KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Mati Surikah Aku ??? 24 Aug 2017 13:29 WIB

Sajak Kodok III 24 Aug 2017 13:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Kado Natal

 
SERBA SERBI

Kado Natal
Oleh : Yohanes | 24-Des-2008, 03:17:29 WIB

KabarIndonesia - Menjelang Natal banyak orang yang akan mendapatkan kado, tetapi tidak setiap kado bisa membahagiakan orang yang menerimanya. Walaupun mungkin bungkus dan paketnya indah sekali, tetapi sayangnya hanya itulah yang pertama kali bisa kita lihat, ialah bagian luarnya saja, setelah kita buka baru kita bisa mengetahui isinya. Sebagaimana kisah di bawah ini yang terjadi di bulan Desember.
Beberapa hari sebelum Natal, seorang ibu merasa telah mendapat kado yang terindah selama hidupnya. Betapa tidak, ibu tersebut telah menerima telegram dari anaknya yang selama ini diduga telah mati di medan perang.

"Huuu..uuura!" Teriakan gembira dari seorang ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah bertahun-tahun
menghilang, apalagi puteranya itu adalah anak satu–satunya.

Maklumlah anak tersebut ditugaskan pergi ke medan perang di Vietnam empat tahun yang lampau, dan sejak tiga tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tersebut, sehingga mereka menduga bahwa anaknya gugur di medan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan ibu tersebut. Dalam telegram itu tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.

Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya direncanakan akan diadakan pesta khusus untuk menyambut kedatangan puteranya, yang mana seluruh anggota keluarga maupun rekan–rekan bisnis dari suaminya turut diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang cukup terkenal di manca negara.

Siang harinya si ibu menerima telepon dari anaknya yang ternyata telah tiba di airport.

Anak : "Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya ?"
Ibu: "Oh... sudah tentu, rumah kita cukup besar, dan kamar pun cukup banyak. Ajak saja temanmu itu, tidak usah sungkan, nak, bawalah dia ke rumah."
Anak: "Tetapi kawan saya adalah seorang cacat, ia korban perang di Vietnam."
Ibu: "Oooh tidak jadi masalah. Bolehkah ibu tahu bagian mana yang cacat?"  nada suaranya terdengar agak menurun
Anak: "Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya Bu!"

Si ibu dengan nada agak terpaksa, karena tidak ingin mengecewakan anaknya berkata: "Asal hanya untuk beberapa hari saja, ibu kira tidak jadi masalah."
Anak: "….tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama ibu, kawan saya itu wajahnya juga rusak, begitu pula dengan kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar. Maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya, ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur, melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!"

Dengan nada kecewa dan kesal ibunya berkata: "Naaa…ak lain kali saja kawanmu itu diundang ke rumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar ibu yang bayar nanti biaya penginapannya!"
Anak: "…tetapi ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!"
Ibu: "Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama, dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang-orang penting yang berkunjung ke rumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam khusus di mana hanya para VIP yang diundang ke rumah. Bahkan telah dikonfirmasi bahwa Menteri Perdagangan pun akan turut hadir, apa kata mereka nanti apabila mereka melihat tubuh yang cacat dan wajah yang rusak? Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita, bahkan jangan–jangan nanti bisa merusak citra bisnis usaha ayahmu."

Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya, telepon diputuskan dan ditutup begitu saja oleh si anak. Karena sang anak telpon dari telepon umum, maka ia tidak bisa dihubungi lagi oleh ibunya.

Beberapa jam kemudian, kedua orang tua dari kedua anak tersebut maupun para tamu menunggu hingga jauh malam kedatangan puteranya, tetapi sang anak tidak pulang juga. Ibunya mengira mungkin anaknya tersinggung dan marah karena temannya tidak boleh datang berkunjung ke rumah mereka.

Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit. Mereka diminta untuk segera datang ke sana guna mengindentifikasi mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam yang telah kehilangan tangan maupun kedua kakinya, dan wajahnya pun telah rusak karena terbakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tersebut adalah anak kandungnya sendiri! Rupanya karena ingin membela status dan nama baik, akhirnya mereka harus kehilangan putera tunggalnya!

Mungkin pembaca akan mencemoohkan orang tua dari anak tersebut dan menilainya kejam, karena mereka hanya mementingkan nama dan status saja. Tetapi, bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka ?

Apakah anda masih tetap mau berkawan
...dengan anak-anak jalanan?
...dengan orang cacat,
...yang bukan karena cacat tubuh saja?
... tetapi cacat mental,
...cacat status, cacat nama, atau
...cacat latar belakang kehidupannya?

Apakah anda masih tetap mau berkawan dengan orang
...yang jatuh miskin?
…yang kena penyakit AIDS?
...yang tidak punya rumah lagi?
…yang berlainan agama?
…pelacur?
...pemabuk?
...pecandu?

Renungkanlah jawabannya, karena hanya anda pribadi dan Sang Pencipta saja yang mengetahuinya! Pertanyaan terakhir : apakah anda bisa dan mau menerima kado yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada kita, entah itu baik atau tidak sambil mensyukurinya?



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berapa Jumlah Guru Yang Tersisa?! 24 Aug 2017 13:11 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia