dan informasi tentang itu."

Pendidikan bagi kaum perempuan di negara-negara miskin jelas sangat bermanfaat, tetapi merupakan proses jangka panjang. Laporan tentang penduduk dunia juga tidak melontarkan tuntutan untuk mencari obat universal guna melawan perubahan iklim. (*)


Oleh: Peter Stützle/Renata Permadi
Sumber:  Deutsche Welle

Keterangan Foto:
Poster program Keluarga Berencana yang terpapang di depan sebuah klinik di Beijing, Cina.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pengungsi Terancam ISPA dan Diareoleh : Andi Cristop
31-Aug-2010, 23:11 WIB


 
  Pengungsi Terancam ISPA dan Diare Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)
selengkapnya....
 
 

 
BERITA LAINNYA
 
Paska Pidato Presiden SBY 02 Sep 2010 13:58 WIB

Ahmadiyah versi MUI 02 Sep 2010 02:00 WIB

 

 

 

 
DFO Bermasalah dan Feng Shui 17 Aug 2010 23:37 WIB

Penganggur Usia Muda Meningkat 17 Aug 2010 13:45 WIB

 
Bantuan untuk 39 Atlet Siak 02 Sep 2010 14:37 WIB

Liga Inggris: Aroma Laga Terendus 29 Aug 2010 21:13 WIB

 
Belajar dari Warren Buffet 26 Jul 2010 22:59 WIB

Ustadz SolMed, Saingan UJE? 26 Jul 2010 22:29 WIB

 

 

 
Arah Perjuangan Baru JOTHI 20 Aug 2010 04:16 WIB

 
Sarana Komunikasi Tersendat 28 Aug 2010 02:10 WIB

Situs Porno Resmi Diblokir 19 Aug 2010 03:17 WIB

 
IIP Santuni Anak Yatim Piatu 25 Aug 2010 12:53 WIB


 
Yayasan Peduli Hutan Lestari
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia