KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiTradisi Lisan Masih Mendominasi Budaya Baca Bangsa oleh : Susi Susilowati
26-Nov-2014, 17:44 WIB


 
 
Tradisi Lisan Masih Mendominasi Budaya Baca Bangsa
KabarIndonesia - Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, kita bisa mengetahui apa saja tentang dunia. Membaca merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat karena dengan membaca, kita bisa menambah pengetahuan yang sedang berkembang, menambah informasi dan meningkatkan kecerdasan. Kegiatan membaca
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Ibu, Kasihmu Tiada Dua 25 Nov 2014 10:37 WIB


 

Poso, Mematikan Bara Api yang Masih Menyala

 
NASIONAL

Poso, Mematikan Bara Api yang Masih Menyala
Oleh : Jafar G Bua | 27-Jan-2007, 12:43:30 WIB

Poso seperti diciptakan Tuhan tidak dengan senyum. Setiap hari ada saja kabar yang membuat miris hati. Setiap waktu ada lagi yang mati. Entah karena timah panas yang terlontar dari senapan Polisi atau kelompok bersenjata, entah pula karena sebongkah bom yang merenggut nyawa. Kekerasan demi kekerasan di Poso seperti benang kusut yang sulit diurai.

Senin (22/1). Matahari belum lagi naik sepenggalah dari ufuk timur. Pagi masih dalam ketenangan, namun tiba-tiba salakan senjata memecahnya. Ratusan Polisi bersenjata lengkap, berompi antipeluru dan berkendaraan lapis baja menyerbu persembunyian kelompok bersenjata di kawasan Tanah Runtuh, Kelurahan Gebangrejo, Poso Kota, Sulawesi Tengah.

Bau wangi pagi pun berganti amis darah. Seorang Polisi tewas Rony Iskandar namanya. Perwira dari Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat itu meregang nyawa akibat tembakan di batok kepalanya. Lalu tujuh anggota Polisi lainnya luka-luka. Yang tragis, 13 warga Gebangrejo yang diidentifikasi sebagai bagian dari kelompok bersenjata yang menyerang Polisi tewas ditembak.

Dari situlah cerita kekerasan kemudian mengalir lagi di Poso. Lebih dari 20 orang warga ditangkap dan disiksa Polisi, lalu kemudian dibebaskan dengan wajah dan tubuh biru lebam. Mereka rupanya korban salah tangkap Polisi. Lalu sejumlah rumah pun hancur dan berlubang-lubang dindingnya dihantam tembakan.

Lalu gerangan apa sesudahnya? Erni, salah seorang pedagang di Pasar Sentral Poso mengaku ketar-ketir jika suasana Poso seperti itu.

“Seperti perang saja rasanya ketika itu. Saya jadi ingat ketika kerusuhan dulu. Tapi beda dengan yang dulu. Ini adalah warga yang melawan Polisi,” kata dia.

Erni berharap kondisi Poso menjadi benar-benar pulih. Tidak ada lagi darah, tidak ada lagi air mata.

“Supaya kami bisa tenang jualan di sini. Supaya banyak juga rezeki kami, karena orang sudah ramai,” sebutnya.

Ketua DPC Partai Damai Sejahtera (PDS) Poso, M Tadjodja, menyatakan situasi begitu genting ketika itu. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Jangan lagi memutar jarum jam ke arah yang salah. Sebab terlalu banyak kedukaan yang terjadi.

"Doakan kami di Poso. Jangan ada lagi seperti itu,” pinta Tadjodja.

Pinta Tadjodja, tentu saja juga serupa dengan semua orang di Poso. Iwan Ahmad, misalnya. Warga Kelurahan Gebangrejo di kawasan Tanah Runtuh ini mengaku mereka sekeluarga ketakutan ketika itu.

“Saya menyaksikan kerusuhan demi kerusuhan sejak 1998. Tapi saya berdoa, hal ini tidak lagi berlanjut jauh,” harapnya.

Sementara Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Badrodin Haiti memastikan akan terus memburu para anggota kelompok bersenjata itu.

“Hal ini kami lakukan karena ulah mereka sudah sangat meresahkan masyarakat. Meski demikian kami terus mengimbau agar mereka menyerahkan diri, jika tidak kami akan melakukan upaya paksa sesuai hukum untuk menangkap mereka,” tekan Badrodin.

Seperti itulah juga harapan banyak orang di Poso. Ada Levi Bagu, lelaki paruh baya di Dusun Kapompa, Labuan, Poso yang kembali memulai hidup baru di kampung halamannya setelah sekian lama mengungsi di Tentena.

“Saya berani ke sini, karena mendapat jaminan dari aparat bahwa Poso akan kembali aman. Kalau tidak aman, saya lebih baik kembali lagi ke pengungsian,” aku Levi.

Ada pula Andi Baso bin Thahir, warga Tokorondo. Pemuda aktivis Masjid ini, mengaku bersama kawan-kawan lainnya setiap hari memberikan pencerahan kepada masyarakat pada awal-awalnya betapa penting hidup damai. Kini bisa kita bilang ia berhasil. Tokorondo merupakan salah satu kawasan yang sepi konflik di Poso. Padahal dulunya kampung ini adalah basis pertahanan Mujahiddin.

Daud Somba, aktivis gereja yang kini banyak bekerja untuk lembaga-lembaga pendorong rekonsiliasi pun melakukan hal serupa dengan Andi Baso. Mereka adalah anak-anak muda yang berani menentang para penganjur kekerasan. Ancaman bukan hanya sekali dua mendatangi mereka, namun mereka kukuh.

Memang, saatnya sudah bara api yang masih menyala dimatikan. Tidak mungkin untuk terus hidup di antara kekerasan demi kekerasan. Atau jangan-jangan Tuhan memang menciptakan Poso tidak dengan senyuman?! Rasanya tentu tidak mungkin, sebab semua agama mengajarkan kedamaian dan cinta kasih.***

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Crowne Plaza Semarangoleh : Kabarindonesia
20-Nov-2014, 19:12 WIB


 
  Crowne Plaza Semarang Crowne Plaza adalah sebuah hotel Internasional terbaru di Semarang. Hotel ini merupakan bagian dari Grup Hotel InterContinental, sebuah hotel baru yang dinamik dan terdapat di hampir 60 Negara di dunia.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Jangan Sepelekan Sampah 25 Nov 2014 19:19 WIB

Sisi Negatif Aksi Unjuk Rasa 21 Nov 2014 11:06 WIB

 

 
PDAM Harus Benahi Pelayanan 26 Nov 2014 15:03 WIB


 
1795 RTS Pulpis Terima Dana PSKS 26 Nov 2014 15:05 WIB


 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 
Menghargai, Pentingkah ? 26 Nov 2014 18:01 WIB

Menyontek “Membudayakah”? 26 Nov 2014 18:00 WIB

 

 
Tawas Ampuh Hilangkan Bau Badan 26 Nov 2014 17:31 WIB

Putri Tidur Dalam Realita 25 Nov 2014 10:38 WIB

 
Endemik Pulau Sumatra 26 Nov 2014 17:34 WIB

Pejuang Cilik 25 Nov 2014 19:26 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia