KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniMengingat dan Menyebut Nama Allah oleh : Syaiful Karim
16-Jan-2019, 16:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejak kecil saya mengalami konflik kognitif yang sangat luar biasa dalam menjalankan kehidupan beragama. Hal ini disebabkan banyaknya istilah-istilah yang banyak dipakai dalam kehidupan beragama sehari-hari yang sangat berbeda dengan dengan penalaran yang jujur. 

Padahal sejak kecil
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rumah 18 Jan 2019 09:43 WIB

Kitab Hidup 16 Jan 2019 09:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

Menjadi Wartawan Pilihan Hidupku

 
SERBA SERBI

Menjadi Wartawan Pilihan Hidupku
Oleh : Gati Susanto | 09-Nov-2018, 15:39:55 WIB

KabarIndonesia - Masih terngiang didalam ingatanku saat almarhum ayahku meminta aku harus menjadi seorang jurnali. Ketika itu aku duduk di kelas V Sekolah Dasar tepatnya tahun 1983. Mungkin pembaca sudah bisa menebak, aku pasti menolak permintaan ayahku. Namun tebakan itu salah, karena tanpa menunggu waktu lama aku langsung mengiakan permintaan ayahku. Mungkin saja ayahku tahu akan bakatku, makanya beliau memintaku untuk menjadi wartawan ketika lulus sekolah kelak.

Hari-hariku aku habiskan untuk belajar mendalami mata pelajaran yang menjadi favoritku yakni pelajaran bahasa Indonesia. Dalam perjalanan waktu, hari berganti hari, minggu berlalu dan bulan berjalan, akhirnya aku menamatkan sekolahku meski hanya sampai di tingkat SMA. Setelah tamat SMA aku sempat melamar pekerjaan mulai dari menjadi sales , karyawan pabrik bahkan menjadi staf di birokrasi pemerintahan. Namun semua itu belum mengantarkan aku menuju kesuksesan.

Ketika sudah muak dengan ketidak adilan, marah dengan kondisi zaman akhirnya aku memutuskan untuk menepati janjiku dengan ayahku.Tidak ada profesi lain yang pantas bagiku kecuali aku harus menjadi seorang jurnalis minimal aku menjadi penulis, pikirku dalam hati. Akhirnya aku berusaha mencari tahu ada lowongan pekerjaan yang mencari tenaga kerja untuk peliputan. Tepat pada tahun 2016 aku menyempatkan diri datang ke kota kabupaten yaitu ke Menggala. Disana aku membaca papan nama "Kantor Biro SKM Handal Lampung" akupun dengan rasa percaya diri memasuki kantor tersebut dan melamar menjadi wartawan.

Setelah diterima menjadi reporter dan mengantongi surat tugas sementara, aku akupun pamit pulang dengan penuh harapan. Dan esok harinya aku mulai melakukan tugasku yakni mencari informasi, merekam memakai handpone merek Siemens. Setelah sekian bulan aku menjadi jurnalis banyak merasakan pahit getir mencari informasi, dan ternyata menjadi Jurnalis bukanlah profesi yang mudah. Selain wajib mendapatkan informasi akurat, seorang jurnalis juga harus mampu menuliskan dan melaporkan semua fakta yang kudapatkan di lapangan dengan memenuhi kaidah bahasa.

Selain itu Jurnalis juga dituntut bekerja tanpa jam kerja yang jelas, sabar menunggu, dibawah tekanan deadline, dan harus tahan sabar serta memiliki nyali serta keberanian menghadapi nara sumber. Namun meskipun terkesan berat dan melelahkan, ternyata banyak keuntungan yang aku dapatkan berprofesi menjadi jurnalis. Sesuatu yang menjadi kebanggaanku sekarang adalah sebagai seorang jurnalis selalu mendapat informasi sebelum orang lain mengetahui, karena aku memiliki jaringan luas.

Dan ternyata menjadi Jurnalis aku memiliki banyak kenalan, termasuk para pejabat, petinggi negara, ahli hukum, selebriti, pemulung, dan bahkan pelaku kriminal, karena tugasku mewawancarai mereka untuk bahan berita. Yang lebih mengesankan adalah berteman dengan narasumber di luar jam kerja. Saat itulah  aku mendapat informasi off the record yang tidak mungkin aku siarkan, namun besar manfaatnya untuk latar belakang sebuah informasi. Yang lebih mengejutkan, aku kerap diundang ke suatu tempat untuk melakukan peliputan khusus, memberikan materi pelatihan, dan tentunya diperlakukan bak raja, termasuk bebas biaya akomodasi dan transportasi.

Menjadi jurnalis berarti akan mendapatkan informasi lebih dahulu dibanding orang lain, karena akulah yang bertugas memberi tahu kabar tersebut ke semua orang. Misalnya saat ada informasi kebakaran pasar yang menghanguskan seluruh kios dan toko, jurnalis akan terlebih dahulu tahu dari sumber resmi sehingga hasilnya tidak berupa gossip atau hoax.(*)        

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Haruskah Beragama? 18 Jan 2019 16:17 WIB

Adakah Sorga Dan Neraka 17 Jan 2019 17:30 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia