KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAktifnya Aliran Massa Udara Basah, Picu Cuaca Ekstrim Sejumlah Wilayah Indonesia oleh : Rohmah S
26-Apr-2018, 10:54 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kejadian cuaca ekstrem di beberapa daerah seperti hujan disertai puting beliung di Jogjakarta dan Minahasa, banjir di Cilegon dan Bumi Ayu pada saat musim peralihan dari penghujan menuju kemarau menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat, berikut penjelasan Drs.
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ibu 25 Apr 2018 16:27 WIB

Pemimpin 01 Mar 2018 12:42 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Seorang Kakek dari Pacitan Antar Bingkisan ke Pengungsi Longsor Ponorogo dengan Sepeda Gunung

 
SERBA SERBI

Seorang Kakek dari Pacitan Antar Bingkisan ke Pengungsi Longsor Ponorogo dengan Sepeda Gunung
Oleh : Muh Nurcholis | 18-Apr-2017, 12:22:21 WIB

KabarIndonesia - Ada yang menarik dari lokasi pengungsian korban tanah longsor Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pasalnya, diantara para pengungsi yang berada di sekitar rumah Kepala Desa Banaran, Sarnu tiba-tiba muncul sosok kakek tua mengendarai sepeda gunung ke lokasi pengungsian yang berada di lereng pegunungan tersebut.

Dialah Aris Widodo (77 th) warga Desa Krajan, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Pria beruban tersebut rela mengayuh sepeda gunung warna merah ratusan kilometer hanya ingin bersilaturahmi dengan para korban longsor Desa Banaran. "Saya mengendarai sepeda gunung ini ingin berkunjung lokasi longsor dan menemui saudara kita yang lagi dirundung duka musibah," aku Aris Widodo.

Sosok kakek tua Aris ini tahun lalu pernah mengayuh sepeda dari Pacitan menuju Kabupaten Banyuwangi, yang jaraknya mencapai 500 Kilometer. Sebelumnya Aris juga pernah keliling Nusantara. "Kami juga pernah keliling dunia beberapa tahun lalu," paparnya.
Sedangkan Babe Orie warga Bogor, Jawa Barat, seorang relawan di lokasi tanah longsor mengaku kaget melihat Aris Widodo sampai ke lokasi pengungsian.

"Sempat kami dorong tadi sepedanya karena tanjakannya cukup terjal," kata Babe Orie. Dia mengaku pernah melihat Aris diwawancarai Dedy Corbuzier dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi. "Biar tua tetapi fisik kakek Aris luar biasa, mampu mengayuh sepeda di pegunungan," ujar Babe Orie.

Sementara itu Marfuad, relawan asal Magetan berharap masyarakat meneladani semangat dan tekad kakek Aris demi kemanusian, Kakek Aris rela mengayuh sepeda gunung beberapa jam tak kenal lelah. "Luar biasa lagi kakek Aris juga memberi bantuan bingkisan dari pribadinya untuk warga yang sedang kesusahan di Desa Banaran karena longsor ini," ungkap Marfuad.*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Pelari Indonesia Pertama di FWD North Pole Marathon 2018 Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani (kiri) sedang memberikan jaket FWD Life kepada Pelari Maraton Indonesia, Fedi Fianto (kanan) sebagai simbol FWD Life resmi melepas Fedi sebelum keberangkatannya ke Kutub Utara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pengabdian Tentara di Pojok Desa 10 Apr 2018 14:27 WIB

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia