KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit dan Tol Media (Sebuah Kesaksian Untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Industri Pertanian Ciptakan Kelaparan

 
LINGKUNGAN HIDUP

Industri Pertanian Ciptakan Kelaparan
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 17-Des-2007, 03:33:31 WIB

KabarIndonesia - Industri pertanian yang bertumpu pada produksi massal merugikan penduduk desa negara-negara berkembang. "Untuk pertama kali dalam sejarah manusia, industri agraris berkembang pesat tapi saat bersamaan jumlah orang kelaparan juga meningkat," kata Vandana Shiva, aktivis lingkungan India.

Ini usahanya melawan perusahaan multinasional seperti Monsanto yang ingin mengembangkan tanaman hasil rekayasa genetik. Menurut Dr. Shiva, pola pertanian modern dengan penggunaan pupuk, bahan bakar dan irigasi skala massal harus diubah. Produksi monokultur juga harus dihentikan.

"Industri pertanian saat ini tidak menghasilkan makanan bervariasi," ujar Shiva. "Yang diproduksi komoditas makanan tertentu dalam jumlah besar seperti padi, gandum, jagung dll. Tapi, makanan punya lebih banyak variasi."

Ekspor kekeringan

Konsumen negara Barat dewasa ini bisa makan makanan apa saja sepanjang tahun. Asia dan Afrika menjadi "ladang" memenuhi permintaan makanan negara-negara kaya. Ada anggapan, ini menguntungkan negara-negara berkembang. Tapi menurut dr. Shiva, itu anggapan salah.

"Industri pertanian global saat ini mengakibatkan erosi keragaman hayati. Petani kecil sangat dirugikan. Masyarakat Masai misalnya, kekurangan air karena sebagian besar dipakai irigasi perkebunan selada dan bunga untuk ekspor ke Eropa. Ini namanya mengekspor kekeringan ke Afrika," kata dr. Shiva.

Dr. Shiva berpendapat, pola pertanian dunia harus diubah. "Kita harus menemukan pola tanam ramah dan sinambung," ujarnya. Pola pertanian  tradisional bisa menjadi alternatif. Bercocok tanam dalam skala kecil untuk menghasilkan berbagai jenis makanan, bukan komoditas, adalah sistem lebih baik. Dengan cara itu para petani bisa pula menikmati hasil bumi mereka.

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia