KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikSurvei SMRC: Mayorias Warga Tidak Suka Rizieq Shihab oleh : Wahyu Ari Wicaksono
26-Nov-2020, 10:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa 73% warga Indonesia tahu atau pernah dengar nama Muhammad Rizieq Shihab (MRS). Dari yang tahu, yang suka kepada MRS 43%, yang berarti jauh di bawah kesukaan terhadap
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Filsafat Kue Jajanan Pasar
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 04-Jun-2019, 08:13:56 WIB

KabarIndonesia - Filsafat kue jajanan pasar bukanlah sebuah filsafat , bukan pula hasil ngawur dari FILSUF PASARAN, melainkan dari hasi survey kecil-kecilan.

Kue Jajanan Pasar, banyak orang yang menyukainya malah dijadikan sarapan pagi dengan minuman teh manis atau kopi. Buat saya, jajanan pasar ini sudah merupakan sarapan pagi dari sejak kecil.

Kue ini dahulunya lebih dikenal dengan nama Kue Basah lawan dari Kue Kering. Sekarang lebih dikenal dengan nama kue JAJANAN PASAR. Kenapa nama ini?

Sejak jam tiga pagi satu-satunya 'jajanan' yang bisa didapatkan di pasar adalah kue-kue Jajanan maka dari itu mereka menamakannya Jajanan Pasar. Sedangkan kata 'Kue' itu sendiri diserap dari bahasa Hokkian: KUE atau KWAY.

Cukup banyak jenis kue jajanan pasar yang dijual di berbagai tempat di negeri kita. Sudah pasti kue-kue itu adalah buatan rumah tangga istilahnya "home made" atau "made in rumahan".

Dari sekian banyak jenis kue, berikut disertakan kue-kuean yang ditemukan yakni:

- Kue BANDROS di Jawa lebih dikenal dengan nama Gandos. Di Bandung, nama bis pariwisata dengan nama Bandros. Kata ini diserap dari bahasa Belanda dan Sunda. Band = (Bando) Pita, maklum kuenya panjang mirip bando/pita, Raos artinya enak. Dalam bahasa Sunda kalau digabung jadi BAND-ROS artinya kue panjang yang enak.

- Kue ONDE-ONDE kata ONDE diserap dari bahasa Belanda RONDJE (bundar). Berasal dari Tiongkok, untuk pertama kali diperkenalkan di Majapahit oleh laksamana Cheng Ho. Di Tiongkok sendiri kue Onde-onde dinamai LUDEUI.

- Kue APEM diserap dari bahasa Arab AFFAN yang bermakna Ampunan. Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta.

- Kue KU (ANG KU), kue warna merah (ANG), bagi orang Tionghoa kue (merah) ini sebagai simbol keberuntungan. Kue ini juga simbol panjang umur.
Bentuk dari kue ini menyerupai cangkang kura-kura, sebab dalam hidupnya seekor kura-kura memiliki umur yang panjang.

- Kue BIKA AMBON terilhami dari kue khas Melayu yaitu Bika atau Bingka atau lazim dikenal Bika Ambon . Sebutan Ambon pada bika/kue ini bukan berarti dibuat atau berasal dari Ambon. Kue Bika Ambon, pertama sekali dijual dan populer di Jalan Ambon - Medan. Hingga sekarang Bika Ambon merupakan oleh-oleh dari Medan.

- Pada saat seorang bertanya kepada Nenek tua yang sedang bikin kue. Kue apa itu? Si nenek menjawab 'Kue untuk PUTU' (cucu dalam bahasa Jawa), dan seiring waktu berubah menjadi kue Putu yang terbuat dari tepung beras.

- Siapa yang tidak kenal Kue SURABI? Ada yang menyebutnya kue Serabi. Dalam bahasa Sunda, Sura artinya Besar, maka kue SURABI berarti kue beSAR buatan biBI.

- Kue WAJIK, karena bentuknya belah ketupat atau jajaran genjang, maka oleh orang Jawa biasa disebut kue bentuk WAJIK.

- Kue MANGKOK (cupcake). Ada dua teori asal muasal kue ini. Pertama, adalah perihal kue dimasak di dalam Mangkok. Kedua adalah bahan baku yang digunakan untuk membuat 'cupcake' ini diukur dengan menggunakan mangkok.

- Kue TALAM (piring besar). Kue ini merupakan jajanan pasar yang dijual di pasar tradisional Tarutung, Tapanuli Utara. Penggunaan nama TALAM (kue didalam Talam), dibuat pertama kali dan satu-satunya oleh seorang wanita Tionghoa dan sudah menjadi orang "Batak". Kue talam dgn baku tepung beras, gula merah, inti kelapa. Rasanya enak seperti kue lapis atau bubur sumsum kental.

Orang Sunda memberikan banyak nama kue buatan rumahtangga berupa ringkasan kata yang mudah diingat. Misalnya, CIRENG = aCI digoRENG, COLENAK = dicoCOL ENAK, MISRO = aMIS dijeRO, CILOK = aCI dicoLOK, BATAGOR= BAso TAhu diGOReng, COMRO = onCOM dijeRO

Itulah sedikit serba-serbi dari asal-muasal dari nama-nama kue Jajanan Pasar yang hingga zaman now ini masih dapat diperoleh di desa, bahkan hingga di kota juga telah dijual di toko kue.(*) 

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Papua Nyatakan Dukungan Agar Otsus Jilid II Dilanjutkan pada Peringatan Hari Pahlawan Menyadari bahwa sejarah perjuangan pahlawan nasional Republik Indonesia khususnya yang tercermin pada peristiwa 10 November 2020 patut dikenang dan diteladani sebagai upaya generasi muda Indonesia dalam menghormati para pejuang yang telah merebut bangsa ini dari zaman penjajah hingga nyawa mereka
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB

 

 

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia