KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniMasa Isolasi Itu Adalah Anugerah Dari Tuhan oleh : Kabarindonesia
01-Apr-2020, 10:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Rasa kuatir dan takut umat manusia di bumi melanda semua negara akibat pandemik covid-19. Banyak negara mengambil keputusan untuk lockdown, kebijakan social distancing bahkan meminta setiap orang untuk karantina sendiri di rumah.Di tengah masyarakat yang demikian, timbul pro
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUK LAWAN WABAH KESEPIAN ! 21 Mar 2020 12:41 WIB


 

Mewujudkan Mimpi Pulauku Nol Sampah

 
LINGKUNGAN HIDUP

Mewujudkan Mimpi Pulauku Nol Sampah
Oleh : Rohmah S | 20-Jul-2018, 08:14:57 WIB

KabarIndonesia - Wajahnya tenang seperti permukaan laut di pagi hari. Tutur katanya teratur rapi bagai ombak kecil yang bergantian menyapu pantai. Namun semangatnya begitu kuat terpancar bak mentari di pagi hari yang cerah. Setiap pengunjung Pulau Pramuka dapat merasakan betapa tulus dan pedulinya Mahariah terhadap lingkungan.  

Seorang guru sekolah dasar berusia 49 tahun kelahiran Pulau Panggang, Kepulauan Seribu ini merupakan tokoh masyarakat yang berpengaruh dan dipercaya dapat mendorong warga lainnya untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan, ekonomi dan sosial yang ada.  

Sejak 15 tahun lalu, Mahariah bersama tim kecilnya mengembangkan program ekowisata, yaitu program pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta pendidikan. Kegiatan yang dilakukan antara lain penghijauan wilayah hutan mangrove dan pengelolaan daur ulang sampah yang aktif mengajak wisatawan maupun masyarakat sekitar.  

Mengedukasi para pelancong memang menjadi suatu tantangan, namun tantangan terberat ialah mengubah pola pikir masyarakat Pulau Pramuka itu sendiri. Secara perlahan dan konsisten, edukasi secara persuasif dilakukan sampai akhirnya ada perubahan pola pikir.  

Atas kiprahnya, pemerintah memberi Mahariah apresiasi Kalpataru tingkat provinsi tahun 2016 dan Kalpataru tingkat nasional pada tahun 2017. Kalpataru sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang berarti pohon kehidupan. Sungguh, ibu satu anak ini telah menjadi pohon kehidupan untuk masyarakat Kelurahan Pulau Pramuka.

Namun dengan rendah hatinya ia beranggapan belum pantas menerima penghargaan yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut.

“Saya tidak tahu kenapa diberi penghargaan ini. Yang saya lakukan baru sedikit, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ujar Mahariah saat ditemui belum lama ini.  

Sebenarnya kepedulian terhadap lingkungan berangkat dari egoisme pribadi Mahariah. “Saya butuh udara bersih, makanya menanam mangrove. Saya perlu makanan sehat, makanya menanam sayuran organik. Saya juga ingin tempat tinggal saya bersih, makanya ingin sampah dikelola dengan baik,” tutur Mahariah mengungkapkan keegoisannya.  

Seiring dengan kegiatan positif Mahariah dan kelompoknya, PT Astra International Tbk memfasilitasi berbagai kegiatan pembinaan yang mengacu pada empat pilar kontribusi sosial Astra yang berkelanjutan, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan yang kemudian dicanangkan menjadi Kampung Berseri Astra (KBA) Pulau Pramuka pada tahun 2015.  

Pada bidang kesehatan, Astra melatih kader posyandu dalam rangka mendukung Program Indonesia Sehat. Pada bidang pendidikan, Astra memberikan pendampingan Sekolah Adiwiyata, pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan memanfaatkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang ada, serta pemberian beasiswa untuk anak-anak tingkat SD, SMP dan SMA. Kemudian pada bidang kewirausahaan dilakukan pembinaan UMKM dengan salah satu produk unggulan keripik sukun.  

Darurat Sampah

Pada bidang lingkungan, kegiatan berfokus pada pengolahan sampah dan ketersediaan air bersih. Kegiatan yang dilakukan antara lain, pengelolaan bank sampah, pengumpulan sampah organik yang dimasukkan ke dalam alat biodigester, sehingga menghasilkan biogas untuk keperluan memasak, pemanfaatan ulang botol plastik agar menjadi bata ramah lingkungan (ecobrick), pembuatan karya seni dari limbah styrofoam, serta penampungan air hujan dan pertanian sayur organik yang dapat dilakukan di halaman rumah.  

Mahariah juga mengajak komunitas-komunitas selam untuk selalu memungut sampah sebelum memulai kegiatan menyelam. “Lumayan kan sebelum nyelam dapat sekilo [sampah] dari dasar laut. Karena tidak bisa mengambil sampah di wilayah terumbu karang dengan pengeruk, nanti bisa rusak semua,” kata Mahariah.   Semoga dengan kerja keras dan ketulusan hati, suatu hari nanti Mahariah dan masyarakat Pulau Pramuka dapat mewujudkan secara nyata tagline yang selalu dikobarkan: Pulauku Nol Sampah. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia