KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Harimau Sumatera Jambi Terancam Punah
Oleh : Daryono | 24-Des-2008, 21:49:34 WIB

KabarIndonesia - Jambi, Populasi harimau Sumatera di sejumlah Taman Nasional di Jambi, diantaranya Taman Nasional Kerinci  Sebelat, Taman Nasional Berbak, Taman Nasional Bukit 30 dan TNBD saat ini teranccam punah, diperkirakan jumlahnya tinggal 20 ekor. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Jambi DR DIDI WURYANTO, M.Sc mengatakan hal ini dalam acara Diskusi Peningkatan Kapasitas Media Massa Melalui Focus Group Discussion Tentang Pengelolaan Hutan Yang Lestari di Ratu Hotel hari ini. Kegiatan ini difasilitasi EC-Indonesia FLEGT SP Propinsi Jambi bekerjasama dengan AILInst.                            

Dua tahun lalu populasi harimau Sumatera di Jambi diperkirakan 60 ekor sekarang tinggal 20 ekor, hal ini karena masih maraknya perdagangan satwa liar di Propinsi Jambi. Sumatera masih merupakan sumber utama pemasok harimau di pasar internasional. Bagian tubuh harimau yang diperdagangkan seperti Cakar, gigi taring, misai (kumis), kulit badan utuh, potongan kulit, tulang harimau dan harimau utuh. Harganya cukup menggiurkan mencapai puluhan juta rupiah.                            

Akibat semakin langkanya harimau Sumatera, populasi babi hutan meningkat. Babi hutan merusak tanaman petani sekitar hutan yang sangat merugikan. Upaya pencegahan terus dilakukan pihaknya, namun diakui banyak kendala yang dihadapi. Bahkan menurut Kepala BKSDA Propinsi Jambi, perdagangan satwa liar tersebut melibatkan oknum tertentu, dan untuk menegakkan hukum sangat sulit karena hukum sipil tidak bisa dicampuradukkan dengan hukum militer. "Jadi apabila ada oknum TNI yang ikut terlibat, kita hanya bisa melaporkan kepada atasannya,” ujar Didi Wuryanto.    

Menurut catatan BKSDA Propinsi Jambi, tahun 2002 dan 2006 paling banyak terjadi kasus perdagangan satwa liar ini. Jual beli cakar harimau berjumlah 175 kasus dan 43 kasus, gigi taring 102 kasus dan 37 kasus, misai (kumis) 80 kasus dan 2 kasus, kulit badan utuh 24 kasus dan 1 kasus, potongan kulit 20 kasus dan 37 kasus, Tulang harimau 8 kg dan 32 kg, harimau utuh 5 kasus dan 0 kasus.  
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Pertanyakanlah Tuhanmu (2) 18 Apr 2019 13:54 WIB

Pertanyakanlah Tuhanmu (1) 18 Apr 2019 13:52 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia