KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAktifnya Aliran Massa Udara Basah, Picu Cuaca Ekstrim Sejumlah Wilayah Indonesia oleh : Rohmah S
26-Apr-2018, 10:54 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kejadian cuaca ekstrem di beberapa daerah seperti hujan disertai puting beliung di Jogjakarta dan Minahasa, banjir di Cilegon dan Bumi Ayu pada saat musim peralihan dari penghujan menuju kemarau menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat, berikut penjelasan Drs.
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ibu 25 Apr 2018 16:27 WIB

Pemimpin 01 Mar 2018 12:42 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

20 Tahun Nenek Jalan Kaki Berjualan Keripik

 
SERBA SERBI

20 Tahun Nenek Jalan Kaki Berjualan Keripik
Oleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak | 14-Des-2017, 08:28:22 WIB

KabarIndonesia - Tarutung, Hidup ini perjuangan yang terus menerus. Begitu prinsip hidup Ompu Mardiana Br Hutagalung (71) warga Desa Pintubosi Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumut ini. Nenek ini setiap hari berangkat dari kampungnya berjarak cukup jauh menuju kota Tarutung untuk menjajakan tape dan keripik ubi buatannya sendiri. 

Dulu ketika angkot (angkutan kota) masih jarang, ia harus berjalan kaki ke ibukota kab.Tapanuli Utara Tarutung. Kini setelah angkot sudah lancar, nenek ini merasa lumayan bisa naik angkot sampai ke jalan Simanare (Sipoholon) Selanjutnya dari sana berjalan kaki lagi sejauh 7 (tujuh) kilometer menuju kota Tarutung. Saat berjalan kaki itulah Ompu Mardiana menjajakan tape dan keripiknya menahan panas terik matahari. Terkadang jualannya  tak habis terjual saat hujan turun. Tak jarang ia berjualan ke kantor-kantor sampai ke kantor bupati dan polres.
Berapa untung yang didapat setiap hari? Ternyata untungnya tak banyak. Paling lima puluh ribuan, katanya terkekeh. " Berapa pun itu harus saya syukuri yang penting ada usaha", katanya kepada reporter KabarIndonesia yang hari itu membeli tapenya, Rabu (13/12). Dia mengaku berjalan kaki itu sudah dilakukannya hampir 20 tahun. Dulunya dari kota juga harus jalan kaki pulang ke rumah karena tak ada angkot. Sekarang ia bersyukur sudah ada angkot sehingga kalau agak kemalaman jualannya habis sudah lumayan bisa pulang naik angkot. "Syukurlah sampai setua ini aku masih sehat bisa berjalan kaki ke sana kemari," tambahnya tertawa kecil sambil menjunjung  keranjang berisi tape ke kepala.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Pelari Indonesia Pertama di FWD North Pole Marathon 2018 Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani (kiri) sedang memberikan jaket FWD Life kepada Pelari Maraton Indonesia, Fedi Fianto (kanan) sebagai simbol FWD Life resmi melepas Fedi sebelum keberangkatannya ke Kutub Utara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pengabdian Tentara di Pojok Desa 10 Apr 2018 14:27 WIB

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia