KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Pelepasan Harimau ke Hutan Ulu Masen
Oleh : Muhammad Nizar | 22-Des-2008, 20:33:24 WIB

Kabarindonesia - Aceh, Seekor harimau betina umur 1,5 tahun dilepas liarkan kembali di Hutan Blang Raweu, kecamatan Manee kabupaten Pidie. Termasuk dalam kawasan Ulu Masen. Harimau liar ini merupakan harimau yang ditangkap masyarakat beberapa waktu lalu di Jantho.

Pelepasan dilakukan oleh BKSDA Aceh bekerja sama dengan BPKEL, FFI Aceh, YLI dan beberapa lembaga peduli satwa lainnya.   Pelepas liaran dilakukan Minggu, 21 Desember, pagi sekitar pukul 08.00. Harimau yang berada dalam kandang, diangkut memakai helikopter milik angkatan udara.  Kemudian diterbangkan dari Lanud Blang Bintang menuju titik pelepasan. Ikut dalam helicopter kepala BKSDA Aceh, Andi Basrul dan Wahdi dari FFI. Di badan harimau tersebut di pasang alat GPS colar untuk memantau keberadaannya nanti dan mengantisipasi konflik dengan manusia. Dalam sehari alat GPS akan mengirimkan 12 kali laporan kepada tim monitoring BKSDA. Jarak titik pelepasan harimau di hutan dengan kampung terdekat cukup jauh, sekitar 20 km, artinya aman bagi manusia.
 
Kepala BKSDA Aceh, Andi Basrul, ditemani oleh Mike Grifith dari BPKEL Aceh, mengatakan pelepasan ini telah melalui musyawarah dengan pemerintahan Aceh. ”Gubernur Irwandi mengetahui kegiatan ini dan menyetujuinya. Sedangkan pemerintah Kabupaten Pidie telah membuat surat persetujuan dilepaskan di daerahnya,” kata pria Makasar ini.
Harimau betina ini sebelum dilepaskan telah melewati berbagai perawatan kesehatan. Pemeriksaan darah secara lengkap, pengukuran denyut jantung, dan penghitungan nafas. ”Jadi kami memastikan kondisi harimau dalam keadaan sehat sebelum dilepaskan,” kata Mike Griffith.
 
Andi Basrul menceritakan proses pelepasan harimau dalam hutan. ”Helikopter mendarat di helipad yang sebelumnya telah disiapkan oleh tim perintis. Kemudian kandang harimau diletakkan jauh dari helikopter, dalam jarak aman. Pada pintu kandang disambung dengan tali, yang dapat ditarik dari jarak jauh. Saya menarik tali, pintu kandang terbuka, kemudian harimau perlahan-lahan keluar dari kandang dan lari menghilang di kerimbunan hutan,” Andi menjelaskan.   Mike Griffith menyampaikan populasi harimau di Aceh sudah sangat sedikit, berkisar antara 200-300 ekor saja.

Pelepasan harimau di tempat yang jauh dari penduduk untuk menghindari konflik antara satwa dan manusia. ”Harimau sudah banyak ditembak, lama-lama bisa habis. Padahal sangat penting menjaga kelestarian harimau untuk menjaga ekosistem lingkungan,” ujarnya.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Pertanyakanlah Tuhanmu (2) 18 Apr 2019 13:54 WIB

Pertanyakanlah Tuhanmu (1) 18 Apr 2019 13:52 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia