KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Kapal dan Ratusan Penumpang Tenggelam di Perairan Simanindo-Tigaras, Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 19-Jun-2018, 04:08:18 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas tenggelamnya kapal penumpang bernama KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba tepatnya 500 meter menuju dermaga Tiga Ras, Simalungun, Senin (18/6) sore sekitar pukul 17.30 wib.

Hal ini disampaikan, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon melalui Kepala Bappeda, Rudi Siahaan, Senin (18/6) di Simanindo saat turut serta membantu mencari dan mengevakuasi para korban.

"Kami turut berbelasungkawa yang sedalam dalamnya atas peristiwa tersebut. Kami dari Pemerintah kabupaten Samosir akan terus membantu proses pencarian dan evakuasi para korban," ujarnya.

Informasi yang dihimpun media, lebih dari 100 orang penumpang dan sekitar 50 unit sepeda motor yang diangkut kapal tersebut dari pelabuhan Simanindo. Menurut warga, penumpang dan sepeda motor seperti itu diperkirakan sudah melebihi kapasitas daya angkut.

Peristiwa ini langsung menjadi viral di medsos seperti facebook, WA maupun radio komunikasi ORARI dan RAPI, hingga dalam waktu singkat mendapat respon. Petugas pengamanan, Ferry Sumut I-II yang sedang melintas, Tim Basarnas, Satpol Air, TNI dan Polri langsung membantu dan melakukan pencarian para korban.

Menurut salah seorang korban yang berhasil selamat, dan pengakuan beberapa warga yang ada disekitar perairan Tigaras, peristiwa yang mengenaskan tersebut terjadi saat kapal hendak tiba atau sekitar 200 meter jaraknya dari dermaga. Tiba tiba angin bertiup kencang dari arah tao Silalahi dan ombak besar menghantam seluruh bagian kiri kapal, airpun masuk ke geladak kapal.

Tidak berapa lama kapal pun oleng dan tali kemudinya putus hingga tidak dapat dikendalikan. Sebagian penumpang berhamburan melompat keluar dari kapal yang sudah oleng, mulai terbalik dan akhirnya tenggelam tak sempat diselamatkan dengan seluruh sepedamotor dan barang penumpang.

Hingga berita ini diturunkan sekitar pkl.21.00 wib, Tim gabungan bersama BPBD Samosir masih melakukan evakuasi/operasi penyelamatan korban yang berenang tak tentu arah.

Informasi yang diperoleh dari Tim yang bertugas sudah ada 14 orang yang selamat dan sudah dirawat di Puskesmas di Simarmata, Samosir. Empat korban dibawa ke RSU Hadrianus Sinaga, Pangururan dan 10 orang dirawat di Puskemas Simanindo. Ke 14 korban yang mendapat perawatan merupakan korban ringan dan ditemukan selamat. Sementara sebagian lagi dibawa ke rumah sakit Puskesmas Sipintuangin di Kabupaten Simalungun dan sisanya masih terus dilakukan pencarian.

Laporan investigasi sementara pihak kepolisian, keadaan kapal pada saat menyeberang :
1.Bahu kapal sebelah kanan dan kiri dipenuhi kendaraan roda dua penumpang, sekitar 50 unit lebih.
2.Sewa kapal ( penumpang ) kapal berada di tingkat dua dan tiga kapal.
3. Pada tingkat tiga kapal dipenuhi penumpang yang lebih kurang 100 orang penumpang ( lebih banyak dibandingkan pada tingkat dua )
4. Pada saat kapal di hantam ombak, kapal langsung miring ke kanan dan melempar penumpang yang ditingkat tiga kapal.
5. Pemilik kapal sekaligus nakhoda marga Sagala, penduduk Simanindo.

Sesuai dgn informasi yg diperoleh dari saksi (korban selamat)Hernando Lingga menyebutkan bahwa kapal yang mereka tumpangi telah berlayar sekitar 30 menit dari Simanindo menuju Tigaras. Disebutkannya, sesaat sebelum kejadian kapal oleng dan tenggelam, kapal sdh mulai dipenuhi oleh air (pd bagian bawah). Saat itu angin dan ombak sangat kencang dgn jumlah penumpang dan kendaraan roda dua sangat padat dan diperkirakan saksi lebih dari 100 org penumpang. Dia mengaku korban akan semakin banyak, karena didalam kapal terdapat banyak anak-anak.(*) 

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia