KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.

Bicara.co yang
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 
 
SERBA SERBI

Siapa Bilang Jadi Wartawan Tak Bisa Kaya? (3)
Oleh : Muhammad Subhan | 13-Jan-2008, 21:59:24 WIB

KabarIndonesia - Dideskreditkan sebagai wartawan yang berpenghasilan rendah? Santai sajalah dan cobalah anda mencari celah untuk menambah-nambah penghasilan dengan kemampuan Anda sebagai wartawan. Kuncinya, di mana ada kemauan di sana ada jalan. Tapi sekali lagi, jangan coba-coba menggadaikan harga diri!

Santai Tapi Pasti

Ada ungkapan yang mengatakan, kalau anda bekerja sebagai pedagang, anda baru melihat dunia ini setengahnya saja. Tapi jika Anda bekerja sebagai seorang wartawan, anda telah membuka jendela dunia ini 99 persen dan tinggal membuka satu persennya lagi untuk melengkapi kesempurnaan hidup anda. Artinya, seorang pedagang hanya mengetahui seputar dunia usahanya saja, buka dan tutup warung, tapi bagi wartawan ia banyak mengetahui tentang informasi apa saja. Apalagi kecanggihan teknologi informasi dewasa ini yang dikuasai setiap wartawan, dalam hitungan menit dan detik ia dapat mengetahui berbagai kejadian yang ada di belahan bumi sana.

Oya, keuntungan anda memilih hidup menjadi wartawan hari ini cukup banyak. Percaya tidak, dengan profesi anda sebagai wartawan anda dapat bertemu dengan banyak orang. Orang model apa yang anda inginkan anda bisa bertemu mereka hanya dengan menunjukkan identitas anda sebagai wartawan dan apa kepentingan anda menemui mereka.

Anda wartawan? Anda berpeluang berbicara, makan, minum bahkan satu penginapan dengan presiden yang selama ini anda dengar beritanya di televisi. Bayangkan, andai saja anda berprofesi sebagai tukang becak, sampai kiamat anda bermimpi akan bisa dengan mudah bertemu presiden apalagi berbicara dengannya.

Jadi tak salah kalau anda harus bersyukur telah memilih profesi wartawan hari ini. Dunia anda adalah dunia yang tidak dimiliki profesi lainnya. Mulai presiden, gubernur, bupati, walikota, camat, lurah hingga tukang sapu sekali pun anda bisa bercengkrama dengan mereka, menulis berita mereka dan mempublikasikannya untuk pembaca media anda. Lalu kenapa anda harus bersedih karena anda bergaji rendah?

Anda juga mungkin tidak pernah membayangkan dalam hidup anda bisa menjejakkan kaki di kota-kota besar di Indonesia bahkan menyinggahi negara-negara di berbagai belahan dunia hanya karena anda seorang wartawan. Andai anda adalah seorang pelayan toko, sampai kiamat anda tak pernah mampir ke daerah-daerah yang belum pernah anda kunjungi apalagi ke luar negeri yang tiket pesawatnya saja jutaan rupiah banyaknya. Siapa yang membawa anda bisa sampai ke Bali, Lombok, Makassar, Aceh, Irian Jaya, Malaysia, Vietnam, Kamboja, India, Srilangka, Amerika, Inggris, Jerman dan negara-negara lainnya di dunia kalau bukan karena anda mendapat kesempatan ke sana disebabkan anda seorang wartawan?

Anda dibawa jalan-jalan mendampingi presiden dalam kunjungan kerjanya ke luar negeri, anda dibawa meliput event wisata Malaysia bersama gubernur, anda dibawa kunjungan kerja anggota DPRD di kota anda ke daerah-daerah di luar provinsi anda, bahkan tak jarang, instansi-instansi vital lainnya di kota anda juga mengundang media anda mendampingi acara-acara mereka ke luar daerah dan kantor anda memilih anda sebagai wartawan yang ditugaskan untuk kegiatan itu. Dan, berangkatlah anda bersama mereka dengan sejumlah fasilitas ‘wah' yang anda nikmati sebagaimana mereka nikmati juga karena telah membawa anda.

Itu adalah sebagian keuntungan anda menjadi wartawan. Sekali lagi, jika anda memilih profesi lain di luar profesi wartawan, mungkin sangat langka anda mendapatkan kesempatan-kesempatan emas seperti itu.

Lalu, selain berkesempatan jalan-jalan keluar daerah anda juga berkesempatan menambah ilmu karena setiap hari anda disuguhkan dengan puluhan kosa kata baru. Pemahaman anda akan pengetahuan terus bertambah karena anda membaca, membaca, membaca lalu melihat, mendengar dan menulis. Anda menjadi makhluk yang benar-benar terasah fisik, mental, kejiwaan bahkan spiritual anda sebagai manusia. Tak salah kalau ada yang mengatakan profesi wartawan adalah profesi yang luar biasa. Meski anda telah menyandang gelar kesarjanaan di almamater anda, setiap hari anda menjadi ‘seorang mahasiswa' yang terus belajar tentang berbagai persoalan.

Oya, jangan cemas jika anda bukan seorang sarjana. Namun anda akan menjadi ‘sarjana' tanpa harus duduk di bangku kuliah. Tentu saja sarjana tanpa ijazah namun ilmu yang anda dapatkan dari profesi anda sebagai wartawan melebihi ilmu mereka yang telah menyandang gelar sarjana. Tidak percaya? Teman anda adalah sarjana peternakan di almamaternya, dan anda hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bisakah anda menulis tentang dunia peternakan sementara anda tidak pernah menjadi mahasiswa peternakan? Jawabannya bisa! Karena anda bisa belajar secara otodidak untuk mempelajari berbagai ilmu tentang peternakan bahkan mendalaminya secara khusus tanpa harus anda kuliah di perguruan tinggi.
 
Berbagai layanan informasi di internet bisa memberikan kebutuhan-kebutuhan bahan bacaan anda tentang ilmu peternakan. Anda juga bisa mendaftar jadi anggota perpustakaan daerah di kota anda dan meminjam buku-buku tentang peternakan itu. Anda pun menjadi seorang yang sangat matang dengan ilmu baru anda itu. Bahkan, ilmu-ilmu lainnya bisa anda pelajari secara otodidak juga, seperti kesehatan, astronomi, fisika, biologi, bahasa asing, bahkan kajian-kajian tentang ilmu keagamaan. Wah, anda adalah ‘sarjana' yang complete bidang keilmuannya. Lalu kenapa anda sedih karena anda digaji rendah di kantor anda?

Hmm
, masih ada lagi keuntungan yang anda peroleh dengan memilih hidup menjadi seorang wartawan. Tadi, saya ulangi lagi, anda telah berkesempatan menjelajahi dunia, bertambah wawasan, dan sekarang anda berpeluang punya banyak teman. Siapa pun orang atau nara sumber yang anda temui setiap hari adalah teman-teman baru anda. Anda menjadi psikolog yang memahami karakter banyak orang. Dan, anda juga berkesempatan membentuk jaringan teman-teman anda yang bisa memberi peluang anda memiliki banyak relasi untuk menunjang kesuksesan karir anda. Untuk itu, setiap hari, setiap kali anda bertemu dengan banyak orang, jangan pernah anda lewatkan kesempatan untuk mengabadikan identitasnya.

Siapkan kertas, tulis nama lengkapnya, minta alamat dan nomor teleponnya dan sampaikan pujian bahwa anda senang berkenalan dengannya. Yakinlah, jika hari ini anda belum membutuhkannya, dengan adanya relasi baru anda itu, anda akan mencarinya suatu hari kelak. Jangan pernah buang-buang kesempatan untuk membentuk jaringan kerja anda. Sebab kesuksesan anda tidak hanya ditentukan oleh diri anda sendiri. Orang-orang di sekitar anda, nanti, ikut mengantarkan anda ke tangga kesuksesan itu.

Saya punya cerita yang menggugah. Tentang teman saya juga. Suatu kali dia berkata bahwa ia ingin menikah. Namun persoalannya dia tidak punya cukup uang untuk memenuhi cita-citanya menyunting seorang gadis pujaan hatinya. Dia sudah berusaha mencari tambahan modal nikah dengan meminta kebaikan hati pimpinan kantor medianya namun ternyata gajinya memang sangat kecil dan diragukan bisa mengembalikan pinjaman. Ia kecewa. Ia ingin pasrah, tapi ia ingat masa depannya bukan ditentukan oleh pimpinan kantornya. Ia sadar dia adalah seorang wartawan ‘kecil' yang gajinya juga ‘kecil-kecilan'.

Tapi suatu hari, menjelang hari H pernikahannya. Tanpa sengaja ia membuka-buka nomor telepon orang-orang yang dekat dengannya. Matanya tertuju pada sebuah nomor dan nama. Melihat nama itu, ia ingat pada suatu janji yang pernah diucapkan pemilik nama itu terhadapnya. "Saya senang bersahabat dengan anda. Suatu saat, jika anda membutuhkan bantuan saya, jangan pernah enggan menghubungi saya." Hmm. Mata teman saya itu berbinar. Rasanya bintang keberuntungannya jatuh ketika ia sedang bimbang karena ketiadaan uang. Puji syukur ia panjatkan pada Tuhan yang tampaknya selalu memberinya jalan ketika ia merasa telah menempuh jalan buntu.

Tak lama kemudian, ia pun menulis pesan singkat di telepon genggamnya. Intinya, ia memohon bantuan agar dipinjamkan uang untuk menambah biaya nikah. Sekali lagi, dia meminjam, bukan meminta apalagi mengancam seperti dilakukan sebagian oknum wartawan yang menjual harga dirinya sebagai wartawan. Konsekunsi meminjam, pada suatu hari yang dinjanjikan, dia wajib mengembalikan uang pinjamannya.

Hmm
. Kata berjawab, gayung bersambut. Tak lama kemudian, telepon genggamnya itu berdering. Temannya itu pun membalas pesannya dan mengabulkan permintaannya. Ia diminta mengirimkan nomor rekening bank dan hari itu juga uang yang dia pinjam ditransfer ke rekeningnya.

Sekali lagi, puji syukur kepada Tuhan yang memberikannya jalan yang baik tanpa harus menggadaikan harga dirinya sebagai wartawan. Akhirnya dia menikah, dan ketika ia telah mendapatkan tiga orang anak dari hasil pernikahannya itu, ia tetap menjadi seorang wartawan. Wartawan sejati dan punya segudang relasi.

Bagaimana dengan anda? Apa yang anda lakukan ketika anda dihadapi dengan masalah sementara gaji yang anda terima sangat kecil di media tempat anda bekerja? Adakah cara terbaik yang anda lakukan tanpa harus menakut-nakuti pejabat dengan kartu pers anda karena anda seorang wartawan? Apakah harus anda peras orang karena anda sangat butuh banyak uang?

Santai sajalah. Santai tapi pasti. Jangan sekali-kali anda melacurkan diri sebagai wartawan. Jaga nama baik anda sebagai wartawan. Jaga nama besar media anda. Jaga anak istri anda dari makanan yang haram karena uang yang anda dapatkan akan menjadi darah daging buat anda, istri dan keturunan-keturunan anda kelak. (bersambung)


Ikutilah Lomba Menulis Surat Cinta!!!
Blog: http://www.lomba-suratcinta.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ekspedisi NKRI Gelar Nikah Massal 20 Okt 2017 05:37 WIB

 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia