KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDr Ir H Salahuddin Wahid (Gus Sholah) Adik Kandung Presiden ke-4 RI Tutup Usia oleh : Danny Melani Butarbutar
02-Feb-2020, 18:29 WIB


 
 
KabarIndonesia  - Breaking News Kompas tv kemarin (2/2) sekitar pkl. 23.00 dan Dandy Bayu Bramasta KOMPAS.com memberitakan jika KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah, meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) malam.

Almarhum  Gus Sholah yang juga pengasuh
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 
Menu Aceh Sie Asap Localeco 20 Feb 2020 04:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Mengenang Hari Ibu di Pedalaman Papua
Oleh : Frans Ign Bobii | 22-Des-2008, 20:38:10 WIB

KabarIndonesia Di waktuku masih kecil… gembira dan senang… tiada dukaku kukenang  tak kunjung menyerang disore hari yang sepi  ibu ku bertelut  sujud  berdoa ku dengar namaku disebut… Di doa ibuku namaku disebut, di doa ibu kudengar ada namaku disebut.

Syair lagu ini sungguh mengugah hati setiap orang.  Betapa besarnya kasih seorang ibu kepada setiap anak. Begitu besar tangungjawab untuk mendidik dan membesarkan anak-anak hingga dewasa.   Setiap manusia yang ada di bumi tanpa   keterlibatan kasihsayang dari seorang ibu tak kunjung merubah kondisi, bahkan pasti mustahil.

Memaknai kondisi ini kaum perempuan di Papua khusus pedalaman Paniai  memberikan nuansa dalam perubahan hidup  setiap manusia yang lahir dari kandungan seorang pertiwi.  Itulah pentingnya kehadiran seorang ibu dalam hidup.   Kesetaraan Kaum Hawa dengan kaum Adam merupakan suatu kodrati dari Maha Kuasa, namun secara manusiawi sering menjadi  sebuah fenomena. Bahkan hingga kini sedang mencari solusi agar kaum Hawa ( Perempuan) setara dengan kaum Laki-laki.   

Tanggal 20 Desember kaum perempuan memperingati hari kebangkitan. Secara serempak dipersada dunia meramaikan dengan berbagai kegiatan tergantung kondisi setempat.  Berbicara kaum perempuan soal yang rumit, pasalnya kaum perempuan kelompok yang tertindas diantara kaum laki-laki.   Terutama kaum perempuan Papua khususnya di pelataran gunung dan dipesisir.  

Sebagai perempuan tugas mereka hanya mengurus keluarga (pengasuh anak dan melayani suami). Hal itu menjadi pekerjaan sehari-hari. Misalnya dipedalaman Paniai, kaum perempuan suku Mee hampir semua pekerjaan dalam rumah tanggah menjadi tangungjawab.   Seperti yang diutarakan diatas bahwa perempuan dianggap sebagai golongan yang lemah. Sang suami tampil sebagai raja yang selalu memerintah kepada sang istrinya, berkebun, mencari kayu, memelihara ternak serta jual menjual hasil kebun menjadi tugas sehar-hari.  

Irama hidup kaum perempuan suku Mee dianggap sebagai penindasan yang keji, namun bagi mereka buka persoalan. Secara hakikatnya perempuan suku Mee ini memaknai hidup itu sebagai panggilan Tuhan. Walaupun dari sudut pandang jenis pekerjaannya dianggap berat.    

Berbicara kesetaraan gender, di Paniai dan umumnya dipedalaman Papua merupakan hal baru. Sosialisasi pentingnya gender belum disentuh. Selain itu hampir semua kaum perempuan terkesan belum mendapatkan pemahaman akan penting kesetaraan dengan kaum laki-laki.   Perubahan dunia semakin maju, berbagai tantangan pun menjadi beban kaum perepuan.  Namun bagi kaum perempuan  suku Mee menilai hal itu sebagai  konsekkuensi hidup.    

Mencermati kondisi itu pihak gereja Katolik di Paniai sudah melirik akan pentingnya kesetaraan kaum perempuan. Berbagai kegiatan sudah dikembangkan. Misal menyulam, menjahit, memasak dan lain-lain.  

Di Paroki Segala Orang Kudus Diyai, Dekenat Paniai Keuskupan Timika Papua, perempuan menjadi sebuah kegiatan pastoral yang sudah diagendakan. Kaum Perempuan itu telah dikumpulkan kelompok sosial paroki. Kegiatan dikembangkan, diantaranya menjahit, memasak, menyulam, dan perikanan. Paroki yang terdiri dari enam stasi itu untuk mengembangkan ketrampilan itu selalu dilombakan. Sehingga setiap tahun dievaluasi kembali.  

Hasil kegiatan yang dikembangkan oleh gereja demi peningkatan kaum perempuan itu menjadi sebuah solusi bagi wilayah itu. Bukan hanya di Paroki  Diyai akan tetapi juga di paroki lain diwilayah Dekenat Paniai Keuskupan Timika.  Waghete salah satu pusat misionaris melakukan hal sama.  
Pengembanggan ketrampilan itu merupakan upaya agar kaum perempuan Suku Mee tidak hanya berpikir secara tradisi (adat) hanya berkebun akan disisi lain mereka juga bisa berubah dengan pola lain.  

Tepat tanggal 20 Desember  kelompok ketrampilan ini sempat berkumpul. Mereka membicarakan perkembangan masa depan kaum perempuan Mee. Sebagai seorang laki-laki  yang dilahirkan oleh seorang mama, sangat menaruh perhatian  kepada kaum itu. Memperbaiki taraf hidup kaum perempuan mesti ada perhatian khususnya kepada kaum perempuan.             



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com                   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 
IMLEK AGAR KITA MELEK 23 Jan 2020 05:21 WIB

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia