KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniKita Butuh Eksplosif Kepedulian pada Anak oleh : Rohmah Sugiarti
16-Apr-2014, 17:13 WIB


 
 
Kita Butuh Eksplosif Kepedulian pada Anak
KabarIndonesia - Tanpa mengurangi simpati, empati dan keprihatinan saya terhadap korban, kita patut mengambil hikmah dari kasus yang terjadi di JIS. Setidaknya terbongkarnya kasus pelecehan anak di institusi ini mampu menjadi eksplosif yang meledakkan kepedulian kita pada masa depan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tuhanku 1 20 Apr 2014 00:21 WIB

Tuhanku 2 20 Apr 2014 00:19 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Tulisan Indah Mengubah Ijazah

 
SERBA SERBI

Tulisan Indah Mengubah Ijazah
Oleh : Zaldy Munir | 03-Sep-2007, 01:56:20 WIB

KabarIndonesia - Sambil duduk di emperan toko dan ditemani kepulan asap rokok yang keluar dari mulutnya, sementara tangannya dengan trampil menggoreskan pena di atas kertas piagam untuk membuat tulisan indah, itulah pekerjaan sehari-hari yang dilakukan Herman, 38 tahun.

Laki-laki keturunan Jawa tersebut sudah sepuluh tahun menjalani profesinya sebagai penulis indah di Pasar Baru Jakarta, pekerjaan itu ia jalani setelah sebelumnya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan Advertising di Jakarta, namun karena tidak mau terikat dengan peraturan-peraturan perusahaan maka ia memutuskan untuk bekerja sendiri sebagai penulis indah.

"Dulu saya bekerja di perusahaan Advertising, tapi karena ogah terikat maka saya keluar," tutur Herman seraya menghisap sebatang rokok yang terselip jelas di jari tangannya.

Ayah dari Bagus Eka Pradana, 13 tahun yang duduk di kelas 2 SMP dan Indah Nur Kholilah, 6 tahun TK awalnya mangkal di pinggir jalan raya Pasar Baru, namun karena digusur oleh trantib akhirnya memilih emperan toko di Pasar Baru sebagai tempat mangkalnya dengan alasan aman dari gusuran trantib. Katanya lagi: "Dulu saya mangkal di pinggir jalan, tapi karena digusur trantib makanya saya pindah di sini."

Selain menjual jasa menulis indah, suami Suprihatin ini juga berjualan bingkai, kartu ucapan serta menerima melukis wajah, tapi sekarang tinggal menjual jasa nulis indah dan melukis wajah saja yang ia jalani, semua itu karena adanya krisis moneter serta masuknya hand phone yang membuat orang tidak memerlukan lagi kartu ucapan. "Untuk mengucapkan sesuatu tinggal SMS pakai HP saja lebih cepat," ucap selanjutnya.

Selain menerima order menulis indah Herman juga menerima order lainnya, seperti memperbaiki kesalahan tulisan atau mengganti isi yang tertulis di dokumen. Saat laki-laki yang mempunyai hobi memancing itu sedang santai sambil menikmati segelas air jeruk, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang memintanya untuk mengganti nama yang ada di dokumen kesehatan untuk mengurus keimigrasian, setelah melihat akhirnya Herman meminta imbalan Rp 100 ribu, tapi laki-laki itu menawar Rp 50 ribu. Karena tidak terjadi kesepakatan akhirnya kerjaan tersebut diberikan pada temannya se-profesi.

Ketika ditanya apakah bisa membuatkan ijazah palsu? Dengan santai ia menjawab tidak bisa karena tidak mempunyai bahan kertas yang biasa digunakan untuk membuat ijazah, namun ia bersedia mengubah ijazah yang sudah jadi, seperti mengganti nilai, mengganti nama sesuai dengan keinginan si pemilik. "Kalau bikin ijazah nggak bisa, karena di sini nggak ada kertasnya," kata Herman sembari manggaruk kepalanya yang sudah dipenuhi uban.

Untuk merubah nilai ijazah sebanyak 2 mata pelajaran Herman meminta ongkos sebesar Rp 150 ribu dengan imbalan hasil pekerjaan yang cukup memuaskan. Sehari-hari laki-laki kelahiran Jakarta itu mengawali aktifitasnya dengan menumpang kereta api dari Depok dan tiba di Pasar Baru pukul 09.00 wib dan pulang pada pukul 5 sore, dengan penghasilan berkisar antara Rp.75 ribu - Rp.100 ribu perhari.

Dengan keahlian yang dimilikinya laki-laki lulusan SMA Boedi Oetomo tahun 1987 itu sering mendapat order pekerjaan dari instansi pemerintah, seperti Pemda, Departemen Keuangan dan lainnya. Biasanya mereka meminta Herman untuk menuliskan sertifikat atau piagam bila sedang ada seminar atau workshop. "Dulu saya sering diminta oleh Pemda dan Departemen Keuangan untuk nulis sertifikat. Bahkan Antara kalau ada pendidikan juga sering minta saya yang nulisin," ujar Herman sambil tersenyum malu.

Tapi, mengapa keahlian yang dimiliki oleh Herman dan kawan-kawannya sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang mempunyai moralitas rendah, yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan bahwa tindakannya itu akan merugikan orang lain.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Jumat Agung Umat Katolik St. Ignatius Cimahioleh : Johanes Krisnomo
18-Apr-2014, 19:43 WIB


 
  Jumat Agung Umat Katolik St. Ignatius Cimahi Umat Katolik St. Ignatius Cimahi merayakan Misa Jumat Agung, memperingati wafatnya Isa Almasih, Jumat (18/4/2014), yang merupakan rangkaian ritual jelang Hari Raya Paskah. Tidak kurang dari 2000 umat hadir, meski sebagian besar mengikuti acara di luar gedung karena keterbatasan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 

 

 
Squad Merah Putih Hajar Andorra 31 Mar 2014 12:39 WIB

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 
Kampus Terkemuka Nasional 15 Apr 2014 03:51 WIB

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia