KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupWALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua oleh : Wahyu Ari Wicaksono
25-Okt-2014, 09:55 WIB


 
 
WALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua
KabarIndonesia - Sejak pelantikan 20 Oktober 2014, rakyat Indonesia menunggu dengan bersemangat pengumuman kabinet presiden Jokowi. Pengumuman ini tentunya membawa pesan harapan akan adanya    Pemerintahan yang
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tak Datang 23 Okt 2014 17:37 WIB

Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Bagaikan Tambang Emas di Balik Barang Bekas

 
SERBA SERBI

Bagaikan Tambang Emas di Balik Barang Bekas
Oleh : Zaldy Munir | 25-Nov-2007, 00:10:10 WIB

KabarIndonesia - Panas, pengap, kotor dan kumuh merupakan kesan pertama ketika memasuki wilayah penampungan besi tua. Sederet gerobak tua dengan barang rongsokan yang ditunggui tuannya berjejer mengantri untuk menunggu saat ditimbang barang dagangannya.

Di antara tumpukan besi-besi tua yang berlarian ke mana-mana, lelaki dengan kaos oblong yang kotor terlihat sibuk. Sementara tangannya dengan trampil menimbang dan memilah-milah barang-barang yang disetor oleh pelanggannya, yaitu para pemulung. Itulah Pekerjaan Saturi, 32 tahun asal Madura, Jawa Timur sebagai pengumpul besi tua di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Saturi, yang menempati sebidang tanah garapan yang dibelinya, sudah 20 tahun ia menggeluti jual beli besi tua. Pekerjaan ini adalah turun-temurun dari orang tuanya yang juga pengumpul besi tua di daerah Cilincing, Jakarta Utara. "Sejak umur 12 tahun saya ikut bekerja besi tua membantu orang tua, dan setelah menikah berdiri sendiri," ujarnya.

Besi tua adalah barang bekas yang seolah tiada guna dan tak berharga. Namun tidak demikian bagi ayah dua anak yang masih berumur 7 tahun dan 10 bulan ini. Besi tua bagaikan tambang emas baginya, dan sumber kehidupan bagi keluarganya. "Saya asal Madura, dan Madura tidak bisa lepas dari besi tua, ini sudah turun-menurun, di mana ada besi tua di situ ada Madura," tegasnya sembari tertawa.

Jual beli besi tua adalah pekerjaan yang tampaknya kotor dan terkesan kumuh. Tidak setiap orang mau mengerjakannya, namun bagi laki-laki berbadan gemuk ini, jual beli besi tua merupakan pekerjaan yang menguntungkan. Dengan besi tua ini Saturi bisa meghidupi keluarganya. Orang lain menganggap barang bekas seperti kaleng, besi tua, adalah sampah yang tak berguna, namun bagi pengumpul besi tua sangat berharga. "Barang-barang bekas ini masih ada harganya mas, biar barang bekas seperti besi tua ini kalau saya beli kurang dari Rp. 2000,-/kg dan saya menjual Rp 2000,- sampai Rp 2500/kg tergantung kualitas besinya," kata Saturi.

Sembari mengelap keringatnya laki-laki dengan bahasa khas Madura mengatakan, "Usaha besi tua itu pekerjaan yang tidak pasti, kadang rame kadang sepi, tidak tentu mas. Tergantung keadaan. Kalo pas ada borongan banyak saya bisa kirim ke pabrik di Pulo Gadung hasil bisa besar bisa untung 5 sampai 10 jutaan rupiah. Tapi kalo pas sepi ya nunggu saja gerobag-gerobag pemulung. Yaa paling-paling Rp 2 juta /bulan."

Biar setiap hari bergelut dengan besi tua yang kotor dan kumuh namun Saturi dengan tekun menaruh harapan besar dari usahanya. "Biar kerjaan ini kotor, tapi saya optimis bisa menghidupi keluarga dan saya bisa berhasil seperti Bapak saya dan saudara-saudara saya dari Madura. Mereka bisa pergi haji dan punya rumah mewah. Ini pekerjaan halal," tegasnya. *

Sumber image: useagold.com

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 
Papua Kalahkan Sumut 24 Okt 2014 11:23 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia