KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataGaruda Indonesia, Penerbangan yang Sangat Diminati di Belanda oleh : Djoko Suryo
28-Okt-2014, 01:32 WIB


 
 
Garuda Indonesia, Penerbangan yang Sangat Diminati di Belanda
KabarIndonesia - Jakarta, Berdasarkan data yang dirilis oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, jumlah kunjungan turis Belanda ke Indonesia pada 2013 meningkat hingga 6,69 persen dari sekitar 147 ribu orang per tahun menjadi 157 ribu. Angka tersebut adalah salah
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Dia yang di Tepian Kali 30 Okt 2014 09:32 WIB

Tak Habis Pikir Dia 30 Okt 2014 09:29 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Kekuatan Sedekah di Bulan Ramadhan

 
SERBA SERBI

Kekuatan Sedekah di Bulan Ramadhan
Oleh : Supriatna | 12-Okt-2007, 15:08:44 WIB

-LOMBA  MENULIS-
    Hari-hari di awal bulan ramadhan pun dilewati dengan senyum dan harapan yang semakin berbunga seraya berkata,"mudah-mudahan omset jualan tahun ini makin besar". Maklum kami adalah keluarga yang bermata pencaharian sebagai pedagang baju di sebuah pasar tradisional di kota Bandung. dalam berdagang, kami bertindak sebagai distributor  barang yang dalam teknisnya mengambil barang dari suplier terlebih dahulu lalu membayar kemudian.
    Tibalah pada satu hari yang tanpa disangka dan tersirat pada benak kami,bahwa  disaat harapan kami begitu besarnya pada ramadhan kali ini akan keberkahan rizki-Nya. akan tetapi, seketika  harapan ini pupus dan pudar  karena pada hari itu, tiba-tiba  kami di datangi  oleh suplier barang tapi anehnya dari kejauhan  sudah terlihat gelagat yang berbeda dan janggal. ternyata, setiba di toko kami sang suplier itu dengan ketus dan dengan kata serta nada suara yang menginimidasi menyaakan bahwa kami harus menegembalikan seluruh barang yang kami bawa dari suplier tersebut karena ia mendengar dan melihat kami memajang barang yang berasal bukan dari perusahaan suplier tersebut.  serentak kami tertegun kaget dan membisu karena barang dari suplier itu  adalah barang pokok yang hidup keseharian kami  tergantung padanya.
     demi menyambung hidup dan harapan agar di hari raya ini dapat merayakan sebagaimana biasanya , akhirnya kami pun berusaha mencari pinjaman dari mulai kerabat, teman hingga lembaga keuangan. namun, tak satupun yang dapat memabantu kami dengan berbagai dalih tentunya. akhirnya kami menggadaikan kendaraan bermotor kami satu-satunya. tapi walau demikian  uang yang didapt masih belum cukup. oleh karena itu, kami pun berpasrah diri tentang hidup kami di hari esok.
    Di tengah kegalauan ini, yang seolah keluarga kami sebagai keluarga yang paling susah dan mendadak miskin tiba-tiba kami melihat tetangga di sekitar rumah yang kami perhaikan sedang kesulitan ekonomi karena sekelurga tak punya pekerjaan dan suaminya sudah lama sakit. akhirnya  kami memutuskan  untuk memberi makanan seadanya kepada keluarga tersebut.
    Pada siangnya terbersit di benak Bapak kami untuk pergi ke Bekasi mengingat di sana ada saudara yang lumayan berkecukupan. Hasilnya, dari pembicaraan panjang lebar kami di sana ternyata saudara kami tersebut tidak akan memberikan pinjaman sehingga membuat kami putus asa kembali. namun, ketika kami pamit untuk kembali pulang ke Bandung, beliau menyodorkan amplop yang ternyata berisi sejumlah uang yang walaupun tidak mencukupi apa yang kami butuhkan tapi setidaknya jumlahnya cukup berarti bagi kami.
    Entahlah apakah ini barakah dari sedekah kami? tapi ini belum menunjukkan kebenaran hubungan antara sedekah kami tadi dengan uang yang kami terima ini. akan tetapi, hal ini terulang kembali pada minggu akhir ramadhan ini yaitu keika kami dirundung lagi kebingungan untuk membayar kredit yang jatuh tempo dua hari setelah hari raya.ketika berada  di tengah kebimbangan dan keterbatasan ini, untuk membayar zakat fitrah pun kami pikir-pikir dulu. namun, sungguh aneh lagi, ketika kami pun  kembali buntu dan pasrah tanpa mendapat satu pinjaman pun tapi kini kami berusaha sisihkan untuk zakat fitrah.
    Sungguh aneh,ketika di pagi hari kami selesai ijab kabul zakat, dan pada siangnya Bapak di hubungi oleh temannya untuk mengerjakan proyek yang kalau diuangan dapat menutupi kebutuhan kami saat ini.
    Perjalanan ramadhan kali ini adalah pengalaman kami sekeluarga yang belum penah dialamai bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya.Namun, boleh dikatakan ramadhan kali ini adalah ramadhan yang penuh hikmah dan kaya akan pengalaman spiritual. terlepas dari teori kekeliruan pos Hoc, dapat saya simpulkan dengan bersedekah dan berinfak di bulan ramadhan dapat mengangkat kesulitan bagi para pemberinya. wallahu 'alam


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Penjual Pisang Bertelanjang Kakioleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:21 WIB


 
  Penjual Pisang Bertelanjang Kaki Mencari nafkah adalah kewajiban seorang pria terhadap keluarganya. Selain bekerja di sektor formal seperti menjadi PNS dan pegawai swasta, bisa juga dilakukan dengan cara berdagang. Tampak seorang pria tengah membawa pisang yang baru diambil dari kebunnya (16/10/14). Dengan bertelanjang kaki, pria
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 
We Do What We Can Do 30 Okt 2014 09:35 WIB


 
Liga Mahasiswa Kian Bergengsi 29 Okt 2014 23:13 WIB


 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia