KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanBantu Upaya Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19, Joyday Hadir Mendukung Vaksinasi di Jakarta oleh : Wahyu Ari Wicaksono
21-Jun-2021, 12:29 WIB


 
 
KabarIndonesia - Grup Yili dan Green Asia Food Indonesia (GAFI), produsen es krim Joyday (Pemenang Brand Choice Award 2021) membagikan lebih dari 5.000 produk es krim sebagai bentuk insentif kepada para penduduk Jakarta agar bersedia divaksinasi. Es krim tersebut didistribusikan di
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Naik Haji, Festival Politik Muslim

 
SERBA SERBI

Naik Haji, Festival Politik Muslim
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 21-Des-2007, 07:50:59 WIB

KabarIndonesia - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad akan melaksanakan ibadat haji ke Mekkah sebagai tamu kerajaan. Ia merupakan Presiden Republik Islam Iran pertama, yang melaksanakan ibadat haji saat masih menjabat kepala negara.

Pekan lalu, di Bahrein, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates, berseru kepada negara-negara Teluk, agar bersikap tegas terhadap Iran. Namun, para politisi negara-negara tersebut sama sekali tidak berminat mengikuti politik garis keras Amerika.

Sadar akan dampak negatif akibat campur tangan Amerika di Irak, para politisi ini tidak mengharapkan petualangan baru di kawasan itu. Negara-negara Teluk lebih suka melakukan berbagai bentuk pendekatan terhadap Teheran. Dengan demikian, undangan resmi Kerajaan Arab Saudi kepada Mahmoud Ahmadinejad, bisa dianggap sebagai tanggapan terhadap seruan Gates.

Urusan Politik
Ibadah haji tahunan ke Mekkah yang dicampuri urusan politik bukanlah sesuatu yang baru. Setiap tahun lebih dari dua juta umat Islam menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Dengan demikian ibadah itu merupakan pertemuan terbesar bagi kaum muslim. Dalam sejarah Islam naik haji merupakan kesempatan penting bagi para kalifah, pemegang kekuasaan Islam, untuk menyampaikan sesuatu kepada rakyat.

Sesudah itu, dengan berdirinya banyak negara Islam yang seringkali bermusuhan, maka naik haji adalah kesempatan untuk membicarakan perselisihan yang ada.

Arab Saudi, tahu benar betapa pentingnya tempat-tempat suci yang dimilikinya itu untuk melakukan ibadah tersebut. Tapi karena kepentingan politik, negara-negara lain, terutama Iran, mengklaim naik haji bisa dilakukan di negara mereka.

Khomeini dan Khadafi
Ibadah haji yang dipolitisir mengakibatkan hubungan antara republik syiah Iran dan Kerajaan Arab Saudi mencapai titik terburuk. Pada tahun 1980an, di bawah pemerintahan Ayatullah Khomeini, Iran memutuskan setiap tahun menggelar demonstrasi pada acara naik haji menentang "kekuatan setan". Yang dimaksud adalah Amerika Serikat. Pada 1987 demonstrasi itu tidak terkendali dan mengakibatkan bentrokan dengan tentara Arab Saudi.

Peristiwa itu menewaskan 402 orang, sebagian besar warga Iran. Setelah itu Iran memboikot ibadah haji ke Mekkah. Baru pada 1991, jemaah haji Iran kembali muncul di Arab Saudi dan hal itu merupakan pertanda bahwa Iran dan Arab Saudi berupaya rujuk.

Iran bukanlah satu-satunya negara yang merecoki Arab Saudi. Libya juga tidak mau kalah. Libya membagikan buku hijau, buku yang mencantumkan doktrin-doktrin pemimpinnya Muamar Khadaffi. Arab Saudi menyatakan hal tersebut tidak pada tempatnya. Sebagai reaksi, pemimpin Libya mengirim para jemaah haji ke Yerusalem bukannya ke Mekkah.

Kaabah
Sebelum berlangsung puncak upacara haji, Selasa (18/12), dilakukan acara tradisional pergantian kain tutup Kaabah. Hal itu secara simbolis diikuti oleh raja Arab Saudi dan tamu-tamu penting lainnya. Mungkin Ahmadinejad merupakan pemimpin Iran pertama yang turut serta dalam acara pergantian kain Kaabah. Pertanyaannya sekarang adalah langkah balasan apa yang akan diambil Ahmadinejad untuk menenangkan negara-negara Teluk. Negara-negara ini jelas tidak suka sikap keras Amerika terhadap Iran, tetapi mereka juga prihatin dengan ambisi nuklir Iran.

Sumber berita/foto Radio Netherland Worldwide (Chaalan Charif)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB


 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia