KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

YPDT Sampaikan Pokok-pokok Pikiran Tentan Keselamatan Transportasi Perairan Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 28-Nov-2018, 11:37:28 WIB

KabarIndonesia - Pengurus Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) pada hari Rabu pagi (28/11/2018) pukul 09.00 s/d 10.00 WIB, di Ruang Rapat Lt.7 Gedung Kemenko Maritim, Jakarta. bertemu dengan Asisten Deputi Navigasi dan Keselamatan Maritim Kemenko Maritim RI, Odo R.M. Manuhutu dan beberapa staf membahas Keselamatan Transportasi di Perairan Danau Toba. Pengurus YPDT diwakili oleh Ir. Alimin Ginting (Wakil Ketua Departemen Hubungan Internasional YPDT) selaku pimpinan rombongan, Jhohannes Marbun, S.S., M.A. (Sekretaris Eksekutif YPDT), Laksma TNI (Purn) Drs. Bonar Leo Simangunsong, S.E., M.Sc. (Pengawas YPDT), Bindu Philip (Relawan AVI untuk YPDT, Tim Sadar Keselamatan Transportasi Air Danau Toba YPDT), Rio Batoan Pangaribuan, S.Kom (Tim Sadar Keselamatan Transportasi Air Danau Toba YPDT), Luhut Sagala (Tim Sadar Keselamatan Transportasi Air Danau Toba YPDT), dan Deacy Maria boru Lumbanraja (YPDT). Pimpinan rombongan menyampaikan permohonan izin atas ketidakhadiran Ketua Umum, Maruap Siahaan, MBA dan Sekretaris Umum YPDT, Andaru Satnyoto, M.Si. dikarenakan telah memiliki agenda lain di luar negeri dan di luar kota. YPDT menyampaikan pokok-pokok pikiran mengenai keselamatan transportasi di Perairan Danau Toba diantaranya: 1. Perlunya memberdayakan kapal-kapal rakyat agar memenuhi standar keamanan dan keselamatan termasuk memberdayakan masyarakat di sekitar Danau Toba. 2. Membuat standarisasi untuk semua kapal angkut penumpang. 3. Memperjelas tanggung jawab dan aturan keselamatan di bidang pelayaran seperti ada satu badan nasional keselamatan pelayaran. 4. meningkatkan Kepatuhan dan Penegakan Hukum atau aturan main, serta penggunaan teknologi informasi yang dapat dioptimalkan melalui Online Single System (OSS) dalam hal perizinan/lisensi. 5. melakukan kampanye sadar keselamatan untuk transportasi air di KDT secara berkala. 6. Pengelolaan ASDP dibawah tanggungjawab Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, direkomendasikan agar dibawah tanggungjawab Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk menghindari tumpang tindih kewenangan diantara keduanya. 7. Perlunya pembuatan rambu-rambu keselamatan disampaikan dalam 3 bahasa utama, yaitu: Batak, Indonesia, dan Inggris. 8. Panggilan Kedaruratan (Emergency Calls) menggunakan satu nomor untuk seluruh permasalahan. Dan 9. Radio komunikasi wajib bagi setiap kapal penumpang. Pada kesempatan tersebut YPDT juga menyampaikan bahwa permasalahan ekologi seperti kualitas dan kuantitas air Danau Toba menjadi salah satu problem yang memiliki dampak serius terhadap sistem transportasi air Danau Toba. Adanya Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba menghambat sistem transportasi di perairan Danau Toba, sehingga perairan Danau Toba yang sebelumnya merupakan area publik dan bebas hambatan, saat ini tidak lagi bebas. Selain itu, YPDT juga mengingatkan kembali dan mendukung komitmen pemerintah sejak 2 (dua) tahun lalu terhadap penutupan KJA yang telah mencemari Danau Toba. Berkurangnya kuantitas air Danau toba hingga surut mencapai sekitar 3-5 meter dari pemantauan YPDT pada tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2018 menjadi salah satu masalah dalam sistem transportasi di Danau Toba dan berdampak terhadap keselamatan penumpang dan kerugian material. Pada awalnya, masyarakat dengan leluasa naik turun dari kapal tanpa harus mendaki atau menuruni tangga kapal, saat ini harus menggunakan alat bantu dan dermaga tidak lagi berfungsi dengan baik. Kuantitas air tersebut, berkaitan dengan permasalahan ekologi yaitu penebangan hutan masif di kawasan Danau Toba yang sebagian besarnya merupakan water catchment areaatau daerah tangkapan air dari pohon-pohon disekitarnya. Untuk itu, Pengurus YPDT menyampaikan perlunya dibentuk tim untuk mereview dan mengatasi gap atau kesenjangan yang ada dalam manajemen transportasi perairan Danau Toba sehingga kasus-kasus serupa tidak terulang lagi. YPDT juga menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkan layanan publik yang berkualitas di wilayah Danau Toba. Odo R.M. Manuhutu, Asisten Deputi Navigasi dan Keselamatan Maritim Kemenko Maritim RI mewakili Pemerintah menyambut antusias pemaparan pokok-pokok pikiran YPDT untuk Sistem Keselamatan Transportasi Air Danau Toba dan menyampaikan dua hal yang dapat ditindaklanjuti bersama merespon kesiapan YPDT bekerjasama, diantaranya pertama sosialisasi terkait keselamatan transportasi kepada beberapa stakeholder termasuk pemilik atau nakhoda kapal. Kedua permasalahan ekologi, yang nanti akan melibatkan juga dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI kedepannya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia