KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 
 
SERBA SERBI

Rayuan Gombal vs Cinta Sejati
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 11-Okt-2019, 08:58:31 WIB

KabarIndonesia - Kasih sayang kloningan atau kasih sayang abal-abal mestinya bisa kita dapatkan di mana saja dan kapan saja. Maklum kata cinta itu sangat mudah dilontarkan. Namun cinta sejati (true love) yang berkelanjutan pasti sangat sulit mendapatkannya.Seiring dengan berjalannya waktu, bertambahnya usia dan kita telah menjadi tua, setiap orang makin membutuhkan rasa kasih sayang. Hanya saja pada saat kita membutuhkan rasa kasih tersebut, tidak ada seorang pun juga yang bersedia memberikannya. Padahal yang diharapkan tidaklah banyak, hanya sekedar memberikan sedikit waktu saja. Misalnya dengan menelpon ataupun berkunjung kepada orang yang kita kasihi.

Berapa banyak manusia di kolong langit ini yang mendambakan seperti jaman tempo doeloe lagi, masa masih belum ada Facebook atau pun Smart Phone. Ketika saat tersebut, kita masih sering datang untuk bersilahturahmi dengan saling bertemu dan mengunjungi satu dengan yang lain.

Kebalikannya pada saat Zaman Now ini, apabila Mang Ucup ingin melihat wajah cucu atau pun anak hanya bisa melalui Smartphone ataupun selfie mereka saja. Di sinilah cinta kasih seseorang akan diuji, pada saat mereka mengharapkan bukti dari ucapan “cinta dan kasih sayang” tersebut. Misalnya pada saat orang yang kita kasihi tersebut sudah pikun, kencing bahkan buang air di celana, apakah kita masih mau dan masih bisa memenuhi janji ucapan kasih kita kepada mereka.

Sehari, bahkan sebulan mungkin masih bisa “oce”, lalu bagaimana kalau harus mengurusnya selama bertahun-tahun? Apakah kita masih bisa dengan sabar dan penuh rasa kasih untuk melayaninya? Menguji bukti ucapan dari kata kasih ini pada suatu saat akan diajukan dengan sendirinya kepada kita, misalnya apabila pasangan hidup kita atau pun orang tua kita menderita sakit atau pun membutuhkan perawatan khusus?

Pada saat anak kita masih bayi, entah jam berapa pun juga kita selalu siap melayaninya menggantikan pempers dan celana mereka. Namun kebalikannya apabila saya sudah tua, apakah mereka juga mau melakukan hal yang sama terhadap diri saya?

Adalah sebuah kenyataan, bila banyak hubungan antara orang tua dan anak menjadi jauh. Itu terjadi pada saat sang anak harus membantu orang tuanya, dan di sanalah kata KASIH sudah berubah menjadi KEWAJIBAN. Misalnya memberikan bantuan uang setiap bulan secara rutin atau pun mengunjungi mereka setiap akhir pekan. Boleh jadi, anak-anak menjadi bosan untuk mendengar ocehan dan keluhan yang sama dari orang tua mereka, karena pembicaraannya udah ‘kagak’ nyambung lagi.


Dalam situasi inilah, mungkin satu-satunya yang masih bisa menghibur kita adalah seorang SAHABAT. Sahabat bisa mengasihi kita tanpa pamrih, karena usia kita sebaya, jadi apa pun yang kita ceritakan tidak akan mebosankan dia, karena pembicaraannya NYAMBUNG.
Suatu hari anak-anak dan cucu-cucu kita akan melihat foto-foto sahabat ketika masa kecil/remaja kita dan bertanya: “Siapa mereka semua itu?” Dengan tersenyum dan air mata yang tidak kelihatan, karena hati ini terusik dan kata yang sayu, saya akan menjawab: “Dengan merekalah ada hari-hari yang tak terlupakan dan paling indah dan tak terlupakan di dalam kehidupan saya.” (Penulis: Mang Ucup) 

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia