KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataMakanan Jadul Khas Bandung oleh : Mang Ucup
29-Apr-2015, 22:58 WIB


 
 
Makanan Jadul Khas Bandung
KabarIndonesia - Belanda Dulu, ketika masih kecil, Mang Ucup mendapatkan uang jajan 10 sen (sepicis), cukup untuk membeli satu jenis kue. Tentu kita ingat akan pepatah setali tiga uang, sebab arti setali (setalen = 25
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kami Masih Kelaparan Tuhan 28 Apr 2015 01:31 WIB

Sisi Ratapan 28 Apr 2015 01:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
RESENSI NOVEL: Let Me Be With You 04 Apr 2015 10:55 WIB

 

Bagaikan Tambang Emas di Balik Barang Bekas

 
SERBA SERBI

Bagaikan Tambang Emas di Balik Barang Bekas
Oleh : Zaldy Munir | 25-Nov-2007, 00:10:10 WIB

KabarIndonesia - Panas, pengap, kotor dan kumuh merupakan kesan pertama ketika memasuki wilayah penampungan besi tua. Sederet gerobak tua dengan barang rongsokan yang ditunggui tuannya berjejer mengantri untuk menunggu saat ditimbang barang dagangannya.

Di antara tumpukan besi-besi tua yang berlarian ke mana-mana, lelaki dengan kaos oblong yang kotor terlihat sibuk. Sementara tangannya dengan trampil menimbang dan memilah-milah barang-barang yang disetor oleh pelanggannya, yaitu para pemulung. Itulah Pekerjaan Saturi, 32 tahun asal Madura, Jawa Timur sebagai pengumpul besi tua di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Saturi, yang menempati sebidang tanah garapan yang dibelinya, sudah 20 tahun ia menggeluti jual beli besi tua. Pekerjaan ini adalah turun-temurun dari orang tuanya yang juga pengumpul besi tua di daerah Cilincing, Jakarta Utara. "Sejak umur 12 tahun saya ikut bekerja besi tua membantu orang tua, dan setelah menikah berdiri sendiri," ujarnya.

Besi tua adalah barang bekas yang seolah tiada guna dan tak berharga. Namun tidak demikian bagi ayah dua anak yang masih berumur 7 tahun dan 10 bulan ini. Besi tua bagaikan tambang emas baginya, dan sumber kehidupan bagi keluarganya. "Saya asal Madura, dan Madura tidak bisa lepas dari besi tua, ini sudah turun-menurun, di mana ada besi tua di situ ada Madura," tegasnya sembari tertawa.

Jual beli besi tua adalah pekerjaan yang tampaknya kotor dan terkesan kumuh. Tidak setiap orang mau mengerjakannya, namun bagi laki-laki berbadan gemuk ini, jual beli besi tua merupakan pekerjaan yang menguntungkan. Dengan besi tua ini Saturi bisa meghidupi keluarganya. Orang lain menganggap barang bekas seperti kaleng, besi tua, adalah sampah yang tak berguna, namun bagi pengumpul besi tua sangat berharga. "Barang-barang bekas ini masih ada harganya mas, biar barang bekas seperti besi tua ini kalau saya beli kurang dari Rp. 2000,-/kg dan saya menjual Rp 2000,- sampai Rp 2500/kg tergantung kualitas besinya," kata Saturi.

Sembari mengelap keringatnya laki-laki dengan bahasa khas Madura mengatakan, "Usaha besi tua itu pekerjaan yang tidak pasti, kadang rame kadang sepi, tidak tentu mas. Tergantung keadaan. Kalo pas ada borongan banyak saya bisa kirim ke pabrik di Pulo Gadung hasil bisa besar bisa untung 5 sampai 10 jutaan rupiah. Tapi kalo pas sepi ya nunggu saja gerobag-gerobag pemulung. Yaa paling-paling Rp 2 juta /bulan."

Biar setiap hari bergelut dengan besi tua yang kotor dan kumuh namun Saturi dengan tekun menaruh harapan besar dari usahanya. "Biar kerjaan ini kotor, tapi saya optimis bisa menghidupi keluarga dan saya bisa berhasil seperti Bapak saya dan saudara-saudara saya dari Madura. Mereka bisa pergi haji dan punya rumah mewah. Ini pekerjaan halal," tegasnya. *

Sumber image: useagold.com

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hebatnya Bandung Karnaval KAA - 2015oleh : Johanes Krisnomo
30-Apr-2015, 05:50 WIB


 
  Hebatnya Bandung Karnaval KAA - 2015 Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) - 2015 menampilkan aneka budaya antar bangsa. Karnaval Asia Afrika salah satunya, diikuti 20 negara dan 60 daerah di Indonesia, Sabtu (25/4/15), di Jalan Asia Afrika, Bandung. Tampak foto, peserta karnaval sedang beraksi,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ada Apa dengan Kartini? 24 Apr 2015 08:21 WIB

 

 
 

 

 
Sejarah Maung Bandung - PERSIB 23 Apr 2015 10:30 WIB

 
Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB


 
Lions Clubs Rayakan Hari Kartini 30 Apr 2015 07:38 WIB


 
Mobil, Buku, Soekarno dan Mandela 16 Apr 2015 14:11 WIB

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia