KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (5) kita telah melihat bagaimana Jokowi-JK yang saya istilahkan sebagai penumpang gelap Pilpres 2014 ternyata bisa mematahkan analisa dan prediksi banyak orang dengan
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Bumi Terpapar Polusi Udara

 
SERBA SERBI

Bumi Terpapar Polusi Udara
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 07-Jun-2019, 15:55:09 WIB

KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni sejak tahun 1972 bertujuan membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada lingkungan, alam, dan planet bumi pada khususnya. Berdasarkan penelitian dan pemantauan lembaga PBB yang menangani mengenai lingkungan UNEP (The UN Environment Programme), dalam beberapa tahun belakangan bahwa Polusi udara merupakan darurat global yang mempengaruhi semua orang. Karenanya Organisasi PBB menetapkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pada tahun ini 2019 ini menetapkan tema perayaan: Melawan Polusi Udara (#BeatAirPollution). Melalui 25 kebijakan teknologi diharapkan dapat menurunkan 20 persen karbon dioksida dan 45 persen emisi metan secara global yang akan menurunkan pemanasan global. Dikabarkan korban polusi udara di seluruh dunia diperkirakan 7 juta orang meninggal dini, ironisnya sekitar 4 juta terjadi di kawasan Asia Pasifik. Polusi udara juga merugikan ekonomi global sebanyak 5 triliun dolar setiap tahun dari segi kesejahteraan dan polusi ozon pada tingkat lahan, polusi udara diprediksi akan mengurangi produksi pangan hingga 26% pada tahun 2030. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan berbagai kebijakan tentang polusi udara dengan mengendalikan semua sumber pencemaran udara dan fokus pada penanganan emisi kendaraan. Caranya dengan mengembangkan program kebijakan bahan bakar setara Euro4, merevisi baku mutu emisi pembangkit listrik tenaga thermal, pembangkit berbahan bakar biomasa, penggunaan kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan berbahan gas, kendaraan listrik dan LRT. Emisi kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara, hampir mencapai 70%. Pemantauan hasil udara terburuk terjadi pada jam 7-10 dan 15-19 pada hari kerja. Pemerintah akan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Secara nasional pencegahaan kebakaran hutan dan pemulihan ekosistem gambut juga prioritas berikutnya. Kerjasama Pemerintah, industri, komunitas dan individu dalam mengeksplorasi enerji terbarukan dan menerapkan teknologi hijau, serta meningkatkan kualitas udara di perkotaan dan regional di seluruh dunia, diharapkan menjadi bagian dari solusi nasional. Dikatakan, polusi udara tidak saja bersumber dari emisi kenderaan tetapi juga datang dari sektor pertanian, rumah tangga, industri, transportasi, limbah dan sumber lain. Masalah ini sangat kompleks dan rumit, namun tetap merupakan tanggung jawab manusia untuk mengurangi polusi udara, demi kelangsungan hidup manusia di bumi. Dengan memahami jenis-jenis polusi udara, dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan akan sangat membantu menentukan langkah-langkah untuk memperbaiki udara di sekitar kita. Pertanian Berasal dari ternak yang menghasilkan gas metan dan amoniak, sawah yang menghasilkan gas metan, dan pembakaran limbah pertanian. Emisi metan berkonstribusi pada formasi ozon yang menyebabkan asma dan penyakit pernafasan. Metan juga berpotensi lebih besar terhadap pemanasan global daripada karbon dioksida. 24% efek gas rumah kaca datang dari pertanian, hutan dan tanah. Rumah tangga Polusi udara dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, kayu dan bio masa untuk memasak, pemanasan dan cahaya di rumah. Pada negara berkembang 3,8 juta kematian dini disebabkan oleh polusi di dalam rumah. Industri Pada banyak negara, pembangkit listrik merupakan sumber utama polusi udara. Konstribusi utama berasal dari pembakaran batubara untuk pembangkit listrik. Diikuti oleh proses industri yang menggunakan pelarut pada industri kimia dan pertambangan yang menyebabkan polusi udara. Transportasi Sektor transportasi global 25% berkaitan dengan emisi karbon dioksida dan terus meningkat. Polusi udara dari sektor transportasi telah menimbulkan 400.000 kematian dini yang terutama disebabkan oleh emisi diesel dan diatas 12% menimbulkan demensia bagi warga yang tinggal di dekat jalan raya. Limbah Pembakaran limbah secara terbuka dan penimbunan limbah organik menimbulkan dioksin, furan, metan dan karbon hitam yang berbahaya bagi atmosfir. Secara global, pembakaran limbah 40% dilakukan di tempat terbuka. Sumber lain Polusi udara tidak selalu berasal dari kegiatan manusia, tetapi juga dapat bersal dari letusan gunung berapi dan badai debu. Pasir dan debu sangat berbahaya bagi pernafasan. Lalu apa yang dilakukan oleh warga masyarakat? Sebagai individu, kita juga diharapkan turut memerangi polusi udara. Untuk memasak harus menggunakan bahan bakar yang tidak menimbulkan polusi udara. Untuk menuju ke kantor, sekolah dan tempat lain lebih memilih transportasi umum, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan jalan kaki. Di dalam lingkungan (industri) tempat kita bekerja, juga harus berperan serta dalam penanganan limbah industri yang harus dolah secara tepat dan benar. Serta tidak segan mengenakan masker saat bepergian di tempat yang polusi udaranya buruk. Ayo kita peduli pada lingkungan sekitar. Hanya dari kepedulian individu semua program lingkungan nasional maupun global dapat berjalan dengan baik untuk kebaikan semua umat manusia.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia