|
|
|
| |
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap selengkapnya....
|
|
|

SERBA SERBI
Surat Kematianku
Oleh : Henny Listyowati | 19-Apr-2009, 10:57:48 WIB
|
KabarIndonesia - Setiap manusia pasti akan berhadapan dengan kematian, demikian pula dengan aku. Ketika aku bertemu dengan beberapa penderita AIDS dan ngobrol dengan mereka, aku kagum dengan ketabahan dan ketegaran yang mereka miliki dalam menerima dan menghadapi kondisi kesehatannya.
Shock, itu reaksi pertama yang dirasakan ketika mereka mengetahui virus yang membahayakan itu. Selanjutnya berbagai perasaan dan perilaku yang mengaduk hati dan pikiran mereka. Tetapi satu hal yang pasti, virus itu berkembang sedikit demi sedikit menggerogoti sistem kekebalan tubuh dan akhirnya kematian adalah ujung penderitaan mereka.
Bagaimana jika aku yang mengalami hal itu? Apa yang akan aku lakukan untuk mengisi waktuku menunggu kematian yang sudah menghadang di depan? Itu yang memenuhi pikiranku sepulang bertemu dengan orang-orang berhati tegar itu. Ya, apa yang akan aku lakukan? Aku merenung semalaman di kamar, mengamati keadaan kamarku yang cukup berantakan, beberapa pakaian kotor teronggok di sudut kamar, dan buku-buku serta kertas kerja yang bersebaran di meja kerja.
Aku segera membuka komputer dan mulai menuliskan kegelisahan hatiku. Waktuku tidak lama lagi, aku ingin memberitahu kepada kedua orang tuaku betapa aku berterima kasih karena mereka sudah mengasuh, mendidik, dan membesarkanku. Aku teringat cerita eyang putri bahwa aku dilahirkan dengan perjuangan yang sangat berat, mama harus istirahat total setelah aku lahir. Sebuah surat cinta untuk papa-mama harus aku tuliskan sebagai ungkapan terima kasih dan cintaku kepada mereka.
Papa-mama yang aku kasihi, sungguh aku berterima kasih karena aku telah dilahirkan ke dunia ini. Mengasuh dan membesarkan seorang anak tidaklah mudah, namun papa-mama telah membesarkan kami bertiga dengan baik. Itu terbukti bahwa kami saat ini tumbuh menjadi orang-orang yang bisa mandiri. Terutama bagiku, cinta kasih kalian aku rasakan ketika mama menjemputku di sekolah dalam kondisi hujan deras sambil menggendong Yoyok, bersusah payah menelusuri jalan becek menuju sekolah.
Aku melihat cinta dalam mata mama meski mama lelah seharian bekerja membuat rumah menjadi nyaman, dan perut kami kenyang oleh masakan mama. Aku juga melihat cinta dalam kemarahan papa, ketika aku terlambat pulang sekolah karena aku lupa waktu bermain dengan teman-teman. Aku melihat cinta papa-mama, ketika aku mengikuti kegiatan sekolah perjalanan napak tilas, semalaman kalian tidak tidur menungguku.
Surat ini tidak akan cukup untuk menuliskan satu per satu semua cinta yang sudah diberikan, yang terpenting adalah aku bangga menjadi anak papa-mama, aku mencintai kalian sepenuh jiwaku, dan aku akan mengenang cinta kalian meski aku sudah terbaring di sisi Tuhan. Terima kasih untuk cinta kalian. Hal lain yang aku pikirkan adalah menulis surat cinta untuk kedua adikku, Yoyok dan Yuni. Aku ingin mereka juga tahu bahwa aku mencintai mereka, meskipun kadang terjadi pertengkaran di antara kita.
Untuk Yoyok dan Yuni, kalian tahu bahwa waktuku sudah tidak lama lagi, surat ini aku tuliskan sebagai kenangan akan aku. Aku tahu betapa kalian berjuang keras mencapai cita-cita. Aku tidak dapat mendampingi, memberikan semangat dan dorongan ketika kalian mulai dilanda putus asa, tapi percayalah aku selalu mendukung semua yang kalian lakukan untuk mencapai tujuan hidup yang sudah kalian rencanakan.
Untuk Yoyok, aku akan memberikan seluruh tabungan yang sudah aku kumpulkan selama aku bekerja, dana itu rencananya akan aku pakai untuk mewujudkan impianku membangun sebuah sekolah taman kanak-kanak, namun aku tahu bahwa impianku itu tidak bisa aku wujudkan karena Tuhan mempunyai rencana lain. Pakailah dana itu mewujudkan cita-citamu menjadi pengacara, semoga kamu bisa merasakan bahwa aku selalu ada di sampingmu untuk memberikan semangat mencapai asamu.
Untuk Yuni, aku menghargai keputusanmu menjadi seorang penulis, dan aku tahu betapa beratnya merintis karir menjadi penulis profesional, tapi aku percaya kamu memiliki ketekunan untuk mencapai cita-cita itu. Yuni, aku tidak memiliki apapun kecuali koleksi buku-buku dan sebuah notebook, aku memberikannya untukmu. Aku berharap koleksi buku yang aku miliki dapat menambah referensi yang kamu butuhkan untuk menulis. Notebook ini aku berikan juga sebagai kenangan bahwa aku mendampingimu setiap saat ketika kamu sedang menuangkan semua ide ke dalam tulisan.
Kalian berdua adalah orang-orang yang aku cintai, dan aku bangga mempunyai saudara seperti kalian. Aku juga bangga menjadi kakak. Meski aku sudah tidak bersama-sama kalian, percayalah bahwa aku akan mengenang kalian ketika aku berada di sisi Tuhan. Aku mencintai kalian dengan sepenuh hati. Terima kasih karena kalian sudah menjadi adik-adik yang baik untukku.
Sebelum menutup notebook, aku membaca kembali tulisan 'surat cinta' itu aku tersenyum puas membacanya. Kembali aku mengamati kamarku sambil menutup notebook. Aku mulai merapikan buku dan kertas kerja yang berserakan di atas meja. Aku menghampiri onggokan pakaian kotor dan mulai melipatnya dengan rapi lalu menyimpannya dalam keranjang pakaian kotor yang sudah disediakan.
Semua kegiatan itu aku lakukan sambil mengucap syukur bahwa aku masih diberikan kesempatan untuk mengisi waktu dalam hidupku dengan kegiatan yang berguna, dimulai dari hal yang kecil, merapikan kamar tidurku. Terima kasih Tuhan, Kau masih mengasihiku. (*)
Sumber foto : Google Image
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|