KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Prahara "Masyarakat" Beruk Terjadi di Agam
Oleh : Muhammad Subhan | 24-Des-2008, 16:29:41 WIB

KabarIndonsia -- Perburuan hewan beruk di Palembayan Kabupaten Agam, sumatera Barat sangat menyedihkan dan membuat setiap orang merasa prihatin dan kasihan terhadap jenis hewan yang serba bisa ini.
Sebuah prahara bagi "masyarakat" beruk, karena mereka bersama keluarganya diburu sampai mati secara mengenaskan. Pasalnya mereka telah merajalela merusak tanaman, dan dianggap sebagai hama baru yang merugikan petani. 
Itulah yang terjadi di Padang Banban, Nagari IV Koto, Palembayan. Masyarakat di sana melakukan perburuan beruk setiap bulan dua kali dengan cara memburu dan mengepung mereka ke sebuah pohon besar. Lalu pohon besar tadi ditebang, kawanan beruk yang terkepung dipohon tadi menjerit histeris, lalu terhempas bersama tumbangnya pohon itu.
Kawanan beruk dan keluarganya mati bergelimpangan. Ada yang luka parah, ada yang terhempit dahan kayu, kepala luka parah, perut robek. Namun tahukah anda kejadian yang sangat memilukan, si anak beruk selamat dengan tetap memeluk erat induknya yang sudah mati. Ada pula beruk yang sudah kepayahan atau pingsan kemudian siuman, maka diselamatkan masyarakat untuk dipelihara. 
Pekan lalu, tidak kurang 70 ekor beruk tewas dalam perburuan yang dilakukan masyarakat di Padang Banban Nagari IV Koto Palembayan. Perburuan beruk yang diikuti banyak warga itu dilakukan karena binatang tersebut mengganas menyerang padi dan tanaman petani lainnya, terutama pada lokasi pinggiran hutan.
Dalam perburuan terlihat hadir Camat Palembayan Nazwar, S.H., wali nagari setempat Ronny Akmal, anggota Polsek, dan Koramil.
Selain mati dengan kondisi menggenaskan, banyak pula yang kelelahan dan dapat ditangkap hidup-hidup oleh masyarakat yang kemudian dipelihara untuk digunakan sebagai pengambil buah kelapa.
Namun ternyata banyak beruk yang lari terbirit-birit memanjat batang pohon enau ketika dihalau pemburu, sehingga banyak pula batang enau yang ditebang.
Di samping puluhan beruk dapat dimusnahkan, banyak yang lolos ke sebuah batang kayu yang dianggap sakti oleh masyarakat, namun terpaksa dibiarkan karena tidak ada yang berani menebang pohon tersebut.
Menurut camat setempat, hama beruk telah mengganas sejak beberapa tahun terakhir, dan sangat merugikan petani. Hal itu antara lain disebabkan oleh habitatnya telah terganggu akibat pembukaan lahan baru oleh oknum masyarakat untuk dijadikan perkebunan.
Wilayah yang parah di serang hama beruk adalah sekitar Jorong Banban Koto Tinggi dan Jorong Lubuak Gadang Nagari IV Koto Palembayan, Agam.
Untuk membasmi hama beruk itu, masyarakat akan melakukan perburuan rutin sekali 15 hari. Di samping hama beruk hama babi pun juga mengancam petani.
Tentu saja cara perburuan beruk ini sangat bertentangan dengan komunitas penyayang binatang. Sebab, merajalelanya beruk tidak lain karena habitat mereka sudah dirambah manusia, atau karena kian ganasnya oknum-oknum pelaku illegal loging. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia