KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Olah RagaMasyarakat Antusias Dukung Kiprah Rio Haryanto di Ajang F1 oleh : Pengky
01-Mei-2016, 09:13 WIB


 
 
Masyarakat Antusias Dukung Kiprah Rio Haryanto di Ajang F1
KabarIndonesia - Jakarta, Antusias masyarakat Indonesia  mendukung Rio Haryanto berlaga di balap mobil Formula 1(F1) terus mengalir. Ini ditandai dengan dilakukannya peresmian layanan secara bersama-sama oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Komunikasi dan Informatika beserta seluruh jajaran Direksi Operator Seluler
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bawa Aku 02 Mei 2016 09:24 WIB

Jarak 02 Mei 2016 09:23 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Mengintip Bisnis Esek-esek di Lintas Pantura ”Lezat” Berbau Maksiat di Warsex

 
SERBA SERBI

Mengintip Bisnis Esek-esek di Lintas Pantura ”Lezat” Berbau Maksiat di Warsex
Oleh : James B | 23-Feb-2008, 21:20:23 WIB

KabarIndonesia - Hari mulai beranjak gelap. Gerimis hujan terus membasahi bumi, dingin menusuk tulang. Malam itu, lalu lalang kendaraan di jalan  lintas utara (Pantura) tepatnya di sekitar kawasan Besuki, depan timbangan tampak lengang. Entah apa gerangan, hanya ada satu dua kendaraan yang mencoba menerobos dinginnya malam.

Tot…tot…tot…bunyi klakson sebuah mobil kanvas tiba-tiba memecah kesunyian kawasan. Kendaraan itu perlahan mulai merapat ke tepian dekat sebuah warung kecil yang berada cukup jauh dari pemukiman warga. Dua orang pemuda paruh baya yang tampak kedinginan berlari-lari kecil masuk ke dalam warung menghindari gerimis hujan. Ya…itu dia warung senggol yang belakangan mulai populer di kalangan pengemudi truk dan mobil box di Pantura.

Memasuki warung mungil minuman mulai menyeruak. Tapi dua pemuda itu tak buru-buru memesan minuman. Mereka lebih memilih makan mie rebus, mungkin sudah keroncongan selepas menancap gas seharian dari arah Surabaya. Perut sudah terisi tapi dinginnya malam terus menusuk tulang seakan-akan tak mau diajak kompromi. Minuman beralkohol pun mulai dipesan dan satu per satu ditenggak sambil ditemani  beberapa orang wanita yang biasa mangkal di tempat itu. 

Belakangan tercium wanita-wanita itu bukan sekadar pelaris warung tapi siap diajak kencan. Biasanya mereka dibawa langsung pengemudi truk tapi ada juga yang mungkin sudah kebelet langsung "tancap gas" di tempat itu. Karena di belakang tersedia bilik-bilik kecil yang siap dijadikan "arena perang". 

Sambil menenggak minuman oborolan antara pemuda itu dan wanita-wanita penghibur pun terus mengalir dan gelak tawa mulai membahana. Mata salah seorang pria tadi mulai memerah, mungkin kebanyakan minum. Lama berselang satu dari dua orang pria tadi mulai tampak bosan. Wanita seakan sudah paham dan tak lama kemudian mereka sama-sama beranjak  ke belakang.  Diam sejenak. Entah apa yang mereka lakukan di belakang.

Truk-truk angkutan merapat di sebuah tempat peristirahatan. Mereka beristrihat sambil menikmati hidangan "lezat" dan menjelang pagi mereka akan meluncur lagi. Satu jam kemudian baru pria itu keluar sambil membereskan kancing bajunya. Tepat sepertiga malam, hujan mulai reda dan mereka pun mulai meluncur ke tempat tujuan.  Belakangan tercium kalau sopir-sopir truk dan kanvas sering singgah di tempat itu sekadar melepas lelah sambil menikmati sajian “lezat” yang tersedia.  Ya...sekadar menghangatkan badan di kala hujan menghadang di tengah perjalanan.

Selain warung senggol di sepanjang Pantura ada juga rumah sekaligus berfungsi sebagai tempat esek-esek atau rumah bordir. Dalam suatu kesempatan “Y” yang disebut-sebut maminya para PSK saat ditanya tidak menepis keberadaan bisnis itu. Apalagi kawasan Besuki  yang menjadi tempat mangkal lama para PSK sudah diberangus massa. Akhirnya mereka migrasi dan menjadikan Bali dan Kalimantan sebagai alternatif karena keamanannya lebih terjamin. 

“Sejak membuka usaha (rumah bordil, red) ini belasan tahun yang lalu, semua berjalan lancar. Kalaupun ada gangguan, bisa diatur sedemikian rupa. Setelah suami saya meninggal pun usaha ini tetap saya lakukan dan aman-aman saja,” beber “Y” (53), germo bekas tempat komplek pelacuran Rajawali, Kecamatan Besuki, belum lama ini. Menurutnya, jaminan keamanan merupakan kunci utama dalam bisnis esek-esek ini. Anak buahnya yang mangkal di rumah bordil ini menjadi nyaman. Usaha yang mereka lakukan dapat berjalan tanpa ada rasa was-was atau takut bakal digaruk. Apalagi, sejak lokalisasi Rajawali ditutup oleh Pemkab Situbondo, banyak PSK yang datang mencari tempat baru.  

Namun untuk antisipasi Mami "Y"cukup pintar menutupi dan memang usaha rumah bordil yang dikelolanya tidak terlalu kentara karena di sampingnya ada warung sebagai tempat memesan minuman dan makanan. Mobil box (kanvas) juga sering mampir sekadar melepas lelah setelah menjalani perjalan yang cukup panjang. Sembari istirahat, mereka bisa menikmati hidangan yang tersaji.  

“Rth” (27), anak buah Mami “Y” yang berasal dari Krucil Probolinggo pun tidak menutupi adanya jaminan keamanan di lokasi barunya ini. “Sebelumnya saya di lokalisasi Padang Bulan Banyuwangi Bang. Di sana banyak sekali gangguan, apalagi saingan antar PSK juga mulai ketat, sekarang banyak pendatang baru yang usianya masih sangat muda (ABG) jadi saya lebih banyak nongkrongnya ketimbang melayani tamu. Tamu sekarang banyak memilih cewek yang masih muda, usaha ini terpaksa kita lakukan untuk meringankan beban keluraga di kampung,” ungkapnya. 

Sebagai single parent, ibu sekaligus bapak dari anak tunggalnya yang di tinggal di sebuah desa terpencil di kawasan Probolinggo, bersama orang tuanya, “Rth” terpaksa banting tulang mencari uang. Untuk kerja kantoran tidak mungkin, karena tidak punya ijazah. Pendidikan yang dijalaninya pun hanya sampai kelas lima sekolah dasar (SD).  “Saya terpaksa kawin muda, karena kondisi keluarga kami yang morat-marit. Oleh orang tua saya dipaksa kawin sama lelaki yang sudah punya istri dua, tapi kaya. Namun, setelah lahir anak pertama laki-laki itu kawin lagi dengan wanita lain yang lebih muda,” ujar “Rth” mengurai masa lalunya yang kelabu.

Tidak tahan menerima penderitaan yang dialami, akhirnya ia terjerumus ke lembah hitam ini. Awalnya, hanya coba-coba, setelah itu jadi ketagihan. Apalagi, pekerjaan yang dilakukan ini selain mendapatkan kepuasan juga mampu meringankan beban keluarga di kampung.

“Pertama kali diajak teman, sekitar empat tahun yang lalu. Ke Bali katanya enak, dan gampang cari duit. Setelah minta restu sama orang tua, akhirnya saya berangkat mengikuti jejaknya. Walau hati manangis karena harus berpisah jauh dengan putri semata wayang,” katanya sembari menghembuskan asap rokoknya jauh-jauh.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUBoleh : Muhammad Zakaria
25-Apr-2016, 23:45 WIB


 
  Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUB Puluhan Wartawan Aceh Tengah dan Bener Meriah di bawah Koordinasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah mengelar Aksi Damai di Bundaran Simpang 5 Takengon (25/04/2016) terkait larangan liputan yang dilakukan oleh oknum Kabid Kominfo, Dinas Perhungan Aceh Tengah terhadap
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Nelayan Nasibmu Kini 02 Mei 2016 09:25 WIB

 
 

 
Dampak Bunga Pinjaman Bank 01 Mei 2016 09:17 WIB

 

 

 
The Executive Meriahkan IFW 2016 14 Apr 2016 12:20 WIB

 
Satu UN, Dua Kurikulum 02 Mei 2016 09:22 WIB


 

 

 

 
Sekali Yesus Tetap Yesus 22 Apr 2016 15:02 WIB


 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia