KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Internasional oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Tanggul Jebol, Warga Kebanjiran Lumpur
Oleh : Mei Linda Rosyanti | 17-Des-2008, 12:35:16 WIB

KabarIndonesia - Walhi Sumatera Utara melalui staf bidang pesisir dan pantainya, Dana Prima Tarigan, menyesalkan kejadian runtuhnya tanggul penahan pasir di Pantai Baru, Pantai Labu, Deli Serdang beberapa waktu lalu.

"Walau lumpurnya sudah dibersihkan oleh warga, namun masih tersisa didalam rumah warga yang menjadi korban," kata Dana, Rabu (17/12). Menurutnya, runtuhnya tanggul penampung pasir (stokphil) hasil pasir tersebut, mengakibatkan 10 rumah warga yang berada yang berada disekitar area tersebut kebanjiran limbah pasir. Banjir lumpur setinggi 40 cm, menggenangi bagian dalam rumah dan halaman depan.

Pekerja dan pengusaha pengeruk pasir, awalnya tidak perduli. Tak senang dengan ketidak perdulian itu, masyarakat korban banjir akhirnya ramai–ramai mendatangi lokasi penampungan pasir tersebut.

Sempat terjadi keributan di lokasi. Karena masyarakat meminta pengerukan dihentikan sejenak karena lumpur tersebut semakin banyak membanjiri pemukiman masyarakat namun pihak kepolisian dan Kepala Desa Pantai Labu Pekan yang hadir tidak mau perduli padahal masyarakat sudah berteriak minta tolong agar pengerukan tersebut dihentikan. Akhirnya terjadi aksi dorong mendorong antara masyarakat dan Kepala Desa.

Melihat situasi sudah mulai memanas, pihak pengusaha akhirnya menghentikan pengerukan pasir tersebut. Diduga takut terekspose media, pihak pengeruk pasir langsung menutup tumpahan lumpur tersebut dengan pasir.

Namun, hingga hari ini, korban banjir tidak mendapatkan perhatian yang serius dan bertanggung jawab oleh pihak pengusaha. Runtuhnya tanggul penampung pasir tersebut tidak diketahui sebabnya, tapi diduga karena lubang penampung pasir dibuat asal–asalan dan tidak memiliki penahan. Jadi saat pasir penuh, tanggul penahan akan runtuh. Saat ini yang runtuh hanya satu saja, namun dampaknya sudah cukup parah.

Jika kelima stockphill tersebut runtuh maka pemukiman penduduk akan menjadi kolam lumpur. Hipotesis tersebut dapat dibenarkan karena Projek eksploitasi pasir tersebut sama sekali tidak dikelola dengan baik atau asal–asalan.

"Proyek pengerukan ini, sama sekali tidak layak, asal jadi dan sangat membahayakan warga. Sama dengan ketidaklayakan Amdal-nya. Tolong ditinjau ulang proyek ini atau hentikan sebelum menimbulkan kejadian yang memakan korban warga," tegas Dana. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia