|
|
|
| |
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap selengkapnya....
|
|
|
SERBA SERBI
Angkutan Kota di Tangerang Semakin Meresahkan
Oleh : Tito Indra | 15-Jan-2010, 00:05:34 WIB
|
KabarIndonesia - Keresahan angkutan kota (angkot) di kota Tangerang mulai menganggu kenyamanan kita di jalan raya, terutama di kota Tangerang.
Gaya ugal-ugalan supir angkot sudah banyak menimbulkan kerugian, dari kemacetan sampai kecelakaan.
Kemacetan yang ditimbulkan oleh angkot adalah seperti supir angkot yang berhenti menurunkan penumpang di segala tempat tanpa mengindahkan rambu-rambu lalu lintas. Menunggu penumpang (ngetem) tanpa meminggirkan kendaraan dengan posisi masih di tengah jalan.
Kecelakaan yang ditimbulkan oleh para supir angkot adalah, mengerem mendadak bila menaikkan penumpang atau menurunkan penumpang.
Mengejar bus kota yang akan berhenti menurunkan penumpang (dalam kondisi seperti ini supir angkot paling tidak peduli dengan para pengendara lainnya) ini sering terjadi di perempatan Karawaci (shinta).
Memutar kendaraannya tanpa melihat kendaraan lain dari arah lain (biasa terjadi di daerah Cipondoh dan banyak korban). Menerobos lampu merah (traffic light) dengan alasan mengejar setoran mereka menghalalkan segala cara sepertinya. Para supir angkot ini memang sangat meresahkan para pengendara lain.
Ada sebuah tulisan yang mengatakan Supir angkot mempunyai jiwa Gede Rasa (GR) yang tinggi, menunggu penumpang yang sedang berjalan di gang rumahnya sudah ditungguin. Tidak cuma satu angkot, tapi bisa sampai tiga angkot yang ikut menunggu. Memang seharusnya para angkot-angkot ini dikurangi jumlahnya atau dibatasi. Ini pula yang menjadi tidak nyaman apabila kita menaiki angkot.
Apakah kita masih perlu angkot? Ataukah keberadaan angkot dikurangi? (*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi.kabarindonesia@gmail.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|