KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupJOKOWI BLUSUKAN ASAP: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Nov-2014, 15:09 WIB


 
 
JOKOWI BLUSUKAN ASAP: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap
KabarIndonesia - Pekanbaru, 27 November 2014 – Kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Blusukan Asap ke Riau melihat lokasi kebakaran lahan gambut dan hutan menumbuhkan harapan Indonesia bisa bebas tanpa asap pada tahun depan. Ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi menjadikan penyelesaian
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Waspada Penipuan Berkedok Undian dan Promo Berhadiah
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 31-Jul-2007, 23:06:51 WIB

KabarIndonesia
Menggandeng 6 perusahaan terkemuka untuk bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan penyebaran sejuta poster  

Jakarta, 30 Juli 2007 - Akhir-akhir ini, aksi penipuan berkedok promosi dan undian  berhadiah kian marak di Indonesia. Modus lama dimana penipu mengirimkan surat ke konsumen sudah mulai ditinggalkan, berganti dengan tipuan gaya baru. Modus yang terkini adalah komplotan penipu memasukkan kupon palsu ke dalam kemasan berbagai produk.

Dalam kupon disebutkan seolah-olah konsumen memenangkan hadiah tertentu dan diminta menghubungi nomor telepon tertentu. Konsumen yang menghubungi nomor tersebut akan diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening penipu dengan beragam dalih. Berbagai produk yang telah disalahgunakan  untuk ajang penipuan ini, diantaranya produk-produk dari empat perusahaan ternama: Unilever Indonesia, Nestle Indonesia, Frisian Flag Indonesia dan Sari Husada.  

Guna mengikis aksi penipuan hingga ke akar-akarnya, Departemen Sosial (Depsos) pada hari ini mencanangkan kampanye bertajuk "Waspada Penipuan Berkedok Undian Berhadiah". Dalam kampanye ini,  pihak Depsos bersama enam perusahaan  yaitu Unilever Indonesia, Nestle  Indonesia, Frisian Flag Indonesia, Sari Husada, BNI dan Pos Indonesia untuk bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam bentuk penyebaran dan pemasangan poster di toko-toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, kantor cabang BNI dan ATM BNI, serta titik-titik pusat perdagangan di seluruh Indonesia, yang dimulai pada bulan Juli ini.


Penyebaran poster tersebut didukung oleh Pos Indonesia dan BNI, serta jalur distribusi yang dimiliki oleh para produsen yang bermitra dalam kampanye ini. Selain itu, juga akan disebar poster elektronik (e-poster) melalui jaringan internet, lewat berbagai milis dan weblog.   Peluncuran kampanye dilaksanakan di lapangan parkir Pasar Rumput, Jakarta, secara simbolis ditandai dengan pemasangan poster oleh Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dan wakil dari perusahaan terkait di pasar tradisional tersebut.

Acara ini juga didukung  oleh PT Missi Idea Selaras dan para selebritis yang peduli terhadap masalah ini, serta MAKI (Masyarakat Anti Kejahatan Indonesia) yang akan berkampanye melalui jaringan internet.

Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan, "Aksi penipuan berkedok undian berhadiah ini sangat merugikan baik secara moril maupun materiil bagi konsumen yang menjadi korban dan juga bagi produsen yang produknya disalahgunakan, khususnya berkaitan dengan reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk mereka."  

Berdasarkan data yang diterima Depsos, trend penipuan berkedok undian berhadiah dari tahun ke tahun kian meningkat. Pada 2005, pihak Depsos bermitra dengan Pos Indonesia berhasil membakar sekira 40.000 surat undian palsu. Pada 2006 sebanyak 44.281 amplop undian palsu yang dikirim melalui Pos Indonesia telah dimusnahkan pada 20 Januari 2007 lalu. Pada periode Januari s/d Juli 2007, pihak Pos Indonesia telah berhasil mengumpulkan sebanyak 13.932 amplop undian palsu, dimana surat-surat tersebut masih disimpan di MPC Jakarta 10900.   

Sedangkan sejak Juli 2006 lalu hingga bulan ini, Depsos dan Dinas Sosial yang tersebar di seluruh Indonesia telah menerima lebih dari 100.000 laporan dari masyarakat mengenai kupon palsu. Laporan tersebut ada yang disampaikan langsung secara lisan maupun lewat surat keluhan yang dikirim melalui pos, baik langsung ke Depsos maupun ke dinas-dinas sosial di daerah. Sedangkan data dari empat produsen menunjukkan, pada periode yang sama jumlah total laporan yang masuk adalah 75.000, berasal dari seluruh Indonesia.

"Jumlah ini tidak sedikit, dan angkanya juga cenderung meningkat. Oleh karena itu memang semua pihak yang terkait harus bergandengan tangan untuk memerangi aksi kejahatan ini serta terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak cepat tergiur dengan iming-iming promo atau undian berhadiah yang mengharuskan mereka mentransfer  sejumlah uang dengan dalih apapun," papar Menteri Sosial.  

Sejalan dengan itu, inti pesan dari kampanye melalui poster tersebut adalah agar masyarakat luas mewaspadai bentuk-bentuk tipuan yang berkedok undian dan promo berhadiah, baik melalui surat pos, kupon palsu dalam produk, SMS, telepon, dan lain-lain.  Masyarakat juga diimbau untuk tidak melayani permintaan transfer uang ke rekening dengan nama pribadi sang penipu serta selalu memeriksa keaslian kupon atau surat yang diterima dengan menghubungi telepon resmi produsen yang tercantum pada kemasan.  

Harapan semua pihak terkait,  kampanye melalui poster ini dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap praktek penipuan yang sedang terjadi, dan menggugah mereka untuk dengan cerdas mencermati undian dan promo berhadiah sebelum melakukan tindakan apapun. Dengan demikian, jatuhnya korban penipuan pun dapat dicegah.  "Apabila masyarakat dapat dengan cerdas menyikapi upaya penipuan ini, niscaya korban yang jatuh dapat dicegah, seperti apapun modus operandi penipuan yang diciptakan oleh si penipu," tegas Menteri Sosial.  

Para penipu umumnya membuka rekening di bank-bank besar. Untuk itu, kampanye ini juga melibatkan dunia perbankan. Peran BNI dalam kampanye ini adalah membantu para produsen mencegah penipuan berkedok undian yang dilakukan pada saat korban akan melakukan setoran pajak undian melalui cabang-cabang BNI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pihak BNI telah melakukan sosialisasi penipuan berkedok undian berhadiah kepada jajaran karyawannya, dimana bank tersebut berhasil menelisik rekening-rekening palsu karena tujuan rekening tidak atas nama produsen namun atas nama non-produsen atau rekening pribadi si penipu. Karena menemukan kejanggalan, pihak BNI beberapa kali berhasil mencegahnya saat korban ingin membayar pajak undian melalui cabang-cabang BNI.  

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:  
Departemen Sosial R.I.
Biro Humas
Jl. Salemba Raya no 28, Jakarta Pusat
Telp: (021) 310-0468, 310-0470 Fax:
Website: http://www.depsos.go.id/

PT Unilever Indonesia, Tbk
Maria D Dwianto
External Communications Manager
Tel: (021) 526-2112 Fax: (021) 526-2046
E-mail: maria-dewantini.dwianto@unilever.com  

PT Nestle Indonesia
Sarikit Sumantri
Consumer Relations Manager
Tel: (021) 788-36000 ext. 1693  Fax: (021) 788-36049
E-mail: Sarikit.Sumantri@id.nestle.com  

Frisian Flag Indonesia
Dhyoti Rororasmi Basuki
Marketing Services Manager
Tel: (021) 8410945 Fax: (021) 8410945
Email: dhyoti.basuki@frieslandfoods.co.id  

PT Sari Husada Tbk.
Ignatius Ari Djoko Purnomo
Corporate Communications Manager
Tel: (021) 255-37333 Fax: (021) 255-37334
E-mail: ignatius.ari@sarihusada.co.id  

PT Pos Indonesia (Persero)
Rika Hendrawaty Darsum
Fungsional Perusahaan Komunikasi Korporat
Tel: (022) 720-7519 Fax: (022) 727-1957
E-mail: mkomrat@posindonesia.co.id  

BNI
Poegoeh Irawan
Business & Development Product Manager
Tel: (021) 572-8528 Fax: (021) 251-0161
E-mail: poegoeh.irawan@bni.co.id   ----------------------------------------------------
Lembar Fakta
Kampanye Sejuta Poster
"Waspada Penipuan Berkedok Undian dan Promo Berhadiah"
  Nama Kegiatan

Kampanye "Waspada Penipuan Berkedok Undian dan Promo Berhadiah", dengan kegiatan awal penempelan sejuta poster di seluruh wilayah Indonesia.  

Hari/Tanggal Pelaksanaan Senin, 30 Juli 2007  
Lokasi Acara Lapangan Parkir Pasar Rumput, Jakarta  

Pelaksana
Departemen Sosial RI bermitra dengan enam perusahaan, yaitu Unilever Indonesia, Nestle Indonesia, Frisian Flag Indonesia, Sari Husada, Pos Indonesia, dan BNI.  

Penipuan berkedok undian dan promo berhadiah yang meresahkan Hingga kini, pihak kepolisian telah berhasil menangkap beberapa komplotan penipu, seperti terungkapnya kasus di Makasar, Jakarta, Tangerang, dan beberapa kota lainnya.  Namun, penangkapan ini tidak cukup membuat jera para pelaku kejahatan berkedok penipuan undian berhadiah, karena sampai sekarang masih banyak korban berjatuhan. Untuk itulah kampanye ini dicanangkan, dengan maksud untuk lebih mensosialisasikan kepada masyarakat pada, agar lebih waspada dan peduli terhadap berbagai modus penipuan melalui undian berhadiah.  

Saat ini di tengah masyarakat banyak beredar informasi promosi produk yang terdapat di dalam kemasan yang menyatakan konsumen/seseorang menjadi pemenang promosi sebuah produk dan ini sangat diyakini oleh masyarakat karena terdapat dalam kemasan produk yang asli.

Dari analisa yang dilakukan oleh Missi selaku lucky draw management, ternyata masalah penipuan undian berhadiah ini telah menyebar keseluruh pelosok bumi Nusantara dan sudah sangat meresahkan masyarakat. Hampir semua produk baik yang bersifat kebutuhan primer maupun sekunder sudah pernah dimasukkan kupon palsu yang tentunya berisi informasi palsu dan menyesatkan. Modus operasi yang dilakukan adalah "jaring laba-laba" (spider web).  

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Missi, perusahaan pengelola undian berhadiah, penyebaran kupon undian palsu telah merebak ke seluruh penjuru Indonesia dan laporan dari masyarakat yang menghubungi pihak produsen dan Depsos serta Dinas Sosial di seluruh Indonesia.

Dari data tahun 2007 saja, angka masyarakat yang melaporkan kasus ini, kurang lebih 6.000 laporan setiap bulannya. Dari laporan tersebut, masyarakat yang sudah mentransfer uangnya sekitar 10% dari total pelaporan dan jika dihitung rata-rata si korban penipuan mentransfer Rp 2,5 juta, berarti yang sudah diterima komplotan penipu tersebut Rp 1,5 miliar per bulan.  

Dalam promo berhadiah semua produk yang sedang dipromosikan, pemenang tidak pernah diminta untuk mentransfer uang, karena pajak dan semua biaya ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan yang mengadakan undian berhadiah. Jadi, apabila ada permintaan untuk mentransfer uang dengan dalih apapun, itu pasti penipuan.  

Pihak penyelenggara kampanye berharap program sosialisasi dengan menyebarkan  sejuta poster tersebut akan mampu menyadarkan konsumen agar lebih berhati-hati dalam menyikapi penipuan undian gratis berhadiah. Diharapkan masyarakat juga tidak terburu-buru untuk memenuhi permintaan komplotan penipu dan mencari informasi lebih dahulu kepada pihak produsen terkait. Karena sebagian besar produsen sudah menetapkan kebijakan dimana pemenang tidak dipungut biaya apapun.

Promosi undian berhadiah yang sedang berjalan  
Promo dari Unilever yang saat ini sedang berjalan:
Promo dengan kupon/stiker berhadiah pada kemasan/produk yang sedang dilakukan Unilever saat ini:

1. Rinso "Ayo Main Bersama Jangan Takut Kotor - Banyak Belajar Hadiah Miliaran" (s/d 31 Agustus 2007)

2. Lifebuoy "Sehat Ada di Tangan Kita - Temukan 5 juta rupiah dalam sabun Lifebuoy" (s/d 31 Agustus 2007)

3. NoMos "Gosok NoMos Dapat Rejeki" (s/d 31 Juli 2007).   Promo dari Nestle Indonesia yang saat ini sedang berjalan:
Promosi dengan stiker berhadiah didalam kemasan yang sudah berakhir di Juni 2007

1. NESCAFE mixes: Kejutan Heboh NESCAFE, temukan hologram sticker didalam kemasan, berhadiah 1 juta (periode: Januari - Juni 2007) Promo dari Frisian Flag Indonesia yang saat ini sedang berjalan: Belum ada masukan data. Promo dari Sari Husada yang saat ini sedang berjalan: Untuk tahun 2007 ini, Sari Husada tidak melakukan promo berhadiah.  

Tips menghindari penipuan
  
• Waspadalah!
Terhadap upaya penipuan promosi undian berhadiah, baik melalui surat pos, kupon palsu dalam produk, SMS, telepon, kurir dan lain-lain.
• Jangan layani permintaan transfer uang.
• Jangan tergiur dengan ajakan menebus hadiah dengan segala cara yang mengharuskan Anda mengeluarkan uang.
• Apabila Anda diminta mentransfer uang oleh si penipu ke rekening dengan nama pribadi, langsung abaikan. Jangan sekali-sekali mentransfer uang. Itu pasti penipuan.
• Periksalah keaslian kupon atau pemberitahuan yang Anda dapatkan dengan menghubungi telepon resmi produsen yang tercantum pada kemasan produk. Atau hubungi 108 untuk informasi telepon resmi produsen.
• Hadiah yang tidak diambil dalam 6 bulan setelah diumumkan, akan diserahkan ke Departemen Sosial. Tidak ada hadiah yang dilelang.
• Bagi pembuat dan pemakai surat palsu diancam hukuman 6 tahun penjara (pasal 263 ayat (1), (2) KUHP.

Modus penipuan melalui kupon undian berhadiah  
Masyarakat luas kini harus berhati-hati dengan lebih mewaspadai berbagai bentuk penipuan, baik bergaya lama maupun baru. Sekira lima tahun lalu, di Jawa Tengah pernah marak penipuan undian berhadiah. Sang penipu yang diduga adalah jaringan sindikat kejahatan  memasang iklan di sebuah harian ternama dengan mengatas namakan sebuah produk ternama.

Masyarakat yang menjadi konsumen produk tersebut lalu berbondong-bondong mengirimkan bungkus produk tersebut via pos ke alamat penyelenggara undian tersebut yang ternyata palsu. Tak lama kemudian, mereka menerima surat pemberitahuan bahwa mereka menjadi pemenang dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai berjumlah jutaan rupiah, sepeda motor atau mobil baru.   

Mereka yang curiga akan melacak tentang kebenaran undian tersebut. Namun celakanya, cukup banyak anggota masyarakat yang percaya begitu saja, dan akhirnya uang mereka melayang ke kantong si penipu.   

Modus penipuan yang termasuk gaya baru adalah ulah si penipu yang memasukkan kupon palsu ke dalam kemasan produk. Bagaimana kupon palsu bisa sampai ke tangan konsumen?  
1. Penipu membeli produk dalam jumlah besar.
2. Penipu membuka kemasan produk dan memasukkan kupon palsu ke dalamnya.
3. Kemasan direkatkan lagi.
4. Penipu menaruh produk secara diam-diam di rak toko atau di area  umum/perumahan.
5. Konsumen membeli produk di toko atau menerima surat yang melampirkan  kupon palsu.
6. Konsumen membuka kemasan/surat dan menemukan kupon palsu.
7. Konsumen menghubungi nomor telpon yang tercantum pada kupon palsu dan diminta mentransfer uang.
8.  Modus lainnya adalah si  penipu mengirim kupon palsu ke konsumen melalui pos.

Anda menjadi korban penipuan promo dan undian berhadiah?   Apabila Anda ragu-ragu dengan keberadaan kupon undian pada sebuah produk atau Anda sudah menjadi korban penipuan undian berhadiah, segera laporkan ke perusahaan resmi  penyelenggara undian berhadiah. Berikut informasi
perusahaan/institusi yang terkait dengan undian berhadiah:  

BNI Informasi: hubungi Cabang BNI terdekat atau  BNI Call: (021) 5789 9999 atau 68888 via ponsel  
Departemen Sosial RI Biro Humas
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
Telp: (021) 310-0468, 310-0470
Website: http://www.depsos.go.id/  
Frisian Flag Indonesia Layanan Peduli Frisian Flag
Telp. bebas pulsa: 0-80018-21-406
E-mail: layanan.peduli@frieslandfoods.co.id
PO Box 4047 JKT 13040  
Nestle Indonesia Nestle Consumer Services: 0800-18-21028 (bebas pulsa)
Website: http://www.sahabatnestle.co.id/  
Pos Indonesia Hubungi Kantor Pos cabang terdekat atau telpon: (021) 386-0008  
Sari Husada Layanan Konsumen Sari Husada
Saluran bebas pulsa: 0-800-1-600-600  
Unilever Indonesia Suara Konsumen Unilever: 0-800-1-558000 (bebas pulsa), (021) 529-95299 (pulsa bayar)  

Nomor-nomor telepon tersebut di atas juga tertera pada setiap kemasan produk Unilever dan kupon berhadiah yang asli.   "Waspada Penipuan Berkedok Undian dan Promo Berhadiah"

Blog:    http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email:  redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let
's see here www.kabarindonesia.com


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Festival Payung Indonesia 2014oleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
29-Nov-2014, 00:35 WIB


 
  Festival Payung Indonesia 2014 Bertempat di Taman Balekambang-Solo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat, 28 November 2014, membuka Festival Payung yang baru pertama kali diselenggarakan. Festival akan berlangsung sampai dengan tanggal 30 November 2014. Payung dipilih karena menjadi simbul perlindungan dan secara faktual telah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ketika Nyerobot Menjadi Budaya 28 Nov 2014 13:53 WIB

Jangan Sepelekan Sampah 25 Nov 2014 19:19 WIB

 

 

 
Pencairan Dana Kompensasi BBM 29 Nov 2014 14:07 WIB


 
1795 RTS Pulpis Terima Dana PSKS 26 Nov 2014 15:05 WIB


 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB

 
Dekat Tapi Jauh 29 Nov 2014 12:52 WIB


 

 
Biasakan Tidur Siang Secukupnya 27 Nov 2014 12:46 WIB

Tawas Ampuh Hilangkan Bau Badan 26 Nov 2014 17:31 WIB

 
Rela Antri Demi Satu Tujuan 29 Nov 2014 00:20 WIB

Endemik Pulau Sumatra 26 Nov 2014 17:34 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia