KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Internasional oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Prahara "Masyarakat" Beruk Terjadi di Agam
Oleh : Muhammad Subhan | 24-Des-2008, 16:29:41 WIB

KabarIndonsia -- Perburuan hewan beruk di Palembayan Kabupaten Agam, sumatera Barat sangat menyedihkan dan membuat setiap orang merasa prihatin dan kasihan terhadap jenis hewan yang serba bisa ini.
Sebuah prahara bagi "masyarakat" beruk, karena mereka bersama keluarganya diburu sampai mati secara mengenaskan. Pasalnya mereka telah merajalela merusak tanaman, dan dianggap sebagai hama baru yang merugikan petani. 
Itulah yang terjadi di Padang Banban, Nagari IV Koto, Palembayan. Masyarakat di sana melakukan perburuan beruk setiap bulan dua kali dengan cara memburu dan mengepung mereka ke sebuah pohon besar. Lalu pohon besar tadi ditebang, kawanan beruk yang terkepung dipohon tadi menjerit histeris, lalu terhempas bersama tumbangnya pohon itu.
Kawanan beruk dan keluarganya mati bergelimpangan. Ada yang luka parah, ada yang terhempit dahan kayu, kepala luka parah, perut robek. Namun tahukah anda kejadian yang sangat memilukan, si anak beruk selamat dengan tetap memeluk erat induknya yang sudah mati. Ada pula beruk yang sudah kepayahan atau pingsan kemudian siuman, maka diselamatkan masyarakat untuk dipelihara. 
Pekan lalu, tidak kurang 70 ekor beruk tewas dalam perburuan yang dilakukan masyarakat di Padang Banban Nagari IV Koto Palembayan. Perburuan beruk yang diikuti banyak warga itu dilakukan karena binatang tersebut mengganas menyerang padi dan tanaman petani lainnya, terutama pada lokasi pinggiran hutan.
Dalam perburuan terlihat hadir Camat Palembayan Nazwar, S.H., wali nagari setempat Ronny Akmal, anggota Polsek, dan Koramil.
Selain mati dengan kondisi menggenaskan, banyak pula yang kelelahan dan dapat ditangkap hidup-hidup oleh masyarakat yang kemudian dipelihara untuk digunakan sebagai pengambil buah kelapa.
Namun ternyata banyak beruk yang lari terbirit-birit memanjat batang pohon enau ketika dihalau pemburu, sehingga banyak pula batang enau yang ditebang.
Di samping puluhan beruk dapat dimusnahkan, banyak yang lolos ke sebuah batang kayu yang dianggap sakti oleh masyarakat, namun terpaksa dibiarkan karena tidak ada yang berani menebang pohon tersebut.
Menurut camat setempat, hama beruk telah mengganas sejak beberapa tahun terakhir, dan sangat merugikan petani. Hal itu antara lain disebabkan oleh habitatnya telah terganggu akibat pembukaan lahan baru oleh oknum masyarakat untuk dijadikan perkebunan.
Wilayah yang parah di serang hama beruk adalah sekitar Jorong Banban Koto Tinggi dan Jorong Lubuak Gadang Nagari IV Koto Palembayan, Agam.
Untuk membasmi hama beruk itu, masyarakat akan melakukan perburuan rutin sekali 15 hari. Di samping hama beruk hama babi pun juga mengancam petani.
Tentu saja cara perburuan beruk ini sangat bertentangan dengan komunitas penyayang binatang. Sebab, merajalelanya beruk tidak lain karena habitat mereka sudah dirambah manusia, atau karena kian ganasnya oknum-oknum pelaku illegal loging. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia