KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Seorang Tamu Tak Diundang di Malam Natal

 
SERBA SERBI

Seorang Tamu Tak Diundang di Malam Natal
Oleh : Fida Abbott | 25-Des-2008, 01:45:23 WIB

KabarIndonesia - Badanku masih terasa hangat.  Suara batuk terkadang masih terdengar berkali-kali.  Aku yakin pasti suara batukku mengganggu yang lainnya.  Untunglah hidungku sudah terasa lebih baik setelah beberapa hari sebelumnya susah bernafas karena serangan pilek yang terhebat yang pernah aku alami seumur hidupku.  Bernafas pun rasanya susah luar biasa karena hidung tersumbat.  Dua hari sudah aku full istirahat karena sudah tidak mampu lagi menahan flu yang sedang menyerang saat itu.  Bersyukur saat malam Natal kondisiku sudah mulai membaik dan dapat melakukan aktifitas harian mengurus urusan rumah tangga, terutama memasak.

Seluruh anggota keluarga telah berkumpul.  Rasanya senang sekali bila semua anggota secara lengkap berkumpul bersama di malam Natal.  Aku pun yang beberapa hari tergeletak di tempat tidur, malam itu pun dapat menyempatkan diri bergabung di ruang tamu bersama suami dan anak-anak meskipun kondisi tubuhku masih belum 100% sehat.

Saat semua anggota keluarga sedang asyik menonton acara TV, tiba-tiba malam itu pintu rumah diketuk oleh seseorang.  Tentu saja semua yang berada di ruang tamu yang tadinya cukup ramai menjadi diam seketika.  Serentak semuanya melihat jam dinding yang hampir menunjukkan pukul sembilan malam.  Kami semua saling berpandangan, saling bertanya kira-kira siapa gerangan orang yang baru saja mengetuk pintu itu.  Tidak biasanya di malam hari apalagi menjelang malam natal kami menerima seorang tamu, apalagi cuaca dingin di luar yang berkisar sekitar nol derajat Celsius, atau bahkan hingga minus.  Kalaupun ada rekan yang akan berkunjung, pasti mereka akan menelepon terlebih dahulu memastikan kedatangannya.

Akhirnya sang suami pun mengambil langkah menuju ke pintu yang diikuti oleh semua mata kami memandang tanpa ada yang bersuara.  Rasanya penasaran, siapakah tamu tersebut?  Setelah pintu terbuka, aku melihat wajah suamiku tersenyum dan terdengar suara seorang wanita di luar sana.  Dipersilahkanlah si tamu itu masuk.  Saat aku melihatnya, hatiku pun lega, ternyata tetangga sebelah rumah.  Aku pun tertawa, sambil menceritakan sedikit kekhawatiran kami siapa gerangan yang mengetuk pintu.

Dia tersenyum sambil mengucapkan, "Selamat Natal," sambil menyerahkan sebuah kado natal yang ditujukan kepadaku.  Aku sempat tercengang, tak bersuara, demikian juga sang suami dan anak-anak.  Setahun yang lalu kami baru pindah di rumah baru tersebut dan hanya kenal tidak lebih dari  beberapa tetangga terutama tetangga di sebelah dan depan rumah.  Mendapatkan kejutan seperti itu pun adalah maklum, karena tetangga sebelah rumah itu adalah seorang muslim berasal dari Iran yang putra-putrinya lahir di AS.  Kami hanya bertemu beberapa kali dan saling bertegur sapa dan bercerita beberapa hal yang menarik saat aku berada di luar rumah atau saat mengurus tanaman-tanamanku.

Jadilah malam natal itu yang terindah yang pernah aku rasakan setelah kepindahan rumah kami.  Dia mengatakan bahwa seorang putrinya pun datang dari California.  Saat aku mengatakan ingin melihatnya suatu saat nanti, ternyata dengan sigap ia mengambil inisiatif untuk kembali ke rumahnya dan membawa putrinya ke rumah untuk diperkenalkan kepada kami seisi rumah.  Malam itu terlibatlah kami semua dengan percakapan yang sangat seru dan mengesankan.  Meskipun hanya sekitar 15 menit kedatangannya, tetapi kesan mendalam yang tersirat dari kejutan tersebut akan selalu aku kenang.

Sehari sebelum Tahun Baru tiba, aku mengatakan kepada suamiku, bahwa aku akan mengantarkan sebuah kue buatanku sendiri, kue tradisional Indonesia dan sebuah botol markisa yang kuorder online kepada tetangga sebelah rumahku.  Meskipun aku masih belum sehat betul, aku paksakan keluar rumah untuk mengantarkan kue dan sebotol markisa itu.  Kubalut tubuhku dengan mantel dan jaket yang tebal.  Suamiku pun berpesan agar aku segera cepat pulang karena dia mengetahui badanku yang masih belum sehat benar.  Aku mengiyakan.

Di depan pintu rumahnya, aku pencet tombol belnya, dan tak lama tetanggaku membukakan pintu.  Betapa terkejutnya aku saat sekali menapakkan kakiku ke rumahnya, tepat di sebelah kananku berdiri sebuah pohon Natal yang menjulang hingga hampir menyentuh atap.  Begitu cantik, secantik pohon Natal di rumahku.  Aku berdiri tanpa bersuara, tertegun, tak menyadari bahwa aku telah beberapa detik berdiri di sana sambil memandang pohon Natal itu.  Akhirnya suaranya pun menyadarkanku.  Aku tersipu dan tanpa aku lewatkan saat itu, langsung kutanyakan mengenai pohon Natal itu.  Betapa terkejutnya aku mendengar ceritanya.  Dia berkata bahwa dia dan masyarakat Iran menghormati Isa sebagai seorang Nabi, untuk itulah mereka menghormati Natal.  Pohon Natal hanyalah sebuah simbol akan penghormatan itu.  Mereka juga melakukan saling bertukar kado sesama anggota keluarga.  Budaya ini telah berlangsung sekian lama, dari mulai si anak-anaknya bersekolah dan saat Natal tiba, semua teman-temannya saling berbagi kado Natal.  Dia merasakan kasihan bila anak-anaknya tidak melakukan hal yang sama, sementara anak-anak lainnya mendapatkan kado Natal dari orang tuanya, dan anak-anaknya tidak.  Maka sejak saat itulah dia membelikan kado-kado sederhana yang membuat anak-anaknya ikut merasakan kebahagiaan saat Natal tiba.  Ternyata budaya itu berlangsung terus hingga mereka beranjak dewasa.

Air mataku rasanya mau menetes, tetapi aku dengan keras menahannya agar tidak jatuh.  Kalau saat itu aku memiliki sayap, rasanya ingin aku membawanya terbang jauh melewati samudra menjadi sebuah saksi untuk masyarakat Indonesia bahwa menghormati sesama adalah keindahan.  Tidak harus memasang pohon Natal atau melakukan hal-hal lainnya yang bersifat kristiani, tetapi lebih terutama menunjukkan bagaimana sikap kita untuk saling menghormati suatu perbedaan dan menjunjung toleransi beragama yang tinggi.  Jangan ada gontok-gontokan lagi antar agama ataupun ras, jangan ada lagi terdengar ada gereja-gereja yang dibakar dan jemaatnya diserbu, bahkan pendetanya dibunuh.  Kita sepatutnya saling menghargai dan menghormati antar berbagai agama ataupun ras. Bersatu itu indah, jangan tercerai-berai.

Aku sudah tak tahan lagi menceritakan hal itu kepada suamiku saat pulang ke rumah.  Aku berterima kasih memiliki seorang tetangga seperti dia.  Suamiku berkata kepadaku, "I am happy if you are happy."

Selamat Natal 2008


Coatesville, kenangan Natal 2007  


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia