KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSwasembada Pangan Era Pembangunan, Sebuah Kenangan akan Harapan oleh : Iin Suwandi
04-Mar-2015, 11:53 WIB


 
  KabarIndonesia - Pangan merupakan salah satu kebutuhan primer yang paling mendasar bagi manusia. Kebutuhan pangan sangat penting bagi kehidupan umat manusia yang akan mempengaruhi sendi kehidupan lainnya. Kehidupan sosial politik suatu negara akan terganggu manakala rakyat lapar karena seluruh rakyat
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Derita Hilang, Keluhan Hilang 04 Mar 2015 11:45 WIB

Beras ... Riwayatmu Kini 04 Mar 2015 11:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 

 
 
NASIONAL

Peranan TNI Dalam Penanggulangan Bencana Alam
Oleh : Arief Akhir Wijaya | 17-Feb-2007, 11:15:00 WIB

Sebagian masyarakat Indonesia mungkin ada yang belum tahu bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempunyai tugas pokok yang dinamakan Operasi Militer Selain Perang. Peraturan ini berdasarkan tupok TNI, pasal 7 ayat 2.b. Dan undang-undang No.34/th 2004 tentang TNI. Salah satunya yaitu penanganan bencana alam. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia berada di daerah rawan bencana; seperti gempa bumi dan tsunami, tanah longsor, banjir dan sebagainya.

Penanganan bencana di Indonesia memang dikelola oleh Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB), namun tanpa peran serta seluruh elemen masyarakat, mustahil penanganan yang baik akan tercapai.

Salah satu elemen yang cukup memadai dalam penanggulangan bencana terutama di lapangan adalah TNI. Sebab TNI mempunyai peralatan dan operasi kerja yang terstruktur dengan baik; meliputi Sumber Daya Manusia, Pelayanan Kesehatan, Transportasi dan lainnya. Hanya saja masyarakat mungkin menilai TNI lamban dalam bergerak. Sebenarnya yang terjadi adalah TNI sebagai alat negara dalam setiap melaksanakan tugasnya harus melalui prosedur yang berlaku. Hal ini tentu saja berbeda dengan elemen masyarakat umum yang spontanitas dapat langsung turun ke lapangan sesaat setelah bencana terjadi. TNI adalah salah satu contoh penanganan secara formal, sedangkan Ormas, LSM, Parpol dan masyarakat umum adalah contoh penanganan bencana secara spontan.

Penanganan bencana secara formal ataupun secara spontan sama-sama memiliki kelemahan. Secara formal akan terkesan terlambat, karena harus melalui prosedur atau peraturan yang berlaku, serta kurang sinerginya TNI dengan aparatur Pemda setempat. Hal ini terjadi dikarenakan salah satunya adalah faktor politis. Sedangkan secara spontan,  kelemahannya yaitu dalam penanganannya tidak termanajemen dengan baik. Contoh misal : sebaran sukarelawan di lokasi bencana atau penggunaan peralatan yang dibutuhkan kurang tepat sasaran.

Untuk menanggulangi permasalahan di lapangan ketika terjadi bencana, Mabes TNI mengadakan acara Pencerahan tentang Penanganan Bencana di Lingkungan TNI, yang diselenggarakan 12 - 15 Pebruari 2007 di Cilangkap Jakarta Timur. Acara Pencerahan di lingkungan TNI ini bertujuan untuk meningkatkan peranan TNI, baik sebelum terjadinya bencana/mitigasi hingga penanganan bencana kedepannya.

Peranan TNI dalam penanganan bencana sangat penting, mengingat sistem organisasi yang dimiliki TNI di pusat maupun di daerah terstruktur dengan baik. Dalam hal ini Pemda yang mengalami bencana hendaknya bekerjasama dengan TNI agar penanganan dapat berlangsung cepat dan tepat sasaran. Kerjasama yang baik antara Departemen / Lembaga seperti BMG, BASARNAS, BAKOSURTANAL dan instansi terkait lainnya dengan TNI mutlak dilakukan demi menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban bencana alam. Semoga niat baik TNI ini semakin mendekatkan diri dan menciptakan citra yang positif terhadap setiap masyarakat Indonesia.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utaraoleh : Jumari Haryadi
01-Mar-2015, 10:19 WIB


 
  Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utara Lomba MTQ ke-42 Lampung Utara yang berlangsung sejak 23 Februari 2015 di desa Subik Kecamatan Abung Tengah berakhir pada 27 Februari 2015. Kegiatan yang diikuti 230 peserta dari 23 kecamatan tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tanjung Raja dan menempatkannya sebagai
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB


 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia