KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kecenderungan Pemanasan Global Terlihat Jelas

 
LINGKUNGAN HIDUP

Kecenderungan Pemanasan Global Terlihat Jelas
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 26-Des-2008, 00:09:50 WIB

KabarIndonesia - Minggu ini, Dinas Meteorologi Inggris mengeluarkan laporan iklim tahun 2008. Kesimpulan laporan itu, tahun 2008 adalah salah satu tahun terpanas sejak pencatatan cuaca.

14,3 derajat Celcius. Itulah suhu udara rata-rata di bumi sepanjang tahun 2008. Menurut analisa para ahli iklim Inggris, tahun ini menduduki peringkat ke sepuluh tahun terpanas sejak 1850. Yang lebih penting lagi, sepuluh tahun terpanas dalam catatan sejarah itu semuanya ada pada jangka waktu 1997 sampai sekarang. Jadi jelas, saat ini memang sedang berlangsung proses pemanasan bumi.

Tahun terpanas di bumi tercatat tahun 1998 dengan suhu rata-rata 14,5 derajat Celcius. Pergerakan suhu bumi dari tahun ke tahun dalam skala kecil dipengaruhi oleh fenomena cuaca yang bertukar antara gelombang panas dan gelombang dingin.

Dalam istilah populer fenomena ini dikenal dengan sebutan gelombang El Nino untuk hawa panas, dan gelombang La Nina untuk hawa dingin.

Penghujung tahun 2008 ada fenomena hawa dingin La Nina. Jadi gejala pemanasan bumi sebenarnya masih teredam oleh fenomena itu. Bahkan 2008 adalah tahun terdingin selama 10 tahun terakhir. Tapi para ahli yakin, fase dingin ini akan segera berakhir. Seperti diungkapkan Peter Stott dari pusat penelitian iklim Hadley di Inggris: "Kemungkinan besar, satu sampai tiga tahun depan bumi makin hangat. Karena tidak ada lagi fenomena La Nina. Jadi suhu rata-rata bisa naik 0,2 persen setiap dekade."

Memang ada juga peneliti yang skeptis terhadap teori pemanasan bumi. Sebab menurut mereka, tahun 1998 tercatat sebagai tahun terpanas. Setelah itu ternyata suhu udara turun lagi. Dan suhu rata-rata bumi sekarang 0,2 derajat Celcius di bawah suhu tahun 1998. Jadi suhu bumi malah mendingin.

Peneliti iklim Phil Jones menerangkan, perkembangan suhu bumi harus dilihat dalam kecenderungan jangka panjangnya. "Memang tidak selalu suhu udara bumi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Yang lebih penting adalah mengamati kecenderungan jangka panjang. Membandingkan dekade sekarang dengan dekade-dekade sebelumnya. Tahun 2000 sampai 2008, suhu rata-rata 0,2 derajat celcius lebih tinggi dari periode tahun 90-an. Dari situ saja terlihat, ada pemanasan global yang disebabkan oleh gas rumah kaca di atmosfir."

Suhu udara tahun 1998, yang sampai sekarang menjadi tahun terpanas sepanjang catatan sejarah, memang tidak bisa dijadikan patokan rata-rata. Sebab tahun 1998 ada fenomena gelombang panas, fenomena El Nino, yang sangat kuat. Peneliti iklim Inggris Phil Jones menerangkan lebih jauh: "Tahun-tahun El Nino memang tahun-tahun panas. Dan 1997/1998 ada gelombang El Nino terkuat selama abad 20. Itu sebabnya 1998 jadi tahun terpanas. Sekarang kita sedang mengalami fase dingin La Nina di Pasifik. Suhu rata-rata turun sedikit. Tapi secara keseluruhan, 10 tahun terakhir ini suhunya 0,2 derajat lebih panas daripada tahun 90-an. Dan 10 tahun terakhir adalah tahun-tahun terpanas."

Jadi 2008 memang bukan tahun terpanas menurut catatan para ahli. Tapi catatan cuaca menunjukkan dengan jelas adanya kecenderungan pemanasan global.

Sumber: Deutsche Welle

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia