KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA








 
BERITA LAINNYA
 

 
BNN "Panen" 1 Ton Ganja di Aceh 13 Aug 2020 02:57 WIB


 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Penyelamatan Lahan Basah Sedunia 2020

 
LINGKUNGAN HIDUP

Penyelamatan Lahan Basah Sedunia 2020
Oleh : Bang Rachmad | 04-Feb-2020, 14:55:41 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 2 Februari. Hal ini mengacu pada perjanjian perlindungan lahan basah yang ditandatangani pada tanggal 2 Februari 1971.

Untuk itulah di gedung pasca sarjana Unsyiah diadakan seminar tentang Hari Wetland Sedunia dengan tema," Pengelolaan Sumber Daya Alam Secara Bijak, Jaminan berhasilnya Mitigasi Bencana Lingkungan",  Banda Aceh, Selasa, 4 Februari 2020.

Kegiatan ini dilakukan oleh AWF atau Aceh Wetland Foundation dengan nara sumber: TM Zulfikar (YEL), Dr H Taing Lubis (BKSDA) dan Arifsyah Nasution (Greenpeace Indonesia).
Hari Lahan Basah Sedunia atau World Wetlands adalah tema untuk tahun 2020 (Wetlands and Biodiversity).

Tujuan dari Lahan Basah se Dunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global tentang peranan vital lahan basah bagi kehidupan manusia dan alam sekitar diseluruh bumi.
Indonesia sebagai salah satu anggota dari Konvensi Ramsar (Lahan Basah).

Indonesia ikut bergabung pada Konvensi Ramsar karena terdapat lahan gambut sekitar 15 juta hektar tersebar di beberapa tempat di Indonesia. Indonesia juga ikut serta Indonesia untuk menjaga kestabilan ekosistem terutama di lahan gambut, pemanasan global, perubahan iklim, biodiversitas beserta dampak yang ditimbulkan nantinya.

Konvensi Ramsar disusun dan disetujui negara-negara peserta sidang di Ramsar, Iran pada tanggal 2 Februari 1971 dan mulai berlaku 21 Desember 1975. Sampai tahun 2010 terdapat 159 negara penandatangan konvensi yang merupakan peningkatan dari sejumlah 119 negara pada tahun 2000, dan 18 negara pendiri pada tahun 1971.

Negara peserta konvensi bertemu setiap 3 tahun sekali di Konferensi Para Pihak yang pertama kali diadakan tahun 1980 di Cagliari, Italia. Amendemen disetujui di Paris (tahun 1982) dan di Regina (tahun 1987). Konvensi Ramsar memiliki komisi tetap, panel inspeksi keilmuan, dan sekretariat. Markas besar Konvensi Ramsar terletak di Gland, Swiss bersama-sama dengan IUCN.

Berdasarkan data Global Wetland Outlook (2018), lebih dari sepertiga lahan basah di bumi telah hilang selama periode 45 tahun. Ternyata 40 persen dari total species di dunia hidup dan berkembang biak di lahan basah. Laju lahan basah yang rusak meningkat secara signifikan pasca tahun 2020, dimana seluruh wilayah di bumi kena imbasnya.

Ada banyak penyebab lahan basah berkurang di seluruh dunia. perubahan iklim, urbanisasi, pertumbuhan populasi manusia alih fungsi lahan dan sebagainya yang semuanya telah berkontribusi pada kondisi ini.

Mari kita bersama-sama menjaga dan merestarikan lahan basah sebagai habitat berbagai jenis keanekaragaman hayati dan terlebih sebagai pendukung kehidupan umat manusia.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
"BURN OUT" = 4G (Gosong) 13 Aug 2020 04:53 WIB


 

 

 

 
Saatnya Nabung Saja Tidak Cukup 13 Aug 2020 02:57 WIB


 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia