KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Program Aceh Green Tidak Sinkron
Oleh : Muhammad Nizar | 30-Nov-2010, 22:33:44 WIB

KabarIndonesia - Walhi Aceh menilai konsep Aceh Green yang dicanangkan pemerintah tidak sinkron dengan kebijakan mengeluarkan rekomendasi pembukaan tambang. Kemudian lagi tidak ada ada alat ukur yang jelas dalam program sehingga timbul kesan program dijalankan tidak serius. Perkembangan moratorium logging, pun sampai sekarang belum ada kelanjutan yang jelas walau pemerintah mengklaim telah menyelamatkan 500.000 hektar hutan.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Aceh, T.M. Zulfikar, Senin (29/11) menyatakan, sebenarnya ia memberikan apresiasi terhadap program-program yang telah dirancang oleh Aceh Green karena sudah bisa menekan dan mengurangi penebangan hutan Aceh, walau cuma baru 500.000 hektar seperti yang diklaim pemerintah. Sayang, moratorium logging yang sudah berjalan dari 6 Juni 2007 sampai sekarang belum ada perkembangan signifikan.

“Hari ini bisa kita lihat ada banjir di mana-mana dikarenakan hutan hancur. Ini sangat mengganggu pendapatan masyarakat di sekitar hutan. Padahal pemerintah sudah menganggarkan 42 miliar untuk hutan namun cuma 8 persen untuk pelestarian hutan selebihnya 92 persen untuk gaji Pamhut (Pengamanan Hutan-red),” jelasnya.

Celakanya lagi, masih ada oknum Pamhut yang melakukan ilegal logging seperti yang terjadi belum lama ini di sebuah kabupaten/kota di Aceh.

Program Aceh Green tidak sinkron dengan kebijakan Gubernur Aceh yang terus saja memberikan rekomendasi pembukaan hutan. Fakta baru ketidaksinkronan Aceh Green tersebut adalah Gubernur Aceh mengeluarkan surat Persetujuan Pencadangan Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) bagi PT. Rencong Pulp & Paper Industry.

Lahan yang yang disetujui ini berlokasi di Aceh Utara, Aceh Timur, Tamiang seluas 31.472 hektar dan berada dalam Kawasan Ekosistem Leuser.

Belum lagi rekomendasi yang dikeluarkan Gubernur untuk pembukaan tambang di Kawasan hutan dan sekitarnya sehingga membuat kawasan tersebut mengalami kerusakan bentang alam yang cukup parah.

“Pemerintah propinsi ketika ditanya kenapa memberikan izin tambang berkilah bahwa itu kerjaan kabupaten/kota. Seharusnya pemerintah jangan melepas tanggung jawab, Gubernur kan berhak menolak memberi rekom, apalagi dia punya Aceh Green,” kata TM Zulfikar.

Melihat keadaan ini banyak masyarakat bertanya-tanya apa yang dikehendaki oleh Gubernur Aceh sebenarnya. Banyak yang “tidak nyambung” antara program penyelamatan hutan dengan “kengototan” pemerintah memberikan izin tambang. Bahkan Gubernur Irwandi mati-matian menolak menutup tambang, yang telah membuat banyak lubang raksasa, dengan alasan tidak ada mereka tidak ada kesalahan.

“Saya pikir di Aceh ini perlu diberlakukan dulu moratorium mining (penghentian tambang sementara-red). Supaya sumber daya alam yang ada dapat disimpan dulu dan pemerintah mengkaji ulang keberadaan tambang,” kata TM Zulfikar.

Di masa mendatang pemanfaatan sumber daya alam bisa haruslah mampu mensejahterakan rakyat banyak. Banyak pihak yang menentang pembukaan tambang di Aceh apalagi masyarakat Aceh dari dulu hidup pertanian. Masih ada sekitar 2 juta hektar hutan budidaya yang masih bisa di manfaatkan untuk pertanian.

Aceh Green sendiri sebenarnya bukanlah program yang berkutat pada masalah-masalah hutan semata. “Hijau” dalam pengertian Aceh Green juga berarti adanya pelestarian segala sumber daya alam seperti air, pangan, energi dan lingkungan. Di mana semuanya itu memberikan kenyamanan hidup bagi manusia dan mencegah kerusakan lingkungan di muka bumi. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia