KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRupiah Terpuruk, SBY Optimis Jokowi Mampu Temukan Solusi oleh : Wahyu Ari Wicaksono
18-Des-2014, 08:24 WIB


 
 
Rupiah Terpuruk, SBY Optimis Jokowi Mampu Temukan Solusi
KabarIndonesia - "Saya tetap mengikuti perkembangan situasi di tanah air, termasuk terjadinya gejolak ekonomi akibat jatuhnya nilai rupiah akhir-akhir ini. Saya juga mencermati perbincangan masyarakat terhadap persoalan ekonomi terkini, termasuk sejumlah pernyaatan pihak pemerintah.Memang yang paling mudah adalah mencari "kambing
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kesetiaan 17 Des 2014 19:05 WIB

Ratapan Anak Manusia Papua 17 Des 2014 19:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Wanita Paling Berharga 18 Des 2014 19:54 WIB


 

Poso, Mematikan Bara Api yang Masih Menyala

 
NASIONAL

Poso, Mematikan Bara Api yang Masih Menyala
Oleh : Jafar G Bua | 27-Jan-2007, 12:43:30 WIB

Poso seperti diciptakan Tuhan tidak dengan senyum. Setiap hari ada saja kabar yang membuat miris hati. Setiap waktu ada lagi yang mati. Entah karena timah panas yang terlontar dari senapan Polisi atau kelompok bersenjata, entah pula karena sebongkah bom yang merenggut nyawa. Kekerasan demi kekerasan di Poso seperti benang kusut yang sulit diurai.

Senin (22/1). Matahari belum lagi naik sepenggalah dari ufuk timur. Pagi masih dalam ketenangan, namun tiba-tiba salakan senjata memecahnya. Ratusan Polisi bersenjata lengkap, berompi antipeluru dan berkendaraan lapis baja menyerbu persembunyian kelompok bersenjata di kawasan Tanah Runtuh, Kelurahan Gebangrejo, Poso Kota, Sulawesi Tengah.

Bau wangi pagi pun berganti amis darah. Seorang Polisi tewas Rony Iskandar namanya. Perwira dari Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat itu meregang nyawa akibat tembakan di batok kepalanya. Lalu tujuh anggota Polisi lainnya luka-luka. Yang tragis, 13 warga Gebangrejo yang diidentifikasi sebagai bagian dari kelompok bersenjata yang menyerang Polisi tewas ditembak.

Dari situlah cerita kekerasan kemudian mengalir lagi di Poso. Lebih dari 20 orang warga ditangkap dan disiksa Polisi, lalu kemudian dibebaskan dengan wajah dan tubuh biru lebam. Mereka rupanya korban salah tangkap Polisi. Lalu sejumlah rumah pun hancur dan berlubang-lubang dindingnya dihantam tembakan.

Lalu gerangan apa sesudahnya? Erni, salah seorang pedagang di Pasar Sentral Poso mengaku ketar-ketir jika suasana Poso seperti itu.

“Seperti perang saja rasanya ketika itu. Saya jadi ingat ketika kerusuhan dulu. Tapi beda dengan yang dulu. Ini adalah warga yang melawan Polisi,” kata dia.

Erni berharap kondisi Poso menjadi benar-benar pulih. Tidak ada lagi darah, tidak ada lagi air mata.

“Supaya kami bisa tenang jualan di sini. Supaya banyak juga rezeki kami, karena orang sudah ramai,” sebutnya.

Ketua DPC Partai Damai Sejahtera (PDS) Poso, M Tadjodja, menyatakan situasi begitu genting ketika itu. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Jangan lagi memutar jarum jam ke arah yang salah. Sebab terlalu banyak kedukaan yang terjadi.

"Doakan kami di Poso. Jangan ada lagi seperti itu,” pinta Tadjodja.

Pinta Tadjodja, tentu saja juga serupa dengan semua orang di Poso. Iwan Ahmad, misalnya. Warga Kelurahan Gebangrejo di kawasan Tanah Runtuh ini mengaku mereka sekeluarga ketakutan ketika itu.

“Saya menyaksikan kerusuhan demi kerusuhan sejak 1998. Tapi saya berdoa, hal ini tidak lagi berlanjut jauh,” harapnya.

Sementara Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Badrodin Haiti memastikan akan terus memburu para anggota kelompok bersenjata itu.

“Hal ini kami lakukan karena ulah mereka sudah sangat meresahkan masyarakat. Meski demikian kami terus mengimbau agar mereka menyerahkan diri, jika tidak kami akan melakukan upaya paksa sesuai hukum untuk menangkap mereka,” tekan Badrodin.

Seperti itulah juga harapan banyak orang di Poso. Ada Levi Bagu, lelaki paruh baya di Dusun Kapompa, Labuan, Poso yang kembali memulai hidup baru di kampung halamannya setelah sekian lama mengungsi di Tentena.

“Saya berani ke sini, karena mendapat jaminan dari aparat bahwa Poso akan kembali aman. Kalau tidak aman, saya lebih baik kembali lagi ke pengungsian,” aku Levi.

Ada pula Andi Baso bin Thahir, warga Tokorondo. Pemuda aktivis Masjid ini, mengaku bersama kawan-kawan lainnya setiap hari memberikan pencerahan kepada masyarakat pada awal-awalnya betapa penting hidup damai. Kini bisa kita bilang ia berhasil. Tokorondo merupakan salah satu kawasan yang sepi konflik di Poso. Padahal dulunya kampung ini adalah basis pertahanan Mujahiddin.

Daud Somba, aktivis gereja yang kini banyak bekerja untuk lembaga-lembaga pendorong rekonsiliasi pun melakukan hal serupa dengan Andi Baso. Mereka adalah anak-anak muda yang berani menentang para penganjur kekerasan. Ancaman bukan hanya sekali dua mendatangi mereka, namun mereka kukuh.

Memang, saatnya sudah bara api yang masih menyala dimatikan. Tidak mungkin untuk terus hidup di antara kekerasan demi kekerasan. Atau jangan-jangan Tuhan memang menciptakan Poso tidak dengan senyuman?! Rasanya tentu tidak mungkin, sebab semua agama mengajarkan kedamaian dan cinta kasih.***

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Profesi Pembersih Ayam Potongoleh : Jumari Haryadi
11-Des-2014, 12:16 WIB


 
  Profesi Pembersih Ayam Potong Beragam jenis pekerjaan tersedia di sekitar kita, asal kita mau dan tidak malu melakukannya. Salah satu pekerjaan itu adalah menjadi pembersih ayam potong broiler. Tampak beberapa ibu yang tinggal di sekitar kandang ayam Cikeuting Farm Bekasi milik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Semakin Putih Semakin Sibuk 17 Des 2014 19:12 WIB

Satu Aktor Dua Peran 08 Des 2014 18:44 WIB

 
Budaya Menyontek Mendarah Daging 16 Des 2014 19:19 WIB

Antri Demi Kemajuan Bangsa 16 Des 2014 18:00 WIB

 

 
Menghilangkan Stres dengan Musik 15 Des 2014 12:26 WIB

 

 
Etika Social Media 16 Des 2014 19:24 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia