KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
PUISI-PUISI SILIVESTER KIIK 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Prahara "Masyarakat" Beruk Terjadi di Agam
Oleh : Muhammad Subhan | 24-Des-2008, 16:29:41 WIB

KabarIndonsia -- Perburuan hewan beruk di Palembayan Kabupaten Agam, sumatera Barat sangat menyedihkan dan membuat setiap orang merasa prihatin dan kasihan terhadap jenis hewan yang serba bisa ini.
Sebuah prahara bagi "masyarakat" beruk, karena mereka bersama keluarganya diburu sampai mati secara mengenaskan. Pasalnya mereka telah merajalela merusak tanaman, dan dianggap sebagai hama baru yang merugikan petani. 
Itulah yang terjadi di Padang Banban, Nagari IV Koto, Palembayan. Masyarakat di sana melakukan perburuan beruk setiap bulan dua kali dengan cara memburu dan mengepung mereka ke sebuah pohon besar. Lalu pohon besar tadi ditebang, kawanan beruk yang terkepung dipohon tadi menjerit histeris, lalu terhempas bersama tumbangnya pohon itu.
Kawanan beruk dan keluarganya mati bergelimpangan. Ada yang luka parah, ada yang terhempit dahan kayu, kepala luka parah, perut robek. Namun tahukah anda kejadian yang sangat memilukan, si anak beruk selamat dengan tetap memeluk erat induknya yang sudah mati. Ada pula beruk yang sudah kepayahan atau pingsan kemudian siuman, maka diselamatkan masyarakat untuk dipelihara. 
Pekan lalu, tidak kurang 70 ekor beruk tewas dalam perburuan yang dilakukan masyarakat di Padang Banban Nagari IV Koto Palembayan. Perburuan beruk yang diikuti banyak warga itu dilakukan karena binatang tersebut mengganas menyerang padi dan tanaman petani lainnya, terutama pada lokasi pinggiran hutan.
Dalam perburuan terlihat hadir Camat Palembayan Nazwar, S.H., wali nagari setempat Ronny Akmal, anggota Polsek, dan Koramil.
Selain mati dengan kondisi menggenaskan, banyak pula yang kelelahan dan dapat ditangkap hidup-hidup oleh masyarakat yang kemudian dipelihara untuk digunakan sebagai pengambil buah kelapa.
Namun ternyata banyak beruk yang lari terbirit-birit memanjat batang pohon enau ketika dihalau pemburu, sehingga banyak pula batang enau yang ditebang.
Di samping puluhan beruk dapat dimusnahkan, banyak yang lolos ke sebuah batang kayu yang dianggap sakti oleh masyarakat, namun terpaksa dibiarkan karena tidak ada yang berani menebang pohon tersebut.
Menurut camat setempat, hama beruk telah mengganas sejak beberapa tahun terakhir, dan sangat merugikan petani. Hal itu antara lain disebabkan oleh habitatnya telah terganggu akibat pembukaan lahan baru oleh oknum masyarakat untuk dijadikan perkebunan.
Wilayah yang parah di serang hama beruk adalah sekitar Jorong Banban Koto Tinggi dan Jorong Lubuak Gadang Nagari IV Koto Palembayan, Agam.
Untuk membasmi hama beruk itu, masyarakat akan melakukan perburuan rutin sekali 15 hari. Di samping hama beruk hama babi pun juga mengancam petani.
Tentu saja cara perburuan beruk ini sangat bertentangan dengan komunitas penyayang binatang. Sebab, merajalelanya beruk tidak lain karena habitat mereka sudah dirambah manusia, atau karena kian ganasnya oknum-oknum pelaku illegal loging. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia