KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintahan Baru Diharapkan Lebih Perhatikan Daerah oleh : Alex Gunawan
22-Okt-2014, 19:32 WIB


 
  KabarIndonesia - Kasongan, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie berharap di era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan daerah dalam hal pemerataan pembangunan. Hal itu diungkapkan Bupati di sela-sela menyaksikan pertandingan cabang Dayung Porprov X Kalteng 2014 di Sungai
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
CERPEN

Cerpen "Jono Sang Kepala Desa"
Oleh : Wawan Kristanto | 02-Nov-2007, 07:45:27 WIB

KabarIndonesia - Seorang laki-laki bernama jono duduk di sebuah kursi. Di depan dia terdapat sebuah meja panjang yang membentang dihadapannya. Orang-orang biasa menyebutnya dengan meja hijau. Di balik meja tersebut terdapat tiga kursi yang di duduki oleh tiga orang yang salah satunya adalah hakim. Di sebelah kiri Jono duduk terdapat meja yang lebih kecil dan sedang berdiri seorang jaksa penuntut yang sedang membacakan tuduhan terhdap terdakwa yaitu Jono.

" Kami menuntut atas nama terdakwa jono dengan hukaman seberat-beratnya " kata jaksa penuntut kepada hakim

Jono adalah seorang kepala desa suatu kampung nelayan. Pemuda yang tewas tertembak itu adalah anaknya. Pemuda itu bekerja sehari-hari menjadi seorang nelayan. Jono adalah kepala desa yang sangat dihormati di kampung nelayan itu. Dengan menjadi kepala desa jono melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Kesibukannya yang sangat padat dengan menjadi seorang kepala desa membuat dia melupakan pekerjaannya yang lebih utama yaitu memperhatikan dan memberikan kasih sayang kepada keluarga.
Dahulu sebelum menjadi seorang kepala desa jono dikenal sangat dekat dengan anak-anaknya dan juga isrtinya. Kini karena kesibukannya menjadi kepala jono tidak seperti dahulu lagi. Jono mempunyai ita-cita yang sangat mulia yaitu ingin skali memajukan dan memakmurkan kampung nelayannya. Karena hal itulah jono bekerja dengan sangat serius dan segala daya upaya dia curahkan kepada kampung nelayannnya agar menjadi maju dan makmur.

Jono mempunya seorang istri dan dua orang anak. Anak pertama Jono dahulu tidak menyetujuinya apabila ayahnya menjadi kepala desa. Alasannya adalah apabila bapaknya menjadi kepala desa akan merubah bapaknya yang dikenal baik oleh keluarganya menjadi tidak baik. Anak pertama Jono mengetahui hal tersebut dari beberapa kepala desa sebelum ayanya menjadi kepala desa. Mereka semua menjadi jahat dan rakus oleh kekuasaan dan kekayaan yang hanya diperoleh apabila menjadi kepala desa. Tetapi berulangkali Jono menyakinkan kepada istrinya dan anak-anaknya dia tidak akan mengikuti jejak dari kepala desa yang dahulu dan jono yakin akan dapat memajukan dan memakmurkan desanya.
Hubungan antara jono dan anak pertama Jono menjadi semakin buruk ketika jono benar-benar menjadi seorang kepala desa. Anak pertama Jono meninggalkan desanya dan pergi ke kota. Sebelum pergi ke kota putra pertama Jono hanya berpamitan kepada ibunya dan adik laki-lakinya.

Putra kedua jono menjadi seorang nelayan. Kini dia hidup terpisah dengan bapak dan ibunya ketika dia sudah menikah. Meskipun ayahnya adalah orang terhormat di kampung nelayan dengan menjadi kepala desa. Tetapi dia lebih senang jika hidupnya tidak berada di bawah bayang-bayang ayahnya yangseorang kepala desa. Banyak pekerjaan yang mudah dengan hasil yang lumayan banyak pernah ditawarkan bapaknya. Tetapi dia menolak dan lebih senang menghidupi istrinya dengan hanya menjadi nelayan. Nelayan adalah pekerjaan yang sebagian besar dilakukan oleh penduduk kampung ini.
Tetapi setelah lama-lama kelamaan pekerjaan itu banyak di tinggalkan oleh sebagian besar penduduk kampung nelayan tersebut. Karena hasil ikan yang hanya sedikit di dapat dan nelayan merupakan pekerjaan yang sangat berat. Dahulu para nelayan masih dapat menikmati tangkapan ikan yang melimpah. Hingga kampung tersebut menjadi kampung yang kesohor di negara ini karena hasil ikannya yang melimpah.

Sekarang hasil ikan yang di dapat menjadi sedikit. Ikan-ikan yang biasanya begitu banyak di laut sekarang menjadi hilang. Nelayan-nelayan harus berlayar sampai jauh ke tengah samudra agar mendapatkan ikan. Selain mereka harus bersaing dengan kapal-kapal negeri seberang yang menangkap ikan dengan cara yang modern dan efektif. Seolah kapal-kapal asing itu telah menguras habis seluruh ikan di laut. Hingga kadang kapal-kapal tersebut memasuki daerah tempat nelayan-nelayan kampung sedang mencari ikan.
Hanya segelintir orang yang masih tetap bertahan menjadi nelayan salah satu diantaranya adalah anak kedua jono. Sedangkan penduduk yang lain menjadi penjual yang dahulu menjual ikan hasil tangkapannya sebagai nelayan dan kini mereka menjadi penjual pasir laut dan kayu-kayu hutan. Pasir laut yang berlimpah dan kayu kayu yang berlimpah di hutan di jual kepada negeri seberang yang memberi harga yang sangat mahal untuk kedua produk tersebut. Penduduk desa yang berlih profesi kini menjadi sangat kaya raya sedangkan penduduk yang masih bertahan sebagai nelayan tetap dalam kesederhanaan dan bahkan kemiskinan karena jumlah tangkapan ikan yang sangat sedikit.

Suatu hari putra kedua Jono merasa sangat gelisah karena tidak satupun ikan yang didapatnya hari ini. Kemudian karena ingin berusaha mendapatkan ikan pemuda itu terus beralayar hingga ke tengah samudra dan tanpa sadar dia telah melewati perbatasan laut suatu negeri seberang. Tanpa di sadari pemuda itu yang sangat senang ketika banyak sekali ikan yang berada i perairan itu. Sebuah patroli laut negeri seberang datang mendekat dan tanpa peringatan apapun menembakkan senapan ke arah kapal nelayan yang terdapat pemuda tadi. Pemuda itu tertembak dan meninggal di tempat karena tiga buah peluru menembus di kepalanya. Karena kejadian itu awak kapal yang lain memacu kapalnya menjauh dan kemabali ke perkampungan nelayan.
Berita kematian anak kedua jono di tanggapi dengan dingin oleh penduduk desa meskipun dia adalah anak kedua jono yang merupakan kepala desa perkampungan nelayan tersebut. Para penduduk desa menyalahkan pemuda yang meninggal tadi karena kebandelannya yang tetap menjadi nelayan dan karena kesalahan dia pula yang telah melaut sampai jauh ke tengah samudra.

Sedangkan Jono sendiri telah menerima kematian anaknya dengan ikhlas dan tabah. Jono sendiri kemudian lebih fokus untuk memajukan desanya daripada bersedih meratapi kematian anaknya karena ulah bodohnya. Sebagai kepala desa kini jono dapat menikmati hasil yang telah dia peroleh. Sebagian besar penduduk desanya kini menjadi hidup kaya dan makmur. Banyak sekali fasilitas modern yang telah di bangun di desanya.
Rumah penduduk desa sekarang besar dan megah. Tidak ada lagi rumah yang sederhana, hampir semuanya hidup dalam kemakmuran karena kebijaksanaan dari Jono yang memperbolehkan penduduknya untuk untuk mengambil hasil alam di desanya yaitu pasir laut dan kayu-kayu hutan.

Jono tidak merasa dendam terhadap negeri seberang karena patroli perairan negeri sebernag telah membunuh anaknya. Dia lebih mementingkan hubungan baik dengan negeri seberang tersebut yang menampung dan membeli hasil alam desanya dengan harga yang tinggi. Karena kesuksesannya itulah akhirnya tiap periode jono selalu dipilih menjadi kepala desa. Para penduduk sekarang menjadi sangat giat mencari pasir laut semakin lama semakin banyak. Karena semakin banyak pasir laut yang di jual semakin banyak pula uang yang di dapat.
Hingga tidak terasa sudah berpuluh-puluh tahun pasir laut di jual ke negeri seberang. Kini tidak ada lagi penduduk desa yang menjadi nelayan. Bahkan mereka pun tidak perlu mengirimkan pasir laut itu ke negeri seberang. Negeri seberang lah yang datang dan mengambil pasir laut tersebut. Dahulu penduduk kampung nelayan sering sekali berlayar ke laut tetapi sekarang tidak satupun penduduk beralayar ke laut. Mereka lebih senang berada di daratan menikmati hasil kekayaannya dan pergi ke kota untuk bersenang-senang daripada melaut. Hanya orang bodohlah yang melakukan itu.

Seorang hakim ketua mempersilahkan kepada pengacara jono yang duduk sebelah kanan tempat Jono duduk di terdakwa .

" Kami ucapkan terima kasih kepada bapak hakim " kata pembuka pengacara jono

" Kami dari pengacara bapak jono tidak bisa menyampaikan apapun sekarang karena sudah berulang kali dalam persidangan sebelumnya kami berharap mengiingat klien kami Jono yang sudah berumur hampir satu abad dan sering sakit-sakitan. Kami mohonkan keputusan kepada bapak hakim untuk tidak memberikan hukuman kepada bapak Jono " ucap pengacara jono

Pengacara Jono itu dahulu adalah seseorang yang sangat dekat dengan Jono di kala menjadi kepala desa.
" kami persilahkan kepada terdakwa untuk memberikan pembelaan terakhir yang dapat kami dengar sekarang
" ucap hakim ketua kepada Jono
" Baiklah bapak hakim yang terhormat " sambut Jono

Kemudian Jono mengeluarkan beberapa lembar kertas yang terselip di saku bajunya dan dikeluarkan untuk dibacanya dengan segera.

" Terima kasih bapak hakim yang terhormat. Saya akan membacakan yang bapak hakim sebut ini pembelaan. Tetapi saya tetap merasa tidak bersalah atas tuduhan yang telah dituduhkan oleh jaksa. Saya adalah kepala desa yang bekerja keras untuk memajukan desa saya agar penduduknya makmur dan sejahtera. Dan bisa kalian lihat sendiri hasilnya. Meskipun sekarang saya telah dipersalahkan karena telah kehilangan desa yang telah saya pimpin puluhan tahun yang lalu, tetapi itu semua atas pilihan penduduk juga. Kini desa tersebut telah menjadi milik negeri seberang karena telah masuk wilayah mereka. Karena panjang pantai mereka yang semakin bertambah karena mereka menambahnya dengan pasir-pasir pantai yang berasal dari desa saya. Dan itu semua yang membuatku kalian persalahkan "



" Di jaman sekarang yang kita butuhkan adalah uang bukan harga diri. Aku rela kehilangan anakku yang kedua karena telah terbunuh oleh polisi perairan negeri seberang. Apabila yang kubutuhkan harga diri kami semua akan jatuh miskin karena tidak bisa berdagang dengan mereka. Dan akan kuhentikan berdagang dengan mereka dan kumusuhi mereka. Akan kutembak kapal-kapal nelayan mereka yang jauh lebih besar dan sering masuk ke wilyah kami. Itulah yang harus kulakukan apabila aku memilih menjadi pria yang mempunyai harga diri. Tapi apa yang akan kita dapat dengan semua itu. Semua itu hanya akan merugikan kita yang lebih membutuhkan uang daripada harga diri "

" Lihatlah anakku yang kedua dialah contoh apabila dia tetap teguh dengan harga diri dia. Rela menjadi nelayan padahal itu pekerjaan berat, kapalnya kecil dan peralatan menangkap ikannya cuman pancing. Lihatlah negeri seberang kapalnya besar dan peralatan menangkap ikannya sangat modern. Menangkap ikan semudah menjentikkan jari tinggal bentangkan jala sebesar-besar berputar-putra di laut dan tinggal angkat ke kapal. Tetapi itulah yang dipilih oleh anakku yang kedua, jika ada yang bisa membuatnya kaya dengan cara lebih mudah kenapa dia tidak melakukannya "

" Aku tahu bahwa aku telah salah dengan kehilangan kampungku dan sekarang di kuasai oleh negeri seberang. Tapi sekarang liatlah penduduk-penduduk desa yang sangat kaya raya. Kekayaannya bahkan sangat melimpah. Meski sekarang mereka di usir dari desanya tetapi mereka tidak khawatir dengan berpindah tempat dengan membeli tempat tinggal di kota. Hidup di apartemen-apartemen mewah yang telah mereka beli dengan kekayaan mereka yang berlimpah. Mereka semua telah rela kehilangan kampung mereka demi mendapatkan kekayaan mereka yang berlimpah. Lebih baik kehilangan kampung mereka daripada hidup dalam kemelaratan yang mungkin saja akan turun menurun.

" Sekarang kekayaan yang sangat banyak akan dapat mereka berikan kepada anak cucu mereka yang akan juga hidup dalam kekayaan. Seharusnya kalian semua berterima kasih kepadaku yang telah membuat mereka kaya raya bukannya malah menyalahkanku yang hanya kehilangan sebagian kecil tanah di negara ini. Semua kepala desa harusnya bisa mencontoh seperti apa yang aku lakukan. Ketika mereka memimpin desanya apakah mereka bisa membuat seluruh penduduknya maju dan makmur. Mungkin saja kepala desanya sendiri atau sebagian kecil penduduknya yang akan makmur tetapi tidak keseluruhan penduduknya. Kadang dengan cara-cara yang curang dan menipu rakyatnya sendiri. Lebih baik kekayaan diberikan kepada semua penduduk dengan cara seperti yang kulakukan daripada dengan cara-cara seperti biasanya para kepala desa lakukan dengan berlaku curang terhadap penduduknya "

" Mereka berkoar-koar untuk menjaga negeri ini dan pemanfaatannya untuk kesejahteraan dan kemajuan rakyatnya. Tetapi apakah mereka bisa buktikan?. Mereka hanya tak ubahnya seperti badut-badut yang menipu rakyatnya yang dianggapnya anak kecil. Memberikan permen-permen yang hanya memanjakan bibir dan memaniskan lidah tetapi tidak mengenyangkan perut. Sedangkan semua badut-badut sendiri perutnya besar dan gembul. Lihatlah mereka bahwa sekarang betapa kenyangya mereka dengan perut sebesar itu "

" Aku hanya memimpin mereka semua untuk mengambil dan menjual apa yang menjadi hak mereka yaitu pasir laut dan kayu-kayu hutan. Jika negara ini merasa memilikinya mereka akan mengambilnya dan penduduk-penduduk negara ini hanya akan menjadi seperti pengemis yang selalu meminta jatah yang yang tidak sesuai seperti kebutuhan mereka karena sebagian besar telah habis tercuri dan hilang. Entah siapa yang mengambilnya tetapi menurutku orang-orang terakhir yang mengambilnya atas nama negara "

" Semua orang ingin kaya dan semua orang ingin makmur apakah negara ini bisa membuat semua orang kaya dan makmur. Sulitkah jika negara ini membagi rata hasil yang telah diambil oleh negara dan dibagikan dengan adil kepada rakyatnya sendiri tidak perduli dia berkulit apa, beragama apa, bersuku apa dan berbahsa apa asal mereka semua rakyat negara ini. Apakah semuanya takut jika kalian berlaku adil akan mengurangi jatah kalian yang biasanya membagikan kemakmuran dan kekayaan. Apakah kalia takut kekayaan dan kemakmuran para `pemimpin negara ini sama dengan rakyatnya. Dan apakah kalian juga takut apabila sebagian rakyat yang sekarang ditakdirkan miskin maka jika kau membagikan semuanya dengan adil kalian juga akan ikut melarat dan miskin. Kalian semua juga takut kehilangan jika berangkat ke tempat kerja kalian naik mobil-mobil mewah yang mesinnya saja tidak terdengar dan Ac nya sangat-sangat dingin hingga membuat kalian semua nyaman dan tertidur bahkan efeknya sampai ditempat kerjapun kalian semua tertidur pulas. Mungkin saja karena Ac mobil kalian yang terlalu dingin. Kalian juga takut jika jatah gaji kalian yang menurut saya berlebihan buat seseorang yang kerjanya cuman menggunakan mulut dan lidah kalian. Bahkan aku dengar juga gaji kalian semua bahkan melebihi seorang bintang film "

" Lebih baik kujual desa kami kepaa negara lain daripada negara mengusirku dan memindahkan kami semua ke tempat-tempat terpencil dan selalu menjadi kumpulan orang-orang yang selalu melarat dan miskin. Aku pernah liat seseorang dari kalian yang berkumis tebal berkomat-kamit tentang pentingnya menjaga rasa memiliki negara ini, suaranya nyaring dan keras karena perutnya tidak laparnya.. Memang benar jika kami semua memilikinya dan kami sekarang menukarnya dengan kekayaan yang berlimpah. Kalian boleh menganggapku gila dan murtad dari negara ini. Tetapi hatiku masih waras karena semua orang ingin hidup kaya dan makmur. Aku lebih baik menjual dan menikmati apa yang menjadi hakku dari pada menyerahkan kepada kalian manusia-manusia rakus yang tidak akan pernah adil dalam membagikan hasil "

" Aku harapkan setiap kepala desa di negeri ini mencatat perkataanku ini. Kalian semua para kepala desa tidak perlu menjadi orang baik yang berlaku sopan dan santun ditempat-tempat tertentu, kalian tidak perlu menjadi seseorang yang sangat agamis yang selalu berkumpul dengan orang-orang pandai, arif dan bijaksana dalam masalah agama agar kamu dianggap memiliki sifat baik orang yang kamu kumpuli itu dan kalian tidak perlu menjadi orang yang berwibawa agar penduduk desa menganggapmu bercakap-cakap atau bertemu dengan kamu seperti seorang rakyat jelata bertemu rajanya. Kalian semua juga tidak harus pandai otaknya, tidak harus kuat dan juga pandai berkelahi dan tidak perduli kalian laki-laki atau perempuan "

" Aku hanya mengharapkan dua hal dari kalian yang pertama pandai-pandailah untuk memperdagangkan kekayaan negeri ini. Lihatlah kekayaan negeri ini yang melimpah dari kekayaan alam sampai kekayaan manusia. Hingga manusia bodoh saja mampu kita ekspor ke luar negeri. Perdagangkan semua itu dengan baik dan benar agar mendapatkan laba yang besar dan menguntungkan. Pimpin semua penduduk desamu agar membantumu mewujudkan itu dan mendukungmu. Kedua bagilah keuntungan dengan adil semua keuntungan yang telah kau dapat hasil dari memperdagangkan kekayaan negeri ini. Dari kekayaan alam sampai kekayaan manusianya. Dan sebagai pedagang yang baik belajarlah agar tidak rugi dan bangkrut "

Kemudian jono terdiam dan telah mengakhiri pidato pembelaannya di persidangan tersebut. Itulah sepenggal pembelaan jojo terhadap dirinya yang tetap tidak mau mengakui kesalahannya. Akhirnya karena ucapan jono dipembelaan terakhirnya yang sangat kontroversial dan sangat menyinggung pemerintahan negara tersebut. Jono dijatuhi hukuman gantung. Lalu kekayaan dari penduduk desa yang dipimpin jono, semua kekayaannya disita oleh negara. Hingga membuat para penduduk desa menjadi kembali hidup dalam kemelaratan lagi.
Para penduduk desa yang sangat menghormati kepala desanya yaitu jono tidak akan pernah menyesal dengan apa yang dilakukan jono sebagai kepala desa yang baik dan tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Hingga akhirnya mereka semua menjadi jatuh miskin dan hidup menjadi gelandangan tetapi mereka tidak pernah menyesali dengan apa yang telah mereka lakukan dan apa yang mereka dapat. Mungin pemerintahan negeri ini kekayaannya tidak ingin dicuri dan dimanfaatkan oleh rakyatnya sendiri bahkan sepeser pun negara tidak rela untuk memberikan kekayaan negara kepada rakyatnya kalau tidak mengalami mekanisme yang berbelit dan banyak menguras hasil yang seharusnya didapat oleh rakyatnya adalah banyak tetapi lewat mekanisme yang berbelit-belit menjadi sedikit. Seperti kata jono semua orang di negara ini adalah orang-orang kaya jika mendapakan hasil jatah yang adil oleh negaranya karena sangat melimpahnya kekayaan sumber daya alamnya. Tetapi nampaknya negara lebih miskin daripada rakyatnya hingga harus selalu mencuri jatah rakyatnya.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia