KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Batik adalah Indonesia 13 Okt 2018 19:47 WIB

Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Bos KSP Pandawa Salman Nuryanto "Diganjar" Hukuman 15 Tahun Penjara
Oleh : Benny Aswadina | 16-Des-2017, 04:26:50 WIB

KabarIndonesia - Majelis Pengadilan Negeri (PN) Depok dipimpin ketua majelis hakim Yulinda Trimurti Asih SH menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara denda Rp 200 miliar dan semua aset asetnya disita Negara kepada pimpinan/pendiri Koperasi Simpan Pnjam (KSP) Pandawa Mandiri Group Salman Nuryanto. 
"Vonis itu lebih berat dari tuntutan JPU yang menuntutnya 14 tahun penjara," kata Windy Wellingtonia dan Chacha Annisa yang meliput langsung jalannya sidang putusan di Pengadilan Negeri Depok, Senin (11/12) siang.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta menghimpun dana masyarakat tanpa izin usaha yang dilakukan secara berlanjut," kata ketua majelis hakim Yulinda Trimurti Asih SH dalam pembacaan amar putusannya di PN Depok. Sidang berlanjut pembacaan putusan atas 26 leader Pandawa yang dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar.

Sementara itu sekitar 5000 nasabah, korban investasi bodong KSP Pandawa Mandiri Group menolak dengan tegas putusan majelis hakim PN Depok, terkait aset Pandawa disita Negara yang menurutnya semua aset Pandawa hak nasabah. "Sebab dalam kasus ini tak ada kerugian negara. Kenapa semua aset masuk ke kas negara dan ini bukan masalah korupsi dong," kata Dani Andrian Kusdayat, kuasa hukum nasabah KSP Pandawa Mandiri pada Dina Faisal S.Kom dan Pewarta Kabarindonesia. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Bakul Kejujuran 17 Okt 2018 13:02 WIB

 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia