KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (5) kita telah melihat bagaimana Jokowi-JK yang saya istilahkan sebagai penumpang gelap Pilpres 2014 ternyata bisa mematahkan analisa dan prediksi banyak orang dengan
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

20 Tahun Nenek Jalan Kaki Berjualan Keripik

 
SERBA SERBI

20 Tahun Nenek Jalan Kaki Berjualan Keripik
Oleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak | 14-Des-2017, 08:28:22 WIB

KabarIndonesia - Tarutung, Hidup ini perjuangan yang terus menerus. Begitu prinsip hidup Ompu Mardiana Br Hutagalung (71) warga Desa Pintubosi Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumut ini. Nenek ini setiap hari berangkat dari kampungnya berjarak cukup jauh menuju kota Tarutung untuk menjajakan tape dan keripik ubi buatannya sendiri. 

Dulu ketika angkot (angkutan kota) masih jarang, ia harus berjalan kaki ke ibukota kab.Tapanuli Utara Tarutung. Kini setelah angkot sudah lancar, nenek ini merasa lumayan bisa naik angkot sampai ke jalan Simanare (Sipoholon) Selanjutnya dari sana berjalan kaki lagi sejauh 7 (tujuh) kilometer menuju kota Tarutung. Saat berjalan kaki itulah Ompu Mardiana menjajakan tape dan keripiknya menahan panas terik matahari. Terkadang jualannya  tak habis terjual saat hujan turun. Tak jarang ia berjualan ke kantor-kantor sampai ke kantor bupati dan polres.
Berapa untung yang didapat setiap hari? Ternyata untungnya tak banyak. Paling lima puluh ribuan, katanya terkekeh. " Berapa pun itu harus saya syukuri yang penting ada usaha", katanya kepada reporter KabarIndonesia yang hari itu membeli tapenya, Rabu (13/12). Dia mengaku berjalan kaki itu sudah dilakukannya hampir 20 tahun. Dulunya dari kota juga harus jalan kaki pulang ke rumah karena tak ada angkot. Sekarang ia bersyukur sudah ada angkot sehingga kalau agak kemalaman jualannya habis sudah lumayan bisa pulang naik angkot. "Syukurlah sampai setua ini aku masih sehat bisa berjalan kaki ke sana kemari," tambahnya tertawa kecil sambil menjunjung  keranjang berisi tape ke kepala.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia