KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahBupati Samosir Sampaikan Surat Protes Tentang Annual Fee kepada Gubernur Sumut oleh : Danny Melani Butarbutar
15-Des-2018, 14:30 WIB


 
 
KabarIndonesia - Samosir, Sebagaimana dilansir berbagai media cetak dan online di Sumatera Utara, juga telah diberitakan media ini, dua kepala daerah yakni bupati Samosir dan bupati Tapanuli Utara menyampaikan protes keras kepada Gubernur Sumatera Utara. Protes tersebut terkait SK Gubsu
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Ucup Kecil, Sang Penantang Takdir 15 Des 2018 11:22 WIB


 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Erupsi Terbesar Gunung Sinabung Tahun 2018
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 20-Feb-2018, 04:37:58 WIB

KabarIndonesia - Pewarta kabarindonesia membaca laporan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) yang dibuat reporter Sinabung Volcano Observatory, Moh Nurul Asrori AMd, bahwa erupsi terjadi Senin (19/2) pagi sekitar pkl 08.53 WIB selama 291 detik. Demikian juga informasi yang diterima dari Magma Indonesia, tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5000 meter, disertai suara gemuruh dan awan panas.

Gunung Sinabung, kembali meletus dahsyat, hingga membuat sebagian wilayah Karo tampak gelap di siang hari karena tertutup abu vulkanik. Di seputaran desa Sigarang-garang hujan batu sedang terjadi, dan sebagian sudah gelap diselimuti debu vulkanik erupsi Gunung.

Dikabarkan bahwa Desa Tiga Nderket saat itu tengah dilanda hujan pasir. Tim dari kabupaten sudah menuju lokasi. “Mohon bantuan informasi untuk masyarakat agar tidak beraktivitas diluar,” demikian Henriko als Riko Sembiring Sekjen Pospera Karo Pospera menambahkan.

Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung, Umar Rosadi, mengatakan erupsi yang terjadi pukul 08.56 WIB, Senin (19/2/2018), disertai suara gemuruh, terjadi awan panas guguran dan kolom abu panas. Dengan erupsi yang cukup besar ini, dikhawatirkan wilayah Kabanjahe dan Berastagi terjadi hujan abu. Masyarakat diminta untuk senantiasa memakai masker dan tetap waspada.

“Cuaca pagi ini cerah, angin cukup tenang, namun dikhawatirkan Kabanjahe dan Berastagi hujan abu. Imbauan kami, hindari zona merah, (masyarakat) selalu pakai masker jika terdampak. Masyarakat agar tetap waspada,” ujar Umar didampingi Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung lainnya, Armen, yang menambahkan bahwa aktifitas gunung Sinabung sekarang terbesar di tahun 2018. “Ini (erupsi) yang terbesar di tahun 2018. Aktifitas Gunung Sinabung cukup tinggi, statusnya masih awas,” ujarnya.

”Ini yang terbesar sepanjang tahun ini letusannya juga lama dan terdengar suara seperti suara meriam. Seperti suara mesin perang gitulah, ada sekitar 15 menit suaranya terdengar.” ujar seorang warga pengusaha warkop.

Pantauan rekan media, pihak Pemkab Tanah Karo sudah turun ke lapangan bersama petugas keamanan dari pihak Polres dan Kodim. Aparat berjaga jaga di zona Merah yang ditetapkan sejak awal.Terkait adanya informasi adanya masyarakat korban akibat awan panas, menurut pihak Polres Tanah Karo melalui Kabag OPS, B Sembiring, bahwa pihaknya telah menlusuri beberapa titik didesa Gurukinayan. “Untuk sementara, setelah ditelusuri beberapa titik zona merah belum ada ditemukan korban. Dan saat ini kita belum bisa masuki dekat gunung sinabung karena masih menunggu arahan dan kalau sudah ada instruksi, kita akan terus menyisir secara merata," jelasnya.
Sementara itu, Dandim 0205/TK, Taufik Rizal, meminta supaya masyarakat jangan memasuki zona merah. "Kita himbau masyarakat tidak memasuki kawasan zona merah dan sekarang kita akan usahakan melakukan penyisiran terkait informasi yang berkembang adanya korban. Untuk sementara hingga kini belum ada korban atau masyarakat yang melapor," sebut Dandim.

Jason Pelawi, kepala Desa Gurukinayan, juga mengakui saat dikonfirmasi media. ”Dari masyarakat belum ada kita terima bahwasanya ada keluarganya yang hilang, jadi kita harap kalau ada supaya segera dilaporkan,” imbuhnya.

Ir. Martin Sitepu, Kepala BPBD kabupaten Karo menambahkan agar dipastikan, warga tidak memasuki zona merah yg ditetapkan badan vulkanologi. "Memang karena erupsi besar sempat ada beberapa warga desa yg menghindar dari desa sekitar sinabung secara spontan tadinya. Jadi sudah kita himbau supaya jangan panik," kata Martin.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pantau Gunung Sinabung, awan panas letusan dengan jarak luncur 4.900 meter mengarah ke Selatan. Teramati gugur dengan jarak luncur 1.000-1.500 meter mengarah ke Tenggara dan visual tertutup abu.

Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa saat erupsi juga terjadi gempa. Sejak pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB telah berlangsung 1 kali gempa letusan dengan 607 detik, 1 kali awan panas letusan dengan durasi 607 detik, dan 10 kali awan panas guguran dengan durasi 195-792 detik. "Kemudian 14 kali gempa guguran, 5 kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frekuensi, dan 5 kali gempa vulkanik dalam," ujarnya.

Dia juga menyebutkan, dalam letusan gunung Sinabung kali ini selain abu vulkanik dan gempa, bebatuan kecil juga meluncur dari perut Sinabung.
"Batuan kecil juga menghujani 5 kecamatan itu. Hujan kerikil kecil juga masih terjadi seperti di Desa Kuta Mbaru dan Kuta Rakyat hingga pukul 10.00 WIB," sebut Sutopo.

Sebagaimana dilansir kantor berita Viva, gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, membuat dunia terhenyak setelah menimbulkan letusan dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hampir seluruh media internasional menjadikan bencana ini sebagai berita utama mereka pada Senin, (19/2/2018)

Semburan abu vulkanik dari Gunung Sinabung, Sumatera Utara, juga menyebar hingga ke tiga kecamatan di Aceh Tenggara. "Terasa sekali udara di Aceh Tenggara dicemari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung," ujar Kepala Bagian Logistisk dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Yanti, Senin, 19 Februari 2018.

Menurutnya, sebaran abu vulkanik itu mulai memasuki Aceh Tenggara sejak pukul 14.00 WIB atau hanya berselang empat jam setelah gunung Sinabung erupsi. "Masuknya abu vulkanik di Aceh Tenggara itu cukup mengkhawatirkan, sebab di daerah ini tidak memiliki pasokan masker. Yang ada hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan personel BPBD saja," ujarnya.

Sejauh ini dari data yang dihimpun, wilayah Aceh Tenggara yang paling tebal paparan abunya adalah Kecamatan Babul Makmur, Babul Rahmah dan Kecamatan Lawe Sigala.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia